• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Pakar Kimia UI: BPOM Perlu Uji Lab Paparan BPA pada Makanan Kemasan Kaleng

Fathi by Fathi
October 14, 2021
in Sport
0
Pakar Kimia UI: BPOM Perlu Uji Lab Paparan BPA pada Makanan Kemasan Kaleng

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perlu melakukan uji laboratorium terhadap paparan Bisfenol A (BPA) yang ada dalam makanan kemasan kaleng seperti yang dilakukan terhadap kemasan plastik Policarbonat (PC). Pertanyaan tersebut disampaikan Pakar kimia dari Departemen Kimia Universitas Indonesia, Agustino Zulys.

Hal itu karena sudah ada penelitian yang dipublikasikan Environmental Research yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaleng berhubungan dengan tingginya konsentrasi BPA dalam urin.

“BPOM perlu meneliti sejauh mana migrasi dari pelapis kaleng anti karat atau BPA yang terdapat dalam kemasan kaleng itu terjadi ke makanannya. Dalam hal ini, BPOM bisa melakukan kerjasama juga dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Dia menuturkan bahan makanan kemasan kaleng yang bersifat asam bisa memungkinkan BPA yang ada dalam lapisan kaleng terlarut. “Makanya, makanan kaleng tidak boleh untuk makanan-makanan yang sifatnya asam,” tukasnya.

Selain itu, proses pengemasan makanan kaleng itu juga harus dilakukan dengan baik agar tidak merusak produk makanan di dalamnya. Menurutnya, kemasan kaleng yang rusak bisa menyebabkan masuknya bakteri yang bisa menyebabkan terjadinya fermentasi  terhadap produk makanan di dalamnya.

Karenanya, kata Agustino, proses sterilisasi perlu dilakukan terhadap kemasan kaleng ini dengan menggunakan pemanasan atau penyinaran UV. “Proses ini dilakukan untuk mematikan bakteri  yang  bisa menyebabkan rusaknya makanan,” ucapnya.

Sementara itu, pakar teknologi pangan dari IPB, Aziz Boing Sitanggang, mengatakan BPA dalam kemasan kaleng itu dibutuhkan khususnya untuk resin epoksi untuk melaminasi kaleng guna menghindari korosi.

Menurutnya, kecenderungan BPA itu untuk bermigrasi  dari kalengnya ke bahan makanannya bisa berpotensi lebih besar dan bisa lebih kecil. “Tapi, seberapa besar pelepasan BPA-nya kita tidak tahu. Karena di Indonesia belum ada studi untuk meng-compare langsung dan itu perlu dikaji lagi lebih jauh,” tuturnya.

Dia juga mengutarakan bahwa  makanan kaleng itu disterilisasi komersil  dengan suhu di atas 100 derajat Celcius dan dalam waktu lama atau bisa sampai satu jam.

Disebutkan, proses migrasi BPA dari kemasan kaleng itu bisa disebabkan beberapa faktor. Di antaranya proses laminasi BPA-nya, PH atau tingkat keasaman produk dalam kemasan kaleng itu, dan pindah panas dari produk pangannya.

Dia mencontohkan sarden, jamur, nenas yang dikalengkan itu beda-beda pindah panasnya saat disterilisasi, sehingga perlakuan kombinasi suhu dan waktu  pemanasannya juga berbeda-beda.

“Ketika itu beda-beda, berarti  peluang migrasi BPA-nya juga berbeda-beda. Tapi, semakin asam bahan makanannya atau PH semakin rendah, kemungkinan besar bisa merusak laminasi epoksinya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, penelitian kemasan kaleng di Universitas Stanford dan Johns Hopkins University yang dipublikasikan Environmental Research menunjukkan adanya paparan BPA ke dalam produk makanannya. Disebutkan, semakin banyak mengonsumsi makanan kaleng maka akan semakin berpeluang untuk seseorang terkontamiasi BPA.

“Saya dapat makan tiga kaleng peach, orang lain bisa makan satu kaleng sup krim jamur, dan saya memiliki paparan lebih besar terkena BPA,” kata pemimpin penelitian, Jennifer Hartle dari Stanford Prevention Research Center, seperti dilansir Laboratory Equipment.

BPA merupakan senyawa kimia yang diberikan sebagai pelapis dalam kaleng makanan. Senyawa ini sempat menjadi senyawa andalan dalam pembuatan kemasan, namun sifat kimia yang mirip hormon membuat bahan ini dilarang pada beberapa produk seperti botol bayi.

Penelitian berfokus pada analisis kadar BPA dalam produk makanan kaleng dan mengukur paparan senyawa itu pada sekelompok manusia. Hartle dan tim menemukan bahwa makanan kaleng dengan BPA tinggi berpengaruh pada kandungan senyawa tersebut dalam urin manusia.

Kandungan BPA berbeda pada masing-masing jenis makanan. Namun beberapa jenis makanan kaleng rupanya memiliki implikasi besar pada kandungan BPA dalam urin, seperti jenis sup, pasta, sayuran, dan buah.

Studi yang dilakukan Hartle sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menjadi pihak yang paling rentan terpapar BPA. Hal ini karena makanan kaleng banyak digunakan pada menu makan siang di sekolah dan aneka jajanan lainnya.

Meski pihak BPOM Amerika Serikat (FDA) mengizinkan penggunaan BPA dalam kadar tertentu pada kemasan kaleng, namun negara bagian California telah menempatkan senyawa itu dalam racun reproduksi wanita.

“FDA tidak lagi mengizinkan BPA digunakan dalam botol bayi dan lapisan kaleng susu formula, dan mulai banyak perusahaan yang tidak menggunakan BPA. Tapi kami juga belum tau apakah senyawa pengganti BPA cukup aman digunakan,” pungkas Hartle.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: bpomCobisnismakanan kemasan kalengpaparan BPA

Related Posts

Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia mendapatkan komitmen pasokan minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga...

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Transjakarta tengah mengkaji kemungkinan kenaikan tarif layanan yang sudah bertahan di angka Rp 3.500 selama 21 tahun...

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya praktik beras premium abal-abal yang dijual jauh di atas harga...

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chelsea resmi memecat Liam Rosenior dari jabatan manajer klub setelah rentetan hasil buruk di Premier League. Keputusan...

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Iran resmi menutup seluruh kegiatan sekolah tatap muka di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Amerika Serikat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

April 23, 2026
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

April 24, 2026
Survei Elektabilitas Partai Politik di Tengah Debat Ambang Batas Parlemen

Survei Elektabilitas Partai Politik di Tengah Debat Ambang Batas Parlemen

April 24, 2026
OpenAI Luncurkan GPT-5.5, AI Lebih Cepat dan Terjangkau

Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

April 24, 2026
Tradisi Takziyah Disederhanakan, Warga Suwawal Timur Prioritaskan Empati

Tradisi Takziyah Disederhanakan, Warga Suwawal Timur Prioritaskan Empati

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved