JAKARTA, Cobisnis.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya dialami orang lanjut usia. Di Amerika Serikat, kondisi ini memengaruhi sekitar 45 persen orang dewasa, dan hampir separuhnya belum berhasil mengendalikan tekanan darah dengan baik.
Dokter spesialis kardiologi Beth Israel Deaconess Hospital sekaligus pengajar di Harvard Medical School, Cliff Berger, menegaskan hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga penyakit ginjal. Ia menekankan pentingnya penanganan sejak dini.
Sebuah studi dalam British Journal of Sports Medicine menemukan dua kombinasi olahraga yang mampu menurunkan tekanan darah dalam 24 jam. Penelitian ini merupakan tinjauan dari 31 studi dengan total 1.345 penderita hipertensi.
Kombinasi pertama adalah latihan aerobik seperti jogging atau bersepeda yang dipadukan dengan latihan beban. Kedua adalah HIIT atau high-intensity interval training yang juga terbukti efektif menurunkan tekanan darah.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa latihan rutin selama empat minggu dapat memberikan penurunan tekanan darah yang signifikan secara klinis. Artinya, manfaat olahraga tidak hanya jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
Dr. Berger menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memperkuat bukti ilmiah sebelumnya. Olahraga terbukti berperan besar dalam membantu mengontrol tekanan darah tinggi secara alami.
Menurut dokter jantung Amar Shere dari Hackensack University Medical Center, olahraga membantu membuat pembuluh darah lebih fleksibel dan meningkatkan aliran darah. Selain itu, olahraga juga memperbaiki sistem saraf serta menurunkan peradangan dan stres oksidatif.













