• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, July 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Negara Penghasil Bahan Mentah Masih Sulit Naik Kelas, Nilai Tambah Justru Lari ke Negara Pengolah

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Negara Penghasil Bahan Mentah Masih Sulit Naik Kelas, Nilai Tambah Justru Lari ke Negara Pengolah

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketimpangan ekonomi global kembali menjadi sorotan setelah berbagai laporan menunjukkan bahwa negara-negara penghasil bahan mentah masih belum mampu menikmati nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Dalam rantai ekonomi global, negara maju tetap mendominasi sektor pengolahan, teknologi, dan distribusi yang menciptakan keuntungan tertinggi.

Struktur rantai nilai global atau Global Value Chain menempatkan negara berkembang di posisi awal sebagai penyedia bahan mentah seperti nikel, kakao, minyak sawit, hingga tembaga. Sementara itu, negara maju menguasai tahap hilir melalui proses pengolahan, branding, dan pemasaran produk jadi yang bernilai tinggi. Akibatnya, keuntungan terbesar justru tidak kembali ke negara asal komoditas tersebut.

Perbedaan teknologi menjadi salah satu penyebab utama kesenjangan nilai ekonomi ini. Negara maju memiliki kemampuan riset dan industri yang mumpuni untuk mengubah bahan mentah bernilai rendah menjadi produk industri bernilai tinggi. Contohnya, nikel mentah dari Asia Tenggara menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik di Jepang dan Korea Selatan dengan nilai jual berkali lipat.

Keterbatasan infrastruktur dan biaya logistik juga menahan negara penghasil bahan mentah di posisi bawah rantai ekonomi. Minimnya akses energi murah, sistem transportasi efisien, dan pendanaan industri membuat pengolahan di dalam negeri kurang kompetitif. Akibatnya, ekspor bahan mentah tetap menjadi pilihan yang paling realistis secara ekonomi jangka pendek.

Selain itu, sistem perdagangan global masih bias terhadap negara berkembang. Produk mentah umumnya bebas tarif masuk, sementara produk olahan dikenakan tarif tinggi di pasar negara maju. Pola ini disebut tariff escalation, yang secara struktural membuat negara produsen sulit mengembangkan industri pengolahan bernilai tambah di dalam negeri.

Dominasi perusahaan multinasional (MNC) juga memperkuat ketimpangan tersebut. Banyak perusahaan besar mengendalikan rantai pasok dari hulu hingga hilir, membeli bahan mentah langsung dari produsen di negara berkembang dan mengolahnya di luar negeri. Nilai ekonomi terbesar akhirnya terserap di luar negeri, sementara negara penghasil hanya mendapat royalti kecil dan upah rendah.

Keterbatasan alih teknologi memperburuk kondisi ini. Negara pengolah memiliki insentif untuk menjaga keunggulan teknologinya, sehingga negara produsen sulit melakukan lompatan industri. Fenomena ini dikenal sebagai low value trap, di mana negara penghasil terus terjebak dalam sektor primer tanpa mampu beralih ke sektor manufaktur bernilai tinggi.

Harga bahan mentah yang sangat fluktuatif turut menambah kerentanan ekonomi negara produsen. Ketika harga global jatuh, penerimaan ekspor langsung anjlok, memengaruhi stabilitas fiskal dan cadangan devisa. Sementara itu, negara pengolah tetap mendapat keuntungan dari diversifikasi produk jadi dengan nilai yang lebih stabil di pasar internasional.

Beberapa negara mulai melawan arus. Indonesia misalnya, telah menerapkan larangan ekspor nikel mentah untuk menarik investasi di sektor smelter dan baterai kendaraan listrik. Langkah ini menjadi contoh upaya hilirisasi ekonomi, di mana negara produsen berusaha merebut kembali sebagian nilai tambah yang selama ini dinikmati oleh negara pengolah.

Namun, transisi menuju industrialisasi bernilai tambah membutuhkan waktu dan modal besar. Tanpa transfer teknologi, dukungan riset, dan reformasi kebijakan perdagangan, negara penghasil bahan mentah akan terus berada di posisi lemah dalam rantai nilai global. Ketimpangan ekonomi ini menunjukkan bahwa sumber daya alam melimpah belum tentu menjamin kemakmuran jangka panjang.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: CobisnisEkonomi globalindustri duniaPebisnismudaPerdagangan internasional

Related Posts

Georgia Sorot Perebutan Tiket Senat dan Gubernur, Dukungan Trump Diuji

Pengajuan Tunjangan Pengangguran di AS Capai Titik Terendah dalam 57 Tahun

by Zahra Zahwa
July 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kali turun ke level terendah sejak 1969....

Prabowo Klaim Penghematan Rp300 Triliun dari Belanja Pemerintah Dialihkan untuk MBG

Prabowo Klaim Penghematan Rp300 Triliun dari Belanja Pemerintah Dialihkan untuk MBG

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti praktik penggelembungan harga dalam setiap pembelian yang dilakukan lembaga pemerintah. Ia menyebut...

MBG Masih Hadapi Tantangan di Daerah 3T, Purbaya Andalkan BUMDes dan UMKM

Purbaya Tanggapi Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun yang Dikaitkan dengan Program Kopdes

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui isu pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 triliun...

Manajemen KBS Buka Suara soal Pakan Satwa Usai Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi

Manajemen KBS Buka Suara soal Pakan Satwa Usai Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya atau PD TS KBS memastikan kondisi satwa tetap sehat dan...

BNI Tegaskan Komitmen Cegah Stunting demi Masa Depan Anak Indonesia

BNI Tegaskan Komitmen Cegah Stunting demi Masa Depan Anak Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat program pencegahan stunting melalui sejumlah inisiatif sosial sepanjang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPR Kritik Penahanan Febrie Tanpa Borgol dan Rompi Tahanan, Tegaskan Tak Boleh Ada Keistimewaan

DPR Kritik Penahanan Febrie Tanpa Borgol dan Rompi Tahanan, Tegaskan Tak Boleh Ada Keistimewaan

July 25, 2026
IFG Life Gandeng Bank Papua Hadirkan Asuransi Jiwa bagi Debitur

IFG Life Gandeng Bank Papua Hadirkan Asuransi Jiwa bagi Debitur

July 24, 2026
Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Pencegahan Obesitas dan Diabetes Anak

Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Pencegahan Obesitas dan Diabetes Anak

July 23, 2026
Madu

Merajut Masa Depan dari Manisnya Madu Hutan Lantung Bersama Amman Mineral

July 24, 2026
Usai Mundur karena Alasan Kesehatan, Rumah Nanik S. Deyang Tetap Dalam Pengamanan

Usai Mundur karena Alasan Kesehatan, Rumah Nanik S. Deyang Tetap Dalam Pengamanan

July 25, 2026
Propam Polda Jabar Proses Tiga Polisi Penumpang Alphard, Pelanggaran Lalu Lintas Ikut Diusut

Propam Polda Jabar Proses Tiga Polisi Penumpang Alphard, Pelanggaran Lalu Lintas Ikut Diusut

July 25, 2026
Lagu Kolaborasi LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE Tembus 100 Juta Streaming

Lagu Kolaborasi LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE Tembus 100 Juta Streaming

July 25, 2026
Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

July 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved