JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan Iran menyetujui rancangan kesepakatan baru yang berbasis pada pemenuhan kewajiban tertentu. Dalam skema tersebut, Teheran harus menjalankan komitmen yang telah ditetapkan sebelum memperoleh pelonggaran sanksi dari Washington.
Menurut pejabat Gedung Putih, kesepakatan itu mencakup penghancuran dan pemindahan material nuklir Iran. Selain itu, Iran juga diminta menghentikan program pengembangan nuklirnya.
Pemerintah AS menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka akses dana sebelum Iran memenuhi seluruh persyaratan. Karena itu, pelaksanaan kesepakatan menjadi syarat utama sebelum manfaat ekonomi diberikan.
Selain isu nuklir, AS menyebut Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk jalur pelayaran internasional. Sementara itu, Iran juga diharapkan menghentikan dukungan pendanaan terhadap kelompok yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.
Pejabat Gedung Putih mengatakan pendekatan dalam kesepakatan ini berfokus pada hasil nyata. Menurutnya, setiap tahap akan mengikuti pelaksanaan kewajiban dari pihak Iran.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pernyataan melalui platform X. Ia mengatakan Presiden Donald Trump menargetkan penyelesaian yang mengutamakan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Vance juga menegaskan bahwa AS tidak memberikan dana hanya karena penandatanganan atau pertemuan diplomatik. Meski begitu, ia menyebut manfaat ekonomi dapat mengalir jika Iran menjalankan seluruh komitmen.
Pemerintah AS menilai langkah tersebut dapat meningkatkan stabilitas kawasan. Selain itu, mereka berharap kesepakatan ini membuka peluang hubungan yang lebih damai dalam jangka panjang.













