JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah negara mencatat tingkat kemarahan yang tinggi sepanjang 2026. Temuan ini muncul dalam survei emosi global yang mengukur pengalaman emosional masyarakat di berbagai wilayah.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa amarah, tekanan, dan frustrasi masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Selain itu, kondisi sosial dan ekonomi ikut memengaruhi hasil di sejumlah negara.
Survei dilakukan terhadap responden berusia 15 tahun ke atas di 144 negara dan wilayah. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung dan sambungan telepon.
Hasilnya menunjukkan sekitar satu dari lima orang mengaku merasakan kemarahan pada hari sebelum survei dilakukan.
Chad menempati posisi pertama dalam daftar negara dengan tingkat kemarahan tertinggi. Hampir separuh responden di negara tersebut melaporkan mengalami emosi tersebut.
Sementara itu, beberapa negara di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya juga mencatat angka tinggi. Faktor konflik, tekanan ekonomi, dan ketidakstabilan sosial menjadi penyebab yang sering muncul.
Berikut 10 negara dengan tingkat kemarahan tertinggi pada 2026:
Chad — 47%
Yordania — 46%
Armenia — 43%
Irak — 40%
Sierra Leone — 40%
Guinea — 39%
Republik Demokratik Kongo — 38%
Palestina — 38%
Iran — 37%
Maroko — 37%
Banyak negara dalam daftar tersebut menghadapi tekanan berkepanjangan. Karena itu, kondisi sosial masyarakat ikut memengaruhi tingkat emosi harian.
Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu contoh yang sering dikaitkan dengan konflik dan krisis kemanusiaan. Selain itu, tekanan ekonomi dan perpindahan penduduk memperburuk situasi di berbagai daerah.
Irak juga masih menghadapi tantangan menjaga stabilitas dalam jangka panjang. Di sisi lain, warga Palestina terus menghadapi tekanan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Menariknya, negara dengan tingkat kemarahan terendah justru didominasi kawasan yang memiliki tingkat kesejahteraan dan stabilitas lebih baik.
Berikut 10 negara dengan tingkat kemarahan terendah:
Vietnam — 5%
Finlandia — 5%
Meksiko — 7%
Islandia — 7%
Kosovo — 7%
Portugal — 8%
Mauritius — 8%
Estonia — 8%
Kroasia — 8%
Kazakhstan — 8%
Temuan ini menunjukkan bahwa ukuran kemajuan negara tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kesejahteraan emosional masyarakat kini menjadi indikator yang semakin diperhatikan.













