• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, November 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
June 13, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

JAKARTA, Cobisnis.com — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa defisit APBN kuartal I 2026 yang menjadi sorotan publik bukan merupakan tanda pemerintah kehilangan kendali fiskal.

Dalam siniar Bukan Kaleng-Kaleng yang tayang Rabu (10/6/2026), Dony menyebut pelebaran defisit tersebut merupakan bagian dari strategi yang memang dirancang pemerintah, yakni menggeser pola belanja negara dari akhir tahun ke awal tahun.

“Defisit kita memang melebar di kuartal satu. Itu disengaja dan by design,” kata Dony.

“Ini juga perlu diluruskan, termasuk kepada pengamat, kepada ekonom, dan juga kepada seluruh rakyat Indonesia.”

Sebagai catatan, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Angka ini disebut sebagai defisit triwulan pertama tertinggi dalam sejarah karena pada umumnya APBN masih mencatat surplus pada awal tahun. Sejumlah ekonom pun menilai kondisi tersebut sebagai sinyal kewaspadaan bagi kesehatan fiskal.

Menurut Dony, selama bertahun-tahun pola belanja pemerintah cenderung menumpuk pada penghujung tahun.

“Dulu itu bulan November, Desember dipusatkan belanja. Tetapi kalau dilakukan di akhir, dampak ekonominya sangat pendek dirasakan,” ujarnya.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Dony, sengaja membalik pola tersebut dengan mengoptimalkan belanja sejak awal tahun agar multiplier effect terhadap ekonomi dapat berlangsung lebih panjang.

Konsekuensinya, pengeluaran negara keluar lebih cepat sementara penerimaan negara belum sepenuhnya masuk, sehingga defisit pada kuartal pertama terlihat melebar.

Untuk menjelaskan konsep tersebut, Dony memberikan ilustrasi sederhana.

“Misalkan kita punya belanja seribu. Mau dipakai di awal, di tengah, atau di akhir, jumlahnya akan sama, tetap seribu. Kalau di ujung, dampaknya sangat pendek kita rasakan. Kalau dioptimalkan di awal, dampaknya akan lebih panjang. Tapi total belanjanya sama,” jelasnya.

Ia juga menyebut tren penerimaan negara mulai menunjukkan perbaikan.

“Kuartal kedua ini justru terjadi peningkatan pendapatan dari sisi pajak kita yang cukup signifikan,” katanya.

Menanggapi kekhawatiran bahwa percepatan belanja akan membuat utang membengkak, Dony menegaskan Indonesia memiliki batas fiskal yang ketat.

“Belanja kita itu ada limitnya. APBN kita ada batasnya, dan itu diputuskan atas persetujuan DPR. Jadi tidak bisa tiba-tiba pemerintah belanja suka-sukanya. Apalagi rezim fiskal kita mengenal batas, tidak boleh lebih dari 3 persen. Jadi impossible,” tegasnya.

Dony menambahkan bahwa yang dijaga pemerintah bukan hanya besarnya belanja, tetapi juga kualitasnya agar tetap produktif dan menghasilkan nilai tambah.

Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur, irigasi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu memberikan dampak ganda terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dony juga menanggapi kritik terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,61 persen yang dinilai terlalu bergantung pada belanja pemerintah.

Menurutnya, terdapat kesalahpahaman dalam membaca struktur pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ditopang oleh empat komponen utama, yaitu konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor neto.

Menurut Dony, konsumsi rumah tangga dan ekspor neto bersifat pasif karena tumbuh setelah lapangan kerja dan produktivitas tercipta. Karena itu, pemerintah hanya memiliki dua instrumen aktif: menarik investasi dan melakukan belanja pembangunan.

“Kalau kita belajar dari semua negara berkembang yang menuju negara maju, semuanya ada dominasi belanja pemerintah. Contohnya Cina, bagaimana dia membangun infrastruktur, membangun tol, itu kan belanja pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menilai Indonesia masih relatif konservatif dalam pengelolaan fiskal.

“Rezim fiskal kita mengenal batas atas defisit. Di negara lain tidak ada batas atas defisitnya. Kalau negara mau berkembang, dia mengutang lebih banyak, seperti kita berbisnis. Selama utang itu dipakai untuk komponen yang produktif, itu kan bagus. Seharusnya belanja pemerintahnya diperbesar lagi,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena di tengah kritik terhadap pelebaran defisit, Dony justru berpendapat bahwa batas defisit 3 persen membuat Indonesia cenderung terlalu berhati-hati dibanding negara-negara yang berhasil mempercepat pembangunan ekonominya.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free online course
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: bumncobisnis.comDanantaraDony oskariambg

Related Posts

Dua Mantan Pejabat KPK Masuk BGN, Ini Alasan Sudaryono

Dua Mantan Pejabat KPK Masuk BGN, Ini Alasan Sudaryono

by Hidayat Taufik
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan alasan lembaganya merekrut dua mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)....

Fadli Zon Umumkan 18 Tokoh Bakal Jadi Pahlawan Nasional

Fadli Zon Umumkan 18 Tokoh Bakal Jadi Pahlawan Nasional

by Hidayat Taufik
November 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa sebanyak 18 tokoh akan menerima gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan...

Suara Bioskop Terlalu Keras? Ini Tips Melindungi Pendengaran

Suara Bioskop Terlalu Keras? Ini Tips Melindungi Pendengaran

by Hidayat Taufik
November 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menonton film di bioskop menjadi salah satu pilihan hiburan bagi banyak orang. Namun, tingkat kebisingan suara yang...

Portugal Tak Terima Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Cara Seperti Ini

Portugal Tak Terima Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Cara Seperti Ini

by Hidayat Taufik
November 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Cristiano Ronaldo resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Tim Nasional Portugal pada Kamis (5/11/2026). Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri...

AS Gelontorkan Rp14 Triliun untuk Pengiriman 25 Ribu Drone ke Timur Tengah

AS Gelontorkan Rp14 Triliun untuk Pengiriman 25 Ribu Drone ke Timur Tengah

by Hidayat Taufik
November 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Amerika Serikat (AS) meningkatkan kekuatan pertahanannya di kawasan Timur Tengah dengan mengirim lebih dari 25.000 sistem nirawak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri dan Visa Dorong Pertumbuhan Brand Lokal Lewat Livin’ MARKT

Bank Mandiri dan Visa Dorong Pertumbuhan Brand Lokal Lewat Livin’ MARKT

November 5, 2026
Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

November 6, 2026
Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

November 6, 2026
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

November 6, 2026
Dua Mantan Pejabat KPK Masuk BGN, Ini Alasan Sudaryono

Dua Mantan Pejabat KPK Masuk BGN, Ini Alasan Sudaryono

November 7, 2026
11 Kreator Indonesia Melaju ke TikTok Awards Southeast Asia 2026

11 Kreator Indonesia Melaju ke TikTok Awards Southeast Asia 2026

November 6, 2026
Ashoka Indonesia Umumkan 12 Inisiatif Terbaik GBIC 2026

Transaksi PT KBI Tumbuh 2,6%, Ekosistem Resi Gudang Meluas

November 6, 2026
Ashoka Indonesia Umumkan 12 Inisiatif Terbaik GBIC 2026

Ashoka Indonesia Umumkan 12 Inisiatif Terbaik GBIC 2026

November 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved