• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, July 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 21, 2026
in Nasional
0
Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah Filipina dan China saling tuding terkait bentrokan di Second Thomas Shoal pada Senin (20/7/2026). Insiden tersebut terjadi ketika para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Manila.

Militer Filipina menuding personel Penjaga Pantai China menyerang seorang awak angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu hingga mengenai bagian kepala. Insiden disebut terjadi ketika kapal China mendekati BRP Sierra Madre, kapal perang yang telah dikandaskan dan dijadikan pos militer Filipina di wilayah tersebut.

Menurut Angkatan Bersenjata Filipina, kapal Penjaga Pantai China yang membawa delapan personel mendekati BRP Sierra Madre untuk mengambil foto dan merekam video. Situasi kemudian memanas ketika dua kapal karet Filipina berupaya mengusir kapal tersebut.

Filipina menyebut personel China merespons secara keras dan agresif dengan memukul personel angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu. Militer Filipina kemudian mendesak Beijing menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional.

China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kapal Filipina justru mengabaikan peringatan serta mendekati kapal patroli China secara berbahaya. Beijing mengeklaim personel Filipina menjadi pihak pertama yang melakukan serangan menggunakan dayung, tongkat kayu, dan peralatan lainnya.

Pada Selasa (21/7/2026), Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah memanggil Duta Besar Filipina untuk menyampaikan protes resmi. Beijing menyebut insiden tersebut sebagai provokasi dan serangan yang disengaja oleh Manila di Ren’ai Reef, nama yang digunakan China untuk menyebut Second Thomas Shoal.

Amerika Serikat mengecam tindakan China yang disebut sebagai perilaku berbahaya dan agresif terhadap personel angkatan laut Filipina. Washington menilai pola tindakan Beijing terhadap operasi maritim Filipina dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

Australia juga menyampaikan kecaman terhadap insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut tindakan China sebagai perilaku yang membahayakan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Filipina menyatakan tindakan kekerasan terhadap personel angkatan lautnya tidak dapat diterima dan membutuhkan langkah diplomatik. Manila menegaskan Second Thomas Shoal berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina sejauh 200 mil laut.

China sendiri masih mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim tersebut telah ditolak dalam putusan arbitrase internasional pada 2016 yang menyatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan ini menjadi perhatian karena terjadi saat pertemuan ASEAN berlangsung di Manila. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Rubio sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu Wang Yi di sela-sela pertemuan. Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Asia Tenggara dan memperingatkan risiko jika kawasan perairan tersebut berada di bawah kendali kekuatan yang menggunakan perdagangan sebagai senjata geopolitik.

Bentrokan terbaru ini turut memunculkan keraguan terhadap upaya ASEAN dan China mencapai Code of Conduct di Laut China Selatan. Di tengah sengketa maritim, ASEAN juga menghadapi persoalan lain terkait masa depan Myanmar dalam organisasi regional tersebut.

Thailand kembali mendorong agar Myanmar sepenuhnya dilibatkan dalam forum ASEAN. Namun, Malaysia masih menolak normalisasi hubungan di tingkat tinggi selama penindasan di Myanmar masih berlangsung.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: aseanChinaFilipinaLaut China SelatanSecond Thomas Shoal

Related Posts

Trump Bagikan Ilustrasi AI Elang Emas untuk HUT Ke-250 Amerika Serikat

Trump Sebut Dugaan Pelanggaran Data Pemilu oleh China Tak Lagi Jadi Isu Utama

by Zahra Zahwa
July 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meredam pernyataannya terkait dugaan campur tangan China terhadap data pemilu AS. Sikap...

8 Minuman Cola Lokal Yang Menyaingi Coca-Cola Di Berbagai Negara

Trump Tuduh China Bobol Data Pemilu AS, Kunjungan Xi Jinping Tetap Berlanjut

by Zahra Zahwa
July 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh China melakukan dugaan pelanggaran data pemilu terbesar dalam sejarah Amerika Serikat....

China Catat Impor Minyak Terendah dalam Hampir 10 Tahun, Ini Penyebabnya

China Catat Impor Minyak Terendah dalam Hampir 10 Tahun, Ini Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Impor minyak mentah China turun tajam pada Juni 2026. Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam hampir satu...

Ekonomi China Tunjukkan Sinyal Positif, Aktivitas Industri dan Belanja Meningkat

Ekonomi China Tunjukkan Sinyal Positif, Aktivitas Industri dan Belanja Meningkat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktivitas ekonomi China menunjukkan tanda pemulihan pada Juni 2026. Produksi industri tumbuh lebih tinggi dari perkiraan analis,...

Organisasi Buruh Internasional Sebut AI Sudah Membantu Jutaan Pekerja di ASEAN

Organisasi Buruh Internasional Sebut AI Sudah Membantu Jutaan Pekerja di ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO memperkirakan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian dari...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Yogyakarta Naik Kelas Lewat #JualanNyaman

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Yogyakarta Naik Kelas Lewat #JualanNyaman

July 21, 2026
XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

July 21, 2026
BNI Tegaskan Zero Tolerance Fraud, Tata Kelola Jadi Prioritas Utama

BNI Tegaskan Zero Tolerance Fraud, Tata Kelola Jadi Prioritas Utama

July 21, 2026
Motor Bertangki Modifikasi Tak Lagi Dilayani Isi Pertalite di SPBU, Ini Aturannya

Motor Bertangki Modifikasi Tak Lagi Dilayani Isi Pertalite di SPBU, Ini Aturannya

July 21, 2026
Penyusunan Kurikulum Pencegahan LGBT Dipercepat, Menko PMK Ambil Peran Koordinasi

Penyusunan Kurikulum Pencegahan LGBT Dipercepat, Menko PMK Ambil Peran Koordinasi

July 22, 2026
Sudaryono Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Sudaryono Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

July 22, 2026
Surat Penumpang Titanic Tertanggal 10 April 1912 Diperkirakan Terjual Rp1 Miliar Lebih

Surat Penumpang Titanic Tertanggal 10 April 1912 Diperkirakan Terjual Rp1 Miliar Lebih

July 22, 2026
Trump Bagikan Ilustrasi AI Elang Emas untuk HUT Ke-250 Amerika Serikat

Trump Sebut Dugaan Pelanggaran Data Pemilu oleh China Tak Lagi Jadi Isu Utama

July 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved