• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Usai Malaysia dan Singapura, Kabut Asap Karhutla RI Capai Brunei dan Filipina

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 1, 2026
in News
0
Usai Malaysia dan Singapura, Kabut Asap Karhutla RI Capai Brunei dan Filipina

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia mulai berdampak ke sejumlah negara tetangga. Setelah Malaysia dan Singapura, Brunei Darussalam serta Filipina melaporkan kondisi udara yang memburuk.

Kementerian Kesehatan Brunei pada Minggu, 31 Agustus 2026, memperingatkan masyarakat mengenai potensi gangguan kesehatan akibat kondisi berkabut. Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, iritasi mata, dan pilek.

Kemenkes Brunei mengimbau kelompok rentan seperti penderita asma, penyakit paru paru dan jantung, ibu hamil, anak anak, serta lansia mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga dengan gejala pernapasan yang menetap atau memburuk juga diminta segera mencari perawatan medis.

Berdasarkan laporan Asia News Network, citra satelit Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASMC mendeteksi 514 titik panas di Kalimantan pada 27 Agustus 2026. Jumlahnya meningkat menjadi 1.734 titik pada 28 Agustus dan 1.180 titik pada 29 Agustus.

Sebagian besar titik panas tersebut berada di wilayah barat Kalimantan, terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Angin barat daya kemudian membawa kabut asap dari wilayah tersebut menuju Brunei.

Meski mengalami kondisi berkabut, indeks standar polutan atau PSI di Brunei masih berada pada kategori baik hingga sedang. Angka tertinggi pada 30 Agustus tercatat di Brunei Muara sebesar 73, disusul Tutong 70, Temburong 63, dan Belait 50.

Dampak serupa juga dilaporkan Filipina. Biro Manajemen Lingkungan Filipina menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah Metro Manila berada pada level sangat tidak sehat hingga sangat tidak sehat akut.

Otoritas Filipina mengaitkan tingginya kadar PM2.5 dengan kabut asap dari kebakaran yang berlangsung di Kalimantan. Asap tersebut diduga terbawa angin menuju wilayah Filipina.

Kondisi itu turut berdampak pada aktivitas pendidikan di Kota Quezon. Pemerintah setempat menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka di seluruh sekolah negeri dan mengimbau sekolah swasta menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Sebelumnya, Malaysia dan Singapura juga telah melaporkan dampak kabut asap dari karhutla Indonesia. Di Sarawak, Malaysia, indeks polusi udara bahkan sempat mencapai 476 pada pagi 31 Agustus, yang masuk kategori berbahaya.

Penyebaran asap lintas negara kembali menunjukkan bahwa karhutla di Indonesia tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di wilayah terdampak langsung. Arah angin dan kondisi atmosfer membuat polusi udara dapat bergerak hingga ke negara negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: Brunei DarussalamFilipinakabut asapkalimantanKarhutla Indonesia

Related Posts

Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

by Desti Dwi Natasya
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan China dan Filipina kembali menjadi sorotan setelah Beijing menuduh seorang politikus Filipina menghambat keikutsertaan Menteri Pertahanannya...

Singapura dan Malaysia Kritik Karhutla, Dasco Beri Tanggapan

Singapura dan Malaysia Kritik Karhutla, Dasco Beri Tanggapan

by Hidayat Taufik
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kritik sejumlah negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia, terkait kebakaran...

Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Delapan perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia memenuhi panggilan sejumlah pejabat Singapura pada Rabu (28/10/2026). Para eksekutif...

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Singapura telah mengidentifikasi 10 perusahaan Indonesia yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang...

Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

November 1, 2026
Manicure - pexels/Viktorya Sergeeva

Keamanan Manicure dan Pedicure, Pentingnya Kebersihan Salon Kuku

November 1, 2026
Deklarasi Mahasiswa Jadi Polemik, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

Deklarasi Mahasiswa Jadi Polemik, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

November 1, 2026
Dahnil Sebut Masyarakat Nonmuslim Bisa Menjadi Petugas Haji

Dahnil Sebut Masyarakat Nonmuslim Bisa Menjadi Petugas Haji

November 1, 2026
Kismis - pexels/Yusuf Çelik

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kismis dan Plum Kering? Ini Penjelasannya Dari Ahli

November 1, 2026
Susu Kedelai - pexels/Polina Tankilevitch

4 Protein Nabati yang dipercaya Dapat Menjaga Kesehatan Tulang

November 1, 2026
Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

November 1, 2026
Jalan Kaki - pexels/Ihsan Adityawarman

Jalan Kaki Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Baik untuk Mengelola Gula Darah?

November 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved