• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 3, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejarah ilmu ekonomi menunjukkan bahwa teori ekonomi terus berkembang mengikuti perubahan masyarakat dan berbagai krisis yang terjadi. Hal itu disampaikan Ferry saat membahas perjalanan pemikiran ekonomi dari era Adam Smith hingga krisis finansial 2008.

“Artinya ekonomi, ilmu ekonomi itu bukan teori pasti, Teman-teman. Sifatnya analisis, menyesuaikan konteksnya, menyesuaikan situasinya, menyesuaikan masyarakatnya,” kata Ferry, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Kamis (3/9/2026).

Ferry menjelaskan, istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikonomia, yang berkaitan dengan cara mengatur rumah tangga. Namun jauh sebelum ekonomi menjadi sebuah disiplin ilmu, manusia telah melakukan aktivitas ekonomi melalui barter, pemenuhan kebutuhan, hingga penggunaan alat tukar.

Memasuki abad ke 18, Adam Smith menjadi salah satu tokoh penting dalam pembentukan ilmu ekonomi modern. Melalui bukunya The Wealth of Nations yang terbit pada 1776, Smith membahas antara lain pembagian kerja, produktivitas, dan mekanisme pasar.

Menurut Ferry, pemikiran Smith banyak menekankan bagaimana kepentingan individu dapat bekerja melalui mekanisme pasar. Konsep tersebut kemudian dikenal melalui istilah invisible hand, yang menggambarkan peran permintaan dan penawaran dalam mengatur aktivitas ekonomi.

Pemikiran Smith kemudian mendapat kritik dari Karl Marx. Ferry menjelaskan, Marx menyoroti perkembangan kapitalisme dan persoalan hubungan antara modal dengan tenaga kerja yang muncul dalam sistem produksi berbasis modal.

Perubahan besar dalam pemikiran ekonomi terjadi setelah Great Depression pada 1929. Krisis tersebut menunjukkan bahwa pengangguran dan lemahnya permintaan dapat terjadi dalam skala besar, sehingga muncul pemikiran John Maynard Keynes mengenai pentingnya permintaan agregat dan intervensi pemerintah.

Ferry menjelaskan, Keynes melihat pemerintah perlu mengambil peran ketika perekonomian mengalami krisis. Bentuknya dapat berupa belanja pemerintah, pemberian insentif, hingga pembukaan lapangan kerja untuk menjaga perputaran uang dalam perekonomian.

Pemikiran Keynes kemudian menghadapi tantangan ketika dunia mengalami stagflasi pada era 1970 an. Kondisi tersebut memperlihatkan situasi ketika inflasi dan pengangguran sama sama tinggi, sehingga pendekatan ekonomi sebelumnya tidak cukup menjelaskan seluruh persoalan.

Perkembangan berikutnya melahirkan berbagai pendekatan baru, termasuk neoliberalisme dan behavioral economics. Behavioral economics menunjukkan bahwa keputusan ekonomi manusia tidak selalu sepenuhnya rasional seperti yang diasumsikan dalam sebagian teori ekonomi sebelumnya.

Ferry juga menyinggung krisis finansial Amerika Serikat pada 2008 yang berkaitan dengan masalah subprime mortgage. Respons pemerintah melalui kebijakan belanja kembali menunjukkan bahwa intervensi negara dapat menjadi salah satu instrumen ketika ekonomi mengalami guncangan besar.

Ia kemudian memberikan contoh kebijakan ekonomi dalam kehidupan sehari hari, mulai dari bantuan langsung, program makanan bergizi, hingga harga masker saat pandemi COVID 19. Menurut Ferry, kebijakan tidak cukup dinilai dari konsep teorinya, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dijalankan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Makanya ngomong ekonomi itu tidak akan bisa selalu populer,” ujar Ferry.

Ferry menjelaskan, ketika kebutuhan terhadap suatu barang meningkat sementara barang pengganti sulit ditemukan, perubahan harga dapat terjadi karena permintaan yang relatif tidak elastis. Kondisi tersebut salah satunya terlihat pada harga masker ketika pandemi COVID 19.

Ia juga mencontohkan persoalan minyak goreng dan rokok ilegal untuk menunjukkan bagaimana kebijakan dapat memunculkan respons lain dari pelaku ekonomi. Menurutnya, kebijakan ekonomi perlu mempertimbangkan perilaku masyarakat, mekanisme pasar, serta dampak turunannya.

“Segitu rumitnya ketika kita ngebahas ekonomi suatu negara,” kata Ferry. Karena itu, menurutnya, kebijakan ekonomi perlu dikaji secara teknokratis dengan mempertimbangkan kondisi nyata, bukan sekadar mengejar kebijakan yang terlihat populer.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Adam SmithEkonomi IndonesiaFerryilmu ekonomiKeynes

Related Posts

Di Tengah Gejolak Global, US$400 Juta Modal Asing Masuk Indonesia

Di Tengah Gejolak Global, US$400 Juta Modal Asing Masuk Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masih masuk ke Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Hingga...

Rupiah Dibuka Merah, Sentuh Rp17.731 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Merah, Sentuh Rp17.731 per Dolar AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Rupiah berada di level Rp17.731 per dolar AS....

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

OJK Survei 99 Bank, Hasilnya Perbankan RI Masih Optimistis

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan optimisme memasuki kuartal III 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Survei Orientasi Bisnis...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Tertekan, Ditutup di Level Rp17.547 per Dolar AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 10 September 2026 sore....

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ekonomi sering dipahami sebagai ilmu yang berkaitan dengan uang, finance, atau hitung hitungan keuangan. Namun, Ferry Irwandi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggantung Handuk - pexels/https://kaboompics.com/

4 Tanda Sudah Saatnya Ganti Handuk Baru

September 26, 2026
OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

OJK Dorong Peternak Ayam Jabar Tembus Pasar Global

September 26, 2026
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

LRT Kelapa Gading-Manggarai Diserbu, 100.343 Penumpang dalam 10 Hari

September 26, 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.

ESDM Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

September 25, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Ternyata Segini Hadiah Juara Liga 1

September 27, 2026
Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

September 27, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Jonatan Christie Tembus Perempatfinal Asian Games

September 27, 2026
Herbalife Run 2026 Diikuti 6.000 Peserta

Herbalife Run 2026 Diikuti 6.000 Peserta

September 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved