• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 21, 2026
in Nasional
0
Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah Filipina dan China saling tuding terkait bentrokan di Second Thomas Shoal pada Senin (20/7/2026). Insiden tersebut terjadi ketika para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Manila.

Militer Filipina menuding personel Penjaga Pantai China menyerang seorang awak angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu hingga mengenai bagian kepala. Insiden disebut terjadi ketika kapal China mendekati BRP Sierra Madre, kapal perang yang telah dikandaskan dan dijadikan pos militer Filipina di wilayah tersebut.

Menurut Angkatan Bersenjata Filipina, kapal Penjaga Pantai China yang membawa delapan personel mendekati BRP Sierra Madre untuk mengambil foto dan merekam video. Situasi kemudian memanas ketika dua kapal karet Filipina berupaya mengusir kapal tersebut.

Filipina menyebut personel China merespons secara keras dan agresif dengan memukul personel angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu. Militer Filipina kemudian mendesak Beijing menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional.

China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kapal Filipina justru mengabaikan peringatan serta mendekati kapal patroli China secara berbahaya. Beijing mengeklaim personel Filipina menjadi pihak pertama yang melakukan serangan menggunakan dayung, tongkat kayu, dan peralatan lainnya.

Pada Selasa (21/7/2026), Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah memanggil Duta Besar Filipina untuk menyampaikan protes resmi. Beijing menyebut insiden tersebut sebagai provokasi dan serangan yang disengaja oleh Manila di Ren’ai Reef, nama yang digunakan China untuk menyebut Second Thomas Shoal.

Amerika Serikat mengecam tindakan China yang disebut sebagai perilaku berbahaya dan agresif terhadap personel angkatan laut Filipina. Washington menilai pola tindakan Beijing terhadap operasi maritim Filipina dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

Australia juga menyampaikan kecaman terhadap insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut tindakan China sebagai perilaku yang membahayakan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Filipina menyatakan tindakan kekerasan terhadap personel angkatan lautnya tidak dapat diterima dan membutuhkan langkah diplomatik. Manila menegaskan Second Thomas Shoal berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina sejauh 200 mil laut.

China sendiri masih mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim tersebut telah ditolak dalam putusan arbitrase internasional pada 2016 yang menyatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan ini menjadi perhatian karena terjadi saat pertemuan ASEAN berlangsung di Manila. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Rubio sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu Wang Yi di sela-sela pertemuan. Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Asia Tenggara dan memperingatkan risiko jika kawasan perairan tersebut berada di bawah kendali kekuatan yang menggunakan perdagangan sebagai senjata geopolitik.

Bentrokan terbaru ini turut memunculkan keraguan terhadap upaya ASEAN dan China mencapai Code of Conduct di Laut China Selatan. Di tengah sengketa maritim, ASEAN juga menghadapi persoalan lain terkait masa depan Myanmar dalam organisasi regional tersebut.

Thailand kembali mendorong agar Myanmar sepenuhnya dilibatkan dalam forum ASEAN. Namun, Malaysia masih menolak normalisasi hubungan di tingkat tinggi selama penindasan di Myanmar masih berlangsung.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: aseanChinaFilipinaLaut China SelatanSecond Thomas Shoal

Related Posts

badai muson Habagat Filipina

Badai Muson Habagat Tewaskan 8 Orang di Filipina, 1 Warga Masih Hilang

by Desti Dwi Natasya
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badai muson barat daya atau Habagat melanda sejumlah wilayah Filipina dan menyebabkan delapan orang meninggal dunia serta...

8 Minuman Cola Lokal Yang Menyaingi Coca-Cola Di Berbagai Negara

Sanksi Baru AS-China Warnai Persiapan Pertemuan Trump dan Xi Jinping

by Zahra Zahwa
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan Amerika Serikat dan China kembali memanas menjelang rencana kunjungan Xi Jinping ke AS bulan depan. Jalan...

Hadapi Ancaman China, Presiden Taiwan Jalani Evakuasi Darurat dalam Latihan Militer

Hadapi Ancaman China, Presiden Taiwan Jalani Evakuasi Darurat dalam Latihan Militer

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Taiwan menggelar latihan militer terbesar tahunannya sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi konflik dengan China. Dalam latihan...

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat produksi dan distribusi protein di Asia Tenggara. Besarnya pasar domestik,...

Ariana Grande Akan Mengurangi Penampilan Publik Setelah Menyelesaikan Tur

Alexandra Eala Menangi DC Open dan Ukir Sejarah bagi Tenis Filipina

by Zahra Zahwa
August 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Petenis Filipina Alexandra Eala mencetak sejarah dengan meraih gelar WTA Tour pertamanya. Ia menjadi pemain pertama dari...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPK Periksa Dugaan Korupsi CSR Bank BJB, Kasus Iklan Masih Berjalan

KPK Periksa Dugaan Korupsi CSR Bank BJB, Kasus Iklan Masih Berjalan

August 13, 2026
MPR Tegas: Sidang Tahunan 14 Agustus Tanpa Lagu Pemicu Joget

MPR Tegas: Sidang Tahunan 14 Agustus Tanpa Lagu Pemicu Joget

August 13, 2026
7 Rekomendasi Camilan Sehat yang Baik untuk Penceranaan

7 Rekomendasi Camilan Sehat yang Baik untuk Penceranaan

August 13, 2026
YouTube Perketat Aturan Monetisasi Konten Seperti Ini Bisa Sulit Dapat Uang

YouTube Perketat Aturan Monetisasi Konten Seperti Ini Bisa Sulit Dapat Uang

August 13, 2026
Ini Kota Terbahagia di Dunia, Penduduknya Punya Kualitas Hidup yang Terjamin

Ini Kota Terbahagia di Dunia, Penduduknya Punya Kualitas Hidup yang Terjamin

August 13, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

August 13, 2026
Karoline Leavitt

Karoline Leavitt Mundur dari Sekretaris Pers Gedung Putih, Pilih Fokus pada Keluarga

August 13, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026

India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Pilih Hadapi Brasil

August 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved