• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 21, 2026
in Nasional
0
Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah Filipina dan China saling tuding terkait bentrokan di Second Thomas Shoal pada Senin (20/7/2026). Insiden tersebut terjadi ketika para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Manila.

Militer Filipina menuding personel Penjaga Pantai China menyerang seorang awak angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu hingga mengenai bagian kepala. Insiden disebut terjadi ketika kapal China mendekati BRP Sierra Madre, kapal perang yang telah dikandaskan dan dijadikan pos militer Filipina di wilayah tersebut.

Menurut Angkatan Bersenjata Filipina, kapal Penjaga Pantai China yang membawa delapan personel mendekati BRP Sierra Madre untuk mengambil foto dan merekam video. Situasi kemudian memanas ketika dua kapal karet Filipina berupaya mengusir kapal tersebut.

Filipina menyebut personel China merespons secara keras dan agresif dengan memukul personel angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu. Militer Filipina kemudian mendesak Beijing menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional.

China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kapal Filipina justru mengabaikan peringatan serta mendekati kapal patroli China secara berbahaya. Beijing mengeklaim personel Filipina menjadi pihak pertama yang melakukan serangan menggunakan dayung, tongkat kayu, dan peralatan lainnya.

Pada Selasa (21/7/2026), Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah memanggil Duta Besar Filipina untuk menyampaikan protes resmi. Beijing menyebut insiden tersebut sebagai provokasi dan serangan yang disengaja oleh Manila di Ren’ai Reef, nama yang digunakan China untuk menyebut Second Thomas Shoal.

Amerika Serikat mengecam tindakan China yang disebut sebagai perilaku berbahaya dan agresif terhadap personel angkatan laut Filipina. Washington menilai pola tindakan Beijing terhadap operasi maritim Filipina dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

Australia juga menyampaikan kecaman terhadap insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut tindakan China sebagai perilaku yang membahayakan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Filipina menyatakan tindakan kekerasan terhadap personel angkatan lautnya tidak dapat diterima dan membutuhkan langkah diplomatik. Manila menegaskan Second Thomas Shoal berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina sejauh 200 mil laut.

China sendiri masih mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim tersebut telah ditolak dalam putusan arbitrase internasional pada 2016 yang menyatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan ini menjadi perhatian karena terjadi saat pertemuan ASEAN berlangsung di Manila. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Rubio sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu Wang Yi di sela-sela pertemuan. Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Asia Tenggara dan memperingatkan risiko jika kawasan perairan tersebut berada di bawah kendali kekuatan yang menggunakan perdagangan sebagai senjata geopolitik.

Bentrokan terbaru ini turut memunculkan keraguan terhadap upaya ASEAN dan China mencapai Code of Conduct di Laut China Selatan. Di tengah sengketa maritim, ASEAN juga menghadapi persoalan lain terkait masa depan Myanmar dalam organisasi regional tersebut.

Thailand kembali mendorong agar Myanmar sepenuhnya dilibatkan dalam forum ASEAN. Namun, Malaysia masih menolak normalisasi hubungan di tingkat tinggi selama penindasan di Myanmar masih berlangsung.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: aseanChinaFilipinaLaut China SelatanSecond Thomas Shoal

Related Posts

Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

China Batasi Rekrutmen PNS, Lulusan Kampus Asing Tak Bisa Daftar

by Desti Dwi Natasya
November 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China memperketat akses lulusan universitas luar negeri untuk mengikuti program rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) elite pada...

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemboikotan siaran Liga Spanyol oleh China masih berlangsung menyusul kontroversi candaan Kylian Mbappe yang menyinggung tokoh nasional...

Transisi Energi ASEAN Butuh Modal Besar, Investasi Rp7.252 Triliun per Tahun Disiapkan

Transisi Energi ASEAN Butuh Modal Besar, Investasi Rp7.252 Triliun per Tahun Disiapkan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Negara-negara di kawasan ASEAN diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$400 miliar atau setara Rp7.252 triliun per tahun untuk...

Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

by Desti Dwi Natasya
October 30, 2026
0

JAKART, Cobisnis.com – Pemerintah China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Partai Komunis China dan...

Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

by Desti Dwi Natasya
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan China dan Filipina kembali menjadi sorotan setelah Beijing menuduh seorang politikus Filipina menghambat keikutsertaan Menteri Pertahanannya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Banyak Disasar Aktivitas Siber

November 8, 2026
Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

November 8, 2026
128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

128 Bank di Jepang Lumpuh, Gangguan Siber Juga Hantui Perbankan Dunia

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

November 9, 2026
Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

Nusantara Luxury Exchange, Upaya Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi

November 8, 2026
Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

Deretan Mantan Kapolri yang Hadiri Pertemuan Bersama Prabowo di Hambalang

November 8, 2026
Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

Duel Sengit di Lap Terakhir, Veda Pratama Sukses Rebut Posisi Keempat!

November 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved