• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 21, 2026
in Nasional
0
Pertemuan ASEAN Dibayangi Ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah Filipina dan China saling tuding terkait bentrokan di Second Thomas Shoal pada Senin (20/7/2026). Insiden tersebut terjadi ketika para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Manila.

Militer Filipina menuding personel Penjaga Pantai China menyerang seorang awak angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu hingga mengenai bagian kepala. Insiden disebut terjadi ketika kapal China mendekati BRP Sierra Madre, kapal perang yang telah dikandaskan dan dijadikan pos militer Filipina di wilayah tersebut.

Menurut Angkatan Bersenjata Filipina, kapal Penjaga Pantai China yang membawa delapan personel mendekati BRP Sierra Madre untuk mengambil foto dan merekam video. Situasi kemudian memanas ketika dua kapal karet Filipina berupaya mengusir kapal tersebut.

Filipina menyebut personel China merespons secara keras dan agresif dengan memukul personel angkatan laut Filipina menggunakan tongkat kayu. Militer Filipina kemudian mendesak Beijing menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional.

China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kapal Filipina justru mengabaikan peringatan serta mendekati kapal patroli China secara berbahaya. Beijing mengeklaim personel Filipina menjadi pihak pertama yang melakukan serangan menggunakan dayung, tongkat kayu, dan peralatan lainnya.

Pada Selasa (21/7/2026), Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah memanggil Duta Besar Filipina untuk menyampaikan protes resmi. Beijing menyebut insiden tersebut sebagai provokasi dan serangan yang disengaja oleh Manila di Ren’ai Reef, nama yang digunakan China untuk menyebut Second Thomas Shoal.

Amerika Serikat mengecam tindakan China yang disebut sebagai perilaku berbahaya dan agresif terhadap personel angkatan laut Filipina. Washington menilai pola tindakan Beijing terhadap operasi maritim Filipina dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

Australia juga menyampaikan kecaman terhadap insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut tindakan China sebagai perilaku yang membahayakan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Filipina menyatakan tindakan kekerasan terhadap personel angkatan lautnya tidak dapat diterima dan membutuhkan langkah diplomatik. Manila menegaskan Second Thomas Shoal berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina sejauh 200 mil laut.

China sendiri masih mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim tersebut telah ditolak dalam putusan arbitrase internasional pada 2016 yang menyatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.

Ketegangan ini menjadi perhatian karena terjadi saat pertemuan ASEAN berlangsung di Manila. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

Rubio sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu Wang Yi di sela-sela pertemuan. Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Asia Tenggara dan memperingatkan risiko jika kawasan perairan tersebut berada di bawah kendali kekuatan yang menggunakan perdagangan sebagai senjata geopolitik.

Bentrokan terbaru ini turut memunculkan keraguan terhadap upaya ASEAN dan China mencapai Code of Conduct di Laut China Selatan. Di tengah sengketa maritim, ASEAN juga menghadapi persoalan lain terkait masa depan Myanmar dalam organisasi regional tersebut.

Thailand kembali mendorong agar Myanmar sepenuhnya dilibatkan dalam forum ASEAN. Namun, Malaysia masih menolak normalisasi hubungan di tingkat tinggi selama penindasan di Myanmar masih berlangsung.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: aseanChinaFilipinaLaut China SelatanSecond Thomas Shoal

Related Posts

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan setelah dampak kabut asap dilaporkan meluas hingga sejumlah...

Jepang mengkaji kemungkinan memiliki kapal selam bertenaga nuklir di tengah meningkatnya aktivitas militer China dan pembaruan dokumen pertahanan.

Jepang Serius Kaji Kepemilikan Kapal Selam Nuklir

by Desti Dwi Natasya
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jepang mempertimbangkan kemungkinan memiliki kapal selam bertenaga nuklir di tengah meningkatnya aktivitas militer China di kawasan Pasifik...

Singapura siap membantu Indonesia mengatasi karhutla dan dampak kabut asap, sekaligus mendorong kerja sama regional untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Singapura Tawarkan Bantuan untuk Atasi Kabut Asap Indonesia

by Desti Dwi Natasya
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura menyatakan kesiapan membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara,...

FBI Tangkap Perempuan yang Diduga Menguntit Keluarga Presiden Taiwan

FBI Tangkap Perempuan yang Diduga Menguntit Keluarga Presiden Taiwan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI menangkap Wanying Zhang alias Heather, perempuan berusia 34 tahun yang...

Laporan Palsu Buatan AI Nyaris Bikin AS dan China Terlibat Konflik

Laporan Palsu Buatan AI Nyaris Bikin AS dan China Terlibat Konflik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penggunaan artificial intelligence atau AI dalam analisis militer Amerika Serikat nyaris memicu konflik dengan China. Sebuah laporan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Rio Ngumoha Ungkap Peran Baru di Liverpool

Dijuluki Iron Man, Eliano Reijnders Siap Terus Bela Persib

October 19, 2026
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

October 19, 2026
Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

October 19, 2026
Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

October 19, 2026
BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

October 19, 2026
Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka terkait serangan terhadap Wali Kota Prancis Bernard Baudoux dan fotografer AS Heidi Levine di Tepi Barat.

Israel Tangkap 10 Tersangka Serangan di Tepi Barat

October 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved