JAKARTA, Cobisnis.com – Saat sedang bersantai dan berisirahat dari kegiatan, ngemil adalah salah satu solusi untuk meningkatkan mood serta mengurangi rasa kantuk.
Selain menahan rasa lapar, makan camilan juga dapat memengaruhi produktivitas juga, lho! Maka dari itu, pilihlah camilan sehat yang juga baik untuk kesehatan pencernaan.
Menjaga kesehatan pencernaan bukan hanya tentang mengonsumsi makanan yang sehat, tetapi juga penting untuk mengonsumsi berbagai macam makanan nabati setiap hari, serta meminimalkan asupan makanan olahan dan tidak bergizi seperti makanan gorengan dan cepat saji, kue, camilan manis, dan minuman manis.
Karena sebagian besar dari kita juga menyukai camilan, memilih camilan yang mendukung kesehatan usus sangat penting, daripada mengambil sebungkus biskuit atau keripik olahan atau minuman manis seperti yang sering kita lakukan, terutama saat ngemil.
Dikutip dari Health, Kamis (13/08/2026), berikut ini rekomendasi camilan sehat yang dapat menjaga kesehatan usus dan pencernaan. Yuk, disimak!
1. Yogurt
Secara umum, yogurt adalah makanan yang diproses seminimal mungkin dan memiliki banyak manfaat nutrisi, termasuk protein, kalsium, dan magnesium.
Yogurt kaya akan probiotik, bakteri baik hidup yang mendukung mikrobioma usus. Tambahkan granola untuk serat dan beri topping buah untuk nutrisi dan antioksidan tambahan.
2. Buah beri dan keju cottage
Buah-buahan beri seperti blueberry, raspberry , dan stroberi kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Buah-buahan ini juga mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang mendukung kesehatan usus.
Senyawa antioksidan dalam buah beri menurunkan kadar protein pro-inflamasi dan melindungi dari kerusakan sel. Bahkan, ada sebuah penelitian mengatakan, konsumsi buah beri telah terbukti membantu melindungi terhadap kanker usus besar dan kanker lambung.
Selain itu, keju cottage adalah makanan olahan susu fermentasi yang mengandung probiotik.
3. Apel dan selai kacang
Apel mengandung pektin, yaitu serat larut yang mendukung pertumbuhan bakteri anti-inflamasi seperti Faecalibacterium prausnitzii.
Pektin juga meningkatkan fungsi penghalang usus. Penghalang usus memungkinkan penyerapan nutrisi dan air. Selain itu, apel juga melindungi dari bakteri dan racun berbahaya.
Tips mengonsunsi apel menjadi camilan, yaitu dipadukan dengan selai kacang yang kaya akan protein dan lemak.
4. Edamame
Edamame tidak hanya sangat tinggi protein, tetapi juga sangat tinggi serat. Selain itu, edamame juga memiliki asam amino esensial yang meningkatkan pertumbuhan bakteri probiotik seperti Lactobacilli dan Bifidobacteria.
Kamu bisa mengonsumsi edamame dengan berbagai cara, bisa direbus, dipanggang dengan dibumbui sedikit garam.
5. Pistachio
Pistachio kaya akan serat, dengan 10 persen serat tidak larut dan 0,3 persen serat larut berdasarkan beratnya. Serat ini dapat mendorong bakteri baik dalam usus yang menghasilkan SCFAs, seperti butirat.
6. Overnight oats
Oat mengandung sejenis serat larut yang disebut beta-glukan. Bakteri usus dengan mudah memfermentasi beta-glukan, yang menghasilkan SCFAs (asam lemak rantai pendek) yang bermanfaat bagi usus.
Oat telah terbukti meningkatkan pertumbuhan Bifidobacterium dan Lactobacillus pada orang sehat, serta pada mereka yang menderita penyakit pencernaan seperti penyakit celiac.
Kamu bisa membuat overnight oats dalam jumlah banyak agar selalu memiliki camilan yang baik untuk pencernaan. Tambahkan buah, biji-bijian, atau kacang-kacangan sebagai toppingnya.
7. Puding chia
Biji chia mengandung serat dan polifenol antioksidan serta anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini dapat mengendalikan peradangan usus.
Biji chia juga merupakan sumber seng. Mineral ini cenderung rendah pada orang yang menderita penyakit pencernaan seperti penyakit radang usus.












