JAKARTA, Cobisnis.com – Apakah kamu sedang dalam proses menurunkan berat badan dan diet ketat menjaga pola makan?
Kalau iya, selain menjaga pola makan, berolahraga menjadi salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan. Beberapa orang memilih olahraga yang mereka sukai, misalnya pergi ke gym, yoga, jogging atau bersepeda.
Tetapi begitu kamu menimbang berat badan, angka yang terpampang di timbangan menolak untuk bergerak, membuat kamu kecewa dan bertanya-tanya bagaimana bisa kamu sudah berolahraga dan diet ketat tetapi berat badan tidak turun juga?
Pasti kamu banyak bertanya-tanya, usaha sudah ada, konsistensi berolahraga juga sudah dilakukan. Kenapa tidak ada kemajuan?
Dilansir dari laman India Today, Jumat (17/07/2026), jawabannya seringkali terletak pada kebiasaan sehari-hari, kebiasaan kecil yang hampir tak terlihat yang tidak sadari. Penurunan berat badan bukan hanya tentang berkeringat di gym atau melakukan pose di atas matras yoga.
Hal itu juga dipengaruhi oleh apa yang kamu lakukan dalam sehari, bagaimana kamu makan, bergerak, tidur, ngemil, dan bahkan bagaimana kamu mengelola stres.
Pilihan-pilihan yang tampaknya sepele ini diam-diam akan menumpuk dan dapat memengaruhi angka yang muncul di timbangan kamu, lho!
Banyak orang berasumsi bahwa berkeringat saat berolahraga berarti mereka membakar sejumlah besar kalori. Namun, kepercayaan ini sebagian besar adalah mitos, karena olahraga sering kali membakar kalori jauh lebih sedikit daripada yang kita duga.
Dr. Vipul Lunawat pakar kebugaran dan pendiri sekaligus direktur Institut Ilmu dan Teknologi Olahraga menyampaikan bahwa olahraga itu bermanfaat, tetapi pengeluaran kalori sering kali dilebih-lebihkan.
“Soal penurunan berat badan, kita sering berasumsi bahwa olahraga yang berat akan membakar kalori dalam jumlah yang signifikan. Namun kenyataannya, tubuh kita lebih pintar dari yang kita kira,” katanya.
Meskipun bukan berarti harus berhenti berolahraga sama sekali, fokuslah untuk membuat latihan lebih efisien.
Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mencoba latihan kekuatan, yaitu dengan membangun otot, kamu juga dapat meningkatkan tingkat metabolisme basal, membantu tubuh membakar lebih banyak kalori saat istirahat.
Nah, kebanyakan orang yang berolahraga secara teratur juga sangat memperhatikan apa yang mereka makan. Tapi masalahnya, makan sehat tidak selalu berarti makan yang ramah untuk menurunkan berat badan, bukan?
Sementara menurut Edwina Raj, kepala layanan nutrisi klinis dan dietetika, Rumah Sakit Aster CMI, Bengaluru, India menjelaskan banyak makanan sehat seperti kacang-kacangan, alpukat, smoothie, dan buah kering memiliki kalori tinggi.
“Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan tersebut dapat memperlambat penurunan berat badan meskipun bergizi,” ungkapnya.
Selain berolahraga dan mengatur pola makan, lalu bagaomana kebiasaan tidur kamu? Pola tidur kamu juga menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi dalam penurunan berat badan, lho!
Kata Raj, ketika seseorang kurang tidur, tubuh diam-diam bekerja melawan. Hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang menjadi tidak seimbang, membuat kamu merasa lebih lapar dari biasanya dan menginginkan makanan manis atau berlemak tinggi. Kurang tidur juga meningkatkan stres yang dapat memperlambat penurunan lemak.
“Jika kamu merasa terasa sangat lelah berarti kamu kurang bergerak sepanjang hari dan merasa jauh kurang termotivasi untuk berolahraga. Kurang tidur bahkan dapat memengaruhi cara tubuh menangani insulin, sehingga mendorong penimbunan lemak,” jelasnya.













