• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

PPN 12 Persen dan Dampaknya pada Daya Beli Masyarakat

Saeful Imam by Saeful Imam
May 13, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
PPN 12 Persen dan Dampaknya pada Daya Beli Masyarakat

dampak PPN pada daya beli masyarakat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Pemerintah perlu merenungkan kembali rencana kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen pada tahun 2025.

Menurut Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, peningkatan ini harus dipertimbangkan dengan cermat berdasarkan situasi ekonomi terkini.

Namun, menurutnya, saat ini dan masa depan belum tepat untuk menerapkan kenaikan PPN.

Meskipun tahun 2024 didukung oleh momentum Pemilu, Ramadan, dan persiapan Lebaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I hanya mencapai 5,11 persen, di bawah asumsi sebelumnya.

Hal ini menunjukkan penurunan daya beli yang nyata.

Daya beli masyarakat terbukti tertahan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang hanya mencapai 4,9 persen pada kuartal I 2024.

Menurut Eko, meskipun tanda-tanda kenaikan PPN belum tampak, namun ada indikasi bahwa konsumsi sudah mulai melambat.

Oleh karena itu, menurutnya, rencana kenaikan PPN tahun depan berpotensi menghambat target pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 juga terpengaruh oleh PHK di berbagai sektor, serta kondisi nilai tukar yang melesat di atas asumsi dalam APBN 2025.

Dengan rupiah yang melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp 16.047 per dolar AS menurut data Bloomberg pada tanggal 8 Mei, kenaikan PPN dapat menjadi sebuah kesalahan dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, penilaian ulang terhadap rencana kenaikan PPN sangat penting mengingat kondisi ekonomi yang masih rapuh. Keputusan ini harus mempertimbangkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat serta potensi penurunan pertumbuhan ekonomi yang lebih lanjut.

Tags: daya beli masyarakatIndefppn 12 persen

Related Posts

Pembiayaan Kendaraan Tumbuh, BSI OTO Catat Kenaikan 14,60%

Pembiayaan Kendaraan Tumbuh, BSI OTO Catat Kenaikan 14,60%

by Dwi Natasya
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tren pembelian kendaraan bermotor di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini tercermin dari kinerja pembiayaan PT Bank...

Mandiri Institute: Kelas Menengah Dorong Lonjakan Belanja Ramadan 2026

Mandiri Institute: Kelas Menengah Dorong Lonjakan Belanja Ramadan 2026

by Dwi Natasya
April 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mandiri Institute mencatat konsumsi masyarakat meningkat selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Peningkatan ini menunjukkan ketahanan daya beli...

Isu MBG Dongkrak Harga Pangan Dinilai Keliru, Pengamat Soroti Dampak Positif bagi Petani dan Tenaga Kerja

Pendiri INDEF Nilai Dampak Program MBG Tak Biasa, Dorong Arah Baru Ekonomi Nasional

by Dwi Natasya
December 31, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hampir satu tahun dinilai membawa dampak yang melampaui program...

Damri Pastikan Tiket Transportasi Umum Tak Kena PPN 12 Persen

Damri Pastikan Tiket Transportasi Umum Tak Kena PPN 12 Persen

by Farida Ratnawati
December 24, 2024
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktur Utama (Dirut) Perum Damri Setia N Milatia Moemin memastikan, harga tiket transportasi umum tidak dikenakan pajak...

Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,17% pada Kuartal Pertama 2024

Kenaikan PPN Menjadi 12 Persen Akan Diberlakukan Tahun Depan

by Saeful Imam
November 15, 2024
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

June 26, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Dr. Suardi: Penyelesaian Damai Kasus BNI Parigi Sejalan dengan Hukum Privat

Dr. Suardi: Penyelesaian Damai Kasus BNI Parigi Sejalan dengan Hukum Privat

June 26, 2026
UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

June 26, 2026
Pakar Peringatkan Risiko Kesehatan dari Kue Putu yang Dikukus dengan Pipa PVC

Pakar Peringatkan Risiko Kesehatan dari Kue Putu yang Dikukus dengan Pipa PVC

June 27, 2026
Wisata Jembatan Kaca Bromo Dibuka, Pengunjung Bisa Nikmati Pemandangan Tiga Gunung

Wisata Jembatan Kaca Bromo Dibuka, Pengunjung Bisa Nikmati Pemandangan Tiga Gunung

June 27, 2026
Gilberto Mora Catat Sejarah sebagai Pemain Termuda di Piala Dunia 2026

Gilberto Mora Catat Sejarah sebagai Pemain Termuda di Piala Dunia 2026

June 27, 2026
Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

June 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved