JAKARTA, Cobisnis.com – PLN Indonesia Power menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) South Pole AG Nadia Kaddouri, beserta jajaran di Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Jakarta (2/6). South Pole merupakan perusahaan konsultan iklim dan pengembang aset karbon global yang berkantor pusat di Zürich, Swiss.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi kedua perusahaan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan bisnis karbon dan dekarbonisasi guna mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Endang Astharanti, Direktur Manajemen Human Capital & Administrasi Ridho Hutomo, Direktur Pengembangan Bisnis & Niaga Julita Indah, serta Chief Executive Officer (CEO) South Pole Carbon AG Nadia Kaddouri bersama tim.
Pertemuan ini secara khusus membahas peluang kelanjutan monetisasi aset karbon pada PLTP Gunung Salak serta peluang pengembangan bisnis karbon di masa mendatang.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan untuk menyelaraskan langkah strategis dalam memaksimalkan nilai ekonomi dari aset karbon sekaligus mendukung pencapaian target transisi energi nasional.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan apresiasi atas kontribusi South Pole dalam mendukung pengembangan dan monetisasi aset karbon PLN Indonesia Power selama masa kerja sama yang telah berjalan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kolaborasi ke sektor-sektor baru yang mendukung agenda dekarbonisasi perusahaan.
“Kami mengapresiasi kontribusi South Pole dalam mendukung monetisasi aset karbon PLN Indonesia Power. Keberhasilan kerja sama ini menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan kemitraan perdagangan karbon PLTP Gunung Salak serta mengembangkan berbagai peluang kolaborasi di bidang dekarbonisasi dan energi bersih ke depan,” ujar Bernadus.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) South Pole Carbon AG Nadia Kaddouri menegaskan pentingnya Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam pengembangan bisnis karbon dan inisiatif keberlanjutan global.
Ia menyampaikan komitmen South Pole untuk menjajaki berbagai peluang di Indonesia bersama PLN Indonesia Power melalui kolaborasi yang adaptif pada penciptaan dampak jangka panjang.
“Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam upaya global menuju pembangunan berkelanjutan dan transisi energi rendah karbon. Di South Pole, kami berkomitmen penuh untuk memperluas upaya kolaboratif kami di negara ini, dengan menghadirkan berbagai solusi yang tidak hanya mendorong aksi iklim dan dekarbonisasi di tingkat nasional dan regional, tetapi juga mempercepat misi global kami dalam membangun masa depan yang positif bagi iklim. Kami sangat menghargai kesempatan bekerja sama dengan organisasi seperti PLN Indonesia Power yang memiliki kesamaan ambisi dalam mengembangkan solusi iklim berdampak besar untuk mendorong perubahan yang berarti.” ujar Nadia.
Selain membahas peluang kelanjutan pengembangan dan monetisasi saat ini untuk PLTP Gunung Salak, kedua pihak juga melakukan evaluasi terhadap capaian kemitraan yang telah berjalan serta mengeksplorasi potensi kolaborasi baru di bidang dekarbonisasi.
Diskusi tersebut mencakup berbagai peluang pengembangan bisnis karbon yang dapat mendukung inisiatif pengurangan emisi dan penguatan portofolio energi bersih PLN Indonesia Power.
Komitmen kerja sama antara PLN Indonesia Power dan South Pole dalam mengembangkan bisnis karbon dan solusi dekarbonisasi menjadi fondasi penting untuk mendukung agenda transisi energi nasional.
Dengan memadukan pengalaman global dan kapabilitas yang dimiliki kedua perusahaan, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan energi bersih, menciptakan nilai ekonomi dari aset karbon, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.













