JAKARTA, Cobisnis.com – Es doger menjadi salah satu minuman tradisional Indonesia yang masih mudah ditemukan, baik di pedagang kaki lima maupun sejumlah restoran sebagai hidangan penutup.
Minuman khas Jawa Barat ini dikenal dengan perpaduan es serut, santan, tape ketan hitam, roti, pacar cina, kelapa muda, dan sirup merah, dengan tambahan nangka atau alpukat pada sejumlah sajian.
Di balik kepopulerannya, nama es doger ternyata memiliki cerita tersendiri dan diyakini berasal dari sebuah singkatan.
Salah satu versi menyebut “doger” merupakan kependekan dari “dorong gerobak”, merujuk pada cara pedagang menjajakan minuman tersebut menggunakan gerobak.
Pada awalnya, pedagang es doger disebut menjajakan dagangannya dengan cara dipikul sebelum kemudian beralih menggunakan gerobak.
Perubahan cara berjualan tersebut kemudian diyakini melahirkan sebutan “es doger” yang berarti es dorong gerobak.
Meski begitu, asal-usul nama es doger juga memiliki versi lain yang mengaitkannya dengan pertunjukan Doger dari Jawa Barat.
Dalam versi tersebut, istilah doger merujuk pada penari ronggeng perempuan dari sejumlah wilayah seperti Indramayu, Subang, dan Cirebon, sementara es doger disebut kerap menjadi suguhan atau dijual dalam pertunjukan tersebut.
Es doger sendiri diketahui berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sebelum kemudian dikenal di berbagai daerah Indonesia.
Dengan cita rasa manis dan gurih serta beragam isian, es doger hingga kini tetap menjadi salah satu jajanan tradisional yang populer di tengah masyarakat.













