• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Indonesia Lama Dijajah Belanda, Mengapa Bahasanya Tak Banyak Dipakai?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
August 15, 2026
in Lifestyle
0
Indonesia Lama Dijajah Belanda, Mengapa Bahasanya Tak Banyak Dipakai?

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia pernah mengalami masa penjajahan Belanda dalam kurun waktu yang panjang. Meski demikian, sebagian besar masyarakat Indonesia hingga kini tidak menjadikan bahasa Belanda sebagai bahasa yang dikuasai secara fasih.

Padahal, masa kolonial biasanya meninggalkan jejak dalam berbagai aspek kehidupan. Pengaruh tersebut dapat terlihat dalam bidang hukum, politik, budaya, pola pikir, hingga penggunaan bahasa.

Kondisi berbeda terlihat di sejumlah negara yang pernah berada di bawah kekuasaan Inggris, seperti Malaysia dan Singapura. Bahasa Inggris masih banyak digunakan oleh masyarakat di kedua negara tersebut.

Lantas, mengapa bahasa Belanda tidak memiliki pengaruh serupa di Indonesia?

Jejak bahasa Belanda sebenarnya masih dapat ditemukan dalam sejumlah kosakata yang digunakan sehari-hari. Beberapa di antaranya merupakan kata serapan, seperti gordijn yang berubah menjadi gorden, bioscoop menjadi bioskop, dan kantoor menjadi kantor.

Perbedaan perkembangan bahasa tersebut tidak terlepas dari karakter kolonialisme yang diterapkan Belanda dan Inggris.

Peneliti sejarah dari Nanyang Technological University, Christopher Reinhart, menyebut Belanda memiliki alasan tersendiri untuk tidak memperkenalkan kebudayaan mereka secara luas kepada masyarakat pribumi.

Menurut Reinhart, terdapat dua alasan utama yang membuat bahasa Belanda tidak berkembang menjadi bahasa yang umum digunakan masyarakat Indonesia.

Pertama, faktor tersebut berkaitan dengan sistem sosial pada masa penjajahan. Penduduk pribumi dan masyarakat Belanda berada dalam lapisan sosial yang berbeda.

Kelompok Belanda menempatkan dirinya pada kedudukan sosial yang lebih tinggi, sementara penduduk pribumi berada di lapisan bawah. Penyebaran kebudayaan Belanda dikhawatirkan dapat mengurangi jarak sosial antara kedua kelompok tersebut.

Oleh sebab itu, Belanda cenderung mempertahankan pemisahan sosial dan tidak mendorong masyarakat pribumi untuk mengadopsi kebudayaan mereka secara luas.

Kedua, pemerintahan kolonial Belanda lebih mengutamakan kepentingan ekonomi. Penyebaran budaya bukan menjadi prioritas utama selama kegiatan eksploitasi dan keuntungan ekonomi tetap dapat dijalankan.

“Snouck Hurgronje, salah satu pejabat pemerintah kolonial, pernah mengatakan bahwa ‘masalah kebudayaan tidak usah dipaksa. Biarlah bertumbuh dengan sendirinya, tanpa menghilangkan budaya lokal,” ujar Reinhart kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Pola tersebut telah berlangsung sejak penerapan sistem tanam paksa pada 1830 hingga 1900. Kebijakan kolonial kemudian berlanjut ketika Belanda mulai menjalankan politik etis pada 1900.

Reinhart menyebut kepentingan ekonomi tetap menjadi perhatian utama Belanda. Namun, setelah politik etis diberlakukan, pemerintah kolonial semakin menyadari pentingnya menjaga keberadaan budaya masyarakat setempat.

Meski tidak memaksakan kebudayaan Belanda, masyarakat pribumi tetap memiliki ruang untuk mengenal dan mengambil unsur-unsur budaya Barat. Seiring waktu, sejumlah unsur budaya tersebut kemudian berkembang di tengah kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, bahasa daerah dan bahasa Melayu terus berkembang. Perkembangan tersebut kemudian turut menjadi bagian dari perjalanan bahasa Indonesia hingga digunakan secara luas seperti sekarang.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: bahasa Belandabelandabudaya indonesiacobisnis.comIndonesiakolonialismeSejarah

Related Posts

Usai Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, 3 Diaspora Belum Tampil di Klub

Usai Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, 3 Diaspora Belum Tampil di Klub

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah pemain Timnas Indonesia belum kembali merasakan menit bermain bersama klub masing-masing setelah membawa skuad Garuda menjuarai...

Tembus Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Siap Hadapi Wakil China

Tembus Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Siap Hadapi Wakil China

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil melaju ke perempatfinal French Open 2026. Meski pernah mengalahkan Hu...

Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah, Petugas dan Relawan Capai 6 Orang

Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah, Petugas dan Relawan Capai 6 Orang

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Jumlah korban meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru...

Bahlil Siap Setop Ekspor Energi ke Negara yang Tak Menghormati Indonesia

Bahlil Siap Setop Ekspor Energi ke Negara yang Tak Menghormati Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi menghentikan ekspor energi ke negara yang...

Pramono Buka Suara soal Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung

Pramono Buka Suara soal Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan peluang memperpanjang jangkauan Transjabodetabek hingga Bandung, Jawa Barat. Saat ini,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KMP Batumandi terbakar di Selat Sunda saat membawa 420 penumpang dan 89 kendaraan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Maruly Hendra Utama: Respons ASDP Tangani Kebakaran KMP Batumandi Diapresiasi

October 23, 2026
UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

October 23, 2026
Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

October 23, 2026
Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

Malaysia Bakal Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Kemlu RI Beri Penjelasan

October 23, 2026
BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

BTN Perkuat Transformasi, KPR Tembus Rp552 Triliun

October 23, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

BSI dan Prudential Syariah Perkuat Sinergi Bancassurance

October 23, 2026
ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

ANTAM Catat Pendapatan Rp62,71 Triliun pada Semester I 2026

October 23, 2026
CDI Resmikan Tangki Bitumen Guna Perkuat Industri Konstruksi Nasional

CDI Resmikan Tangki Bitumen Guna Perkuat Industri Konstruksi Nasional

October 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved