• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

JAKARTA, Cobisnis.com – Pilihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memimpin bank sentral, Kevin Warsh, menilai ada satu alasan utama untuk kembali menurunkan suku bunga: lonjakan produktivitas yang didorong kecerdasan buatan (AI).

Warsh, yang dinominasikan sebagai Ketua The Fed pada 30 Januari, sebelumnya menyatakan bahwa AI menghadirkan “gelombang peningkatan produktivitas terbesar dalam hidup kita.” Dalam pandangannya, teknologi ini berpotensi bersifat “disinflasioner secara struktural,” seperti internet di era 1990-an, sehingga membuka ruang bagi bank sentral untuk terus memangkas suku bunga.

Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan produktivitas AS tumbuh cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir. Secara teori ekonomi, produktivitas tinggi memungkinkan pertumbuhan tetap kuat tanpa memicu inflasi, sehingga bank sentral tidak perlu menaikkan suku bunga. Namun, apakah logika yang sama cukup kuat untuk membenarkan pemangkasan suku bunga masih menjadi perdebatan.

Jika dikonfirmasi Senat untuk menggantikan Ketua saat ini, Jerome Powell, pada Mei mendatang, Warsh akan memimpin komite penentu suku bunga beranggotakan 12 orang yang belakangan terpecah tajam soal arah kebijakan. Ketua The Fed harus membangun konsensus, karena setiap anggota termasuk ketua hanya memiliki satu suara.

Warsh perlu meyakinkan koleganya, sebagian di antaranya masih khawatir terhadap inflasi, bahwa lonjakan produktivitas akibat AI cukup kuat untuk membenarkan pemangkasan tambahan. Banyak ekonom menilai masih terlalu dini untuk memastikan AI akan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Argumen Produktivitas

Saat menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011, Warsh dikenal sebagai sosok “hawkish” atau cenderung ketat terhadap inflasi. Namun kini ia sejalan dengan pemerintahan Trump yang percaya ekonomi AS tengah memasuki era ledakan produktivitas seperti masa dot-com.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut AS berada pada tahap awal ledakan produktivitas mirip 1990-an. Pandangan serupa juga disampaikan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett.

Beberapa pejabat bank sentral saat ini, termasuk Gubernur The Fed Christopher Waller dan Lisa Cook, serta Powell sendiri, mengakui AI berpotensi meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Warsh bahkan merujuk pada pendekatan mantan Ketua The Fed Alan Greenspan di era 1990-an. Saat itu, Greenspan menahan kenaikan suku bunga karena meyakini lonjakan produktivitas berbasis internet mampu menjaga inflasi tetap stabil meski ekonomi memanas.

Namun, ekonom seperti Michael Pearce dari Oxford Economics menilai pendekatan Greenspan kala itu bukan berarti bank sentral harus memangkas suku bunga ke level akomodatif, melainkan hanya menunda kenaikan.

Tantangan Meyakinkan The Fed

Sejumlah pejabat The Fed meragukan argumen bahwa produktivitas tinggi otomatis membuka ruang pemangkasan suku bunga. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan produktivitas yang lebih kuat justru bisa menaikkan “suku bunga netral” tingkat bunga teoritis yang tidak mendorong maupun menahan pertumbuhan ekonomi.

Jika suku bunga netral lebih tinggi, maka ekonomi justru mampu bertahan dengan bunga tinggi, bertentangan dengan dorongan pemerintahan Trump untuk pemangkasan agresif.

Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, juga mengakui AI meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi. Ia bahkan disebut mungkin akan berbeda pendapat atas keputusan pemangkasan suku bunga pada Desember lalu. Analis strategi investasi ClearBridge Investments, Josh Jamner, menilai produktivitas adalah variabel ekonomi yang sering kali baru bisa dipahami secara jelas setelah waktu berlalu. Ia menambahkan, berbeda dengan era 1990-an, AS kini menghadapi populasi menua dan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih lambat.

Dengan demikian, argumen Warsh bahwa AI menjadi alasan kuat untuk menurunkan suku bunga masih menghadapi tantangan besar di internal The Fed.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download samsung firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpSukuBungaTheFed

Related Posts

TikTok LIVE Gandeng POP MART Hadirkan NYOTA Edisi Budaya Indonesia

TikTok LIVE Gandeng POP MART Hadirkan NYOTA Edisi Budaya Indonesia

by Dwi Natasya
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TikTok LIVE bersama POP MART menghadirkan NYOTA edisi khusus dengan sentuhan budaya Indonesia. Kolaborasi ini menjadi yang pertama...

Kasus Penyekapan di Ancol Terbongkar, Polisi Sita 321 Cartridge Vape Berisi Etomidate

Kasus Penyekapan di Ancol Terbongkar, Polisi Sita 321 Cartridge Vape Berisi Etomidate

by Desti Dwi Natasya
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polres Metro Jakarta Utara bersama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap dugaan penyekapan terhadap seorang wanita di...

Prabowo Tunjuk 6 Pejabat dalam Perombakan Kabinet Terbaru

Prabowo Tunjuk 6 Pejabat dalam Perombakan Kabinet Terbaru

by Hidayat Taufik
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat baru dalam reshuffle kabinet pada Senin, 27 April 2026. Ia menggelar...

Chery Luncurkan Teknologi Valet Parking Driver Berbasis AI

Chery Luncurkan Teknologi Valet Parking Driver Berbasis AI

by Desti Dwi Natasya
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chery resmi meluncurkan teknologi terbaru Valet Parking Driver (VPD) dalam ajang World Premiere pada 22 April 2026. Peluncuran...

Peluang Renegade Dipertanyakan Usai Undian Posisi Buruk

Peluang Renegade Dipertanyakan Usai Undian Posisi Buruk

by Zahra Zahwa
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kuda favorit Renegade menghadapi tantangan besar jelang Kentucky Derby 2026. Renegade mendapat posisi start nomor satu yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Sawe Cetak Sejarah, Pecahkan Rekor Marathon Sub Dua Jam di London 2026

Sawe Cetak Sejarah, Pecahkan Rekor Marathon Sub Dua Jam di London 2026

April 27, 2026
Iran Siap Longgarkan Ketegangan di Selat Hormuz, AS Diminta Segera Hentikan Blokade

Iran Siap Longgarkan Ketegangan di Selat Hormuz, AS Diminta Segera Hentikan Blokade

April 27, 2026
Pengadilan Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu dengan Dalih Keamanan

Pengadilan Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu dengan Dalih Keamanan

April 27, 2026
TikTok LIVE Gandeng POP MART Hadirkan NYOTA Edisi Budaya Indonesia

TikTok LIVE Gandeng POP MART Hadirkan NYOTA Edisi Budaya Indonesia

April 27, 2026
Kasus Penyekapan di Ancol Terbongkar, Polisi Sita 321 Cartridge Vape Berisi Etomidate

Kasus Penyekapan di Ancol Terbongkar, Polisi Sita 321 Cartridge Vape Berisi Etomidate

April 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved