• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

JAKARTA, Cobisnis.com – Pilihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memimpin bank sentral, Kevin Warsh, menilai ada satu alasan utama untuk kembali menurunkan suku bunga: lonjakan produktivitas yang didorong kecerdasan buatan (AI).

Warsh, yang dinominasikan sebagai Ketua The Fed pada 30 Januari, sebelumnya menyatakan bahwa AI menghadirkan “gelombang peningkatan produktivitas terbesar dalam hidup kita.” Dalam pandangannya, teknologi ini berpotensi bersifat “disinflasioner secara struktural,” seperti internet di era 1990-an, sehingga membuka ruang bagi bank sentral untuk terus memangkas suku bunga.

Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan produktivitas AS tumbuh cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir. Secara teori ekonomi, produktivitas tinggi memungkinkan pertumbuhan tetap kuat tanpa memicu inflasi, sehingga bank sentral tidak perlu menaikkan suku bunga. Namun, apakah logika yang sama cukup kuat untuk membenarkan pemangkasan suku bunga masih menjadi perdebatan.

Jika dikonfirmasi Senat untuk menggantikan Ketua saat ini, Jerome Powell, pada Mei mendatang, Warsh akan memimpin komite penentu suku bunga beranggotakan 12 orang yang belakangan terpecah tajam soal arah kebijakan. Ketua The Fed harus membangun konsensus, karena setiap anggota termasuk ketua hanya memiliki satu suara.

Warsh perlu meyakinkan koleganya, sebagian di antaranya masih khawatir terhadap inflasi, bahwa lonjakan produktivitas akibat AI cukup kuat untuk membenarkan pemangkasan tambahan. Banyak ekonom menilai masih terlalu dini untuk memastikan AI akan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Argumen Produktivitas

Saat menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011, Warsh dikenal sebagai sosok “hawkish” atau cenderung ketat terhadap inflasi. Namun kini ia sejalan dengan pemerintahan Trump yang percaya ekonomi AS tengah memasuki era ledakan produktivitas seperti masa dot-com.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut AS berada pada tahap awal ledakan produktivitas mirip 1990-an. Pandangan serupa juga disampaikan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett.

Beberapa pejabat bank sentral saat ini, termasuk Gubernur The Fed Christopher Waller dan Lisa Cook, serta Powell sendiri, mengakui AI berpotensi meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Warsh bahkan merujuk pada pendekatan mantan Ketua The Fed Alan Greenspan di era 1990-an. Saat itu, Greenspan menahan kenaikan suku bunga karena meyakini lonjakan produktivitas berbasis internet mampu menjaga inflasi tetap stabil meski ekonomi memanas.

Namun, ekonom seperti Michael Pearce dari Oxford Economics menilai pendekatan Greenspan kala itu bukan berarti bank sentral harus memangkas suku bunga ke level akomodatif, melainkan hanya menunda kenaikan.

Tantangan Meyakinkan The Fed

Sejumlah pejabat The Fed meragukan argumen bahwa produktivitas tinggi otomatis membuka ruang pemangkasan suku bunga. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan produktivitas yang lebih kuat justru bisa menaikkan “suku bunga netral” tingkat bunga teoritis yang tidak mendorong maupun menahan pertumbuhan ekonomi.

Jika suku bunga netral lebih tinggi, maka ekonomi justru mampu bertahan dengan bunga tinggi, bertentangan dengan dorongan pemerintahan Trump untuk pemangkasan agresif.

Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, juga mengakui AI meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi. Ia bahkan disebut mungkin akan berbeda pendapat atas keputusan pemangkasan suku bunga pada Desember lalu. Analis strategi investasi ClearBridge Investments, Josh Jamner, menilai produktivitas adalah variabel ekonomi yang sering kali baru bisa dipahami secara jelas setelah waktu berlalu. Ia menambahkan, berbeda dengan era 1990-an, AS kini menghadapi populasi menua dan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih lambat.

Dengan demikian, argumen Warsh bahwa AI menjadi alasan kuat untuk menurunkan suku bunga masih menghadapi tantangan besar di internal The Fed.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpSukuBungaTheFed

Related Posts

PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

by Rizki Meirino
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kerja Kabupaten Ketapang dan...

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ruben Samuel Onsu atau RSO akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan...

Dolly Parton

Intip Rumah Superprivat Dolly Parton

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyanyi country legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun pada 25 Agustus 2026, meninggalkan kisah...

Dolly Parton meninggal dunia

Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker....

Puncak Bogor Terasa Makin Dingin, Ternyata Ini Penyebabnya

Puncak Bogor Terasa Makin Dingin, Ternyata Ini Penyebabnya

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suhu udara di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terasa semakin sejuk hingga dingin ketika sore beranjak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

August 25, 2026
PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

August 26, 2026
Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

August 26, 2026
Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

August 26, 2026
Korea Selatan Jadi Favorit Turis, Mengapa Wisata Sejarahnya Sepi?

Korea Selatan Jadi Favorit Turis, Mengapa Wisata Sejarahnya Sepi?

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved