JAKARTA, Cobisnis.com – Keluarga Virginia Roberts Giuffre mengecam pernyataan mantan Penasihat Hukum Gedung Putih era Presiden Barack Obama, Kathy Ruemmler. Mereka menilai Ruemmler berupaya meremehkan kesaksian Giuffre terkait kasus Jeffrey Epstein.
Pernyataan itu muncul dalam transkrip wawancara tertutup Ruemmler dengan House Oversight Committee. Komite tersebut merilis dokumen itu kepada publik pada Rabu.
Dalam wawancara tersebut, Ruemmler mengaku menyesali interaksinya dengan Jeffrey Epstein. Selain itu, ia menyebut hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual itu sebagai sebuah kesalahan.
Namun, saat anggota komite menanyakan apakah Virginia Giuffre merupakan korban Epstein dan Ghislaine Maxwell, Ruemmler menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki alasan untuk meragukan jika Giuffre menyatakan dirinya sebagai korban. Meski begitu, Ruemmler menilai beberapa tuduhan yang disampaikan Giuffre tidak memiliki kredibilitas yang melekat berdasarkan pengalamannya sebagai mantan jaksa dan pengacara pembela.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari keluarga Giuffre. Mereka menuduh Ruemmler mencoba mengurangi bobot kesaksian Giuffre demi menjauhkan perhatian dari hubungan pribadinya dengan Epstein.
Kasus Jeffrey Epstein terus menjadi sorotan publik meski ia telah meninggal dunia pada 2019. Sementara itu, berbagai penyelidikan masih berlangsung terhadap jaringan serta pihak-pihak yang pernah memiliki hubungan dengan pelaku.













