JAKARTA, Cobisnis.com – Pilot Flydubai yang diduga mencoba mengambil alih pesawat disebut ingin meniru serangan 9/11. Ia diduga berniat menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion atau gedung gedung di Tel Aviv.
Seorang pejabat Timur Tengah mengatakan kepada NBC News bahwa pilot tersebut, Hamman Al Hammami, mengaku kepada penyelidik pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia disebut mengungkap rencana untuk menabrakkan pesawat yang dibawanya ke bandara utama Israel atau bangunan lain di ibu kota.
Identitas pilot tersebut belum dirilis secara resmi. Namun, sejumlah sumber yang mendapat informasi mengenai penyelidikan menyebut pilot itu merupakan warga Oman bernama Al Hammami.
Al Hammami kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyelidik di Uni Emirat Arab. Ia sebelumnya dipindahkan dari Arab Saudi setelah insiden penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv.
Penerbangan tersebut gagal melanjutkan perjalanan menuju Tel Aviv akibat percobaan pembajakan. Pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.
Dalam insiden tersebut, kapten Smit Machchhar mengalami luka setelah diserang menggunakan kapak. Serangan terjadi ketika Al Hammami diduga berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Machchhar kemudian menceritakan bahwa Al Hammami sempat mengatakan kepadanya bahwa ia akan salat. Pernyataan tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena umat Muslim memang menjalankan salat lima kali sehari.
Beberapa menit kemudian, Machchhar merasakan pukulan keras di kepala. Ia mengatakan penglihatannya hampir sepenuhnya hilang dan semuanya terlihat kabur.
“Karena pukulan awal itu, penglihatan saya hampir hilang sepenuhnya, semuanya kabur,” katanya.
Setelah itu, Machchhar merasakan pesawat menukik tajam. “Perasaan selanjutnya yang saya rasakan adalah pesawat menukik tajam,” lanjutnya.
Pesawat tersebut membawa 174 penumpang ketika insiden terjadi. Pesawat dilaporkan kehilangan ketinggian hingga 14.000 kaki hanya dalam waktu 29 detik, membuat para penumpang yang sebagian besar merupakan warga Israel panik.
Machchhar awalnya mengira pesawat mengalami kerusakan parah. Namun, setelah pukulan kembali terjadi, ia menyadari masalah bukan berasal dari pesawat, melainkan dari orang lain yang berada di kokpit bersamanya.













