• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Indef: Ketersediaan Data di Industri Unggas Mendesak

H. Fuad by H. Fuad
November 11, 2020
in Industri
0
Indef: Ketersediaan Data di Industri Unggas Mendesak

Cobisnis.com – Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad meminta Kementerian Pertanian untuk fokus mengembangkan data mutakhir (real time) industri perunggasan. Menurut dia, dibutuhkan data yang mengatur keseimbangan supply-demand, khususnya pada bibit ayam (Day Old Chicken/DOC).

Data DOC krusial sebagai referensi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat, demi mengantisipasi kelebihan produksi DOC.

“Data dan informasi sangat penting dalam menentukan kebijakan. Seperti jumlah DOC, berapa data kandang, karkhas, parent stock. Namun informasi yang asimetris dan berdampak pada dasar pengambilan keputusan menjadi tidak tepat atau terlambat,” kata Tauhid dalam webinar, Rabu (11 November 2020).

Dari sisi permintaan dan penawaran, DOC broiler/ayam potong cenderung mengalami kelebihan produksi. Sumber ini berdasarkan data BPS tahun 2012-2016.

Hingga kini kebijakan pengaturan DOC belum efektif dilakukan karena adanya ketergantungan dari perusahaan kecil dan peternak mandiri. Sementara itu, situasi informasi pasar sulit dipastikan karena tidak didukung data mutakhir.

Harga Tertekan

Tauhid sangat mendukung hadirnya data real time dari masing-masing pelaku industri perunggasan guna mengetahui keseimbangan permintaan dan penawaran, khususnya pada DOC.

“Dampak utama dari tidak adanya data yang memadai adalah Asymmetric Information,” ujarnya.

Asymmetric Information atau ketidakjelasan informasi pasar akan memicu perilaku economic rent seeking. Informasi yang tidak linier seringkali mengakibatkan harga peternak tertekan, tetapi harga di level konsumen tetap masih tinggi.

“Terlebih untuk kasus transaksi di pasar tradisional dengan rantai distribusi yang panjang,” kata Tauhid.

Selain itu, yang juga harus tersedia adalah informasi akurat terkait tingkat konsumsi rumah tangga dan industri yang akan menyerap hasil pelaku industri.

“Karena ini juga berdampak pada tidak jelasnya mekanisme pembentukan harga di tingkat final demand,” jelasnya.

Berbagai persoalan industri unggas nasional pada akhirnya menjadikan produk domestik menjadi tidak kompetitif. Baik pada tingkat harga produksi livebirds maupun harga ayam karkas.

Data INDEF menunjukkan harga karkas ayam Indonesia Rp32 ribu masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan sesama negara berkembang seperti Turki (Rp12 ribu), Brazil (Rp16 ribu), Argentina (Rp16 ribu), Malaysia (Rp23 ribu). Bahkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat (Rp25 ribu) dan Uni Erop (Rp29 ribu).

Meski demikian, BPS mulai mengeluarkan proyeksi demand DOC sejak Januari 2020 untuk mendukung penyediaan informasi kebutuhan DOC.
Selain data, Indef juga merekomendasikan peningkatan efektivitas kebijakan dan efisiensi dalam penyediaan pakan yang berkelanjutan.

Produk yang tidak kompetitif juga dipengaruhi tingginya biaya pakan. Ini akibat ketergantungan pada gandum, sebagai bahan substitusi yang juga harus diimpor.

“Yang penting adalah dukungan penyediaan pakan karena masalah ketergantungan impor pakan ini menjadi krusial,” kata Tauhid.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download redmi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: ayamCobisnis bisnisUnggas

Related Posts

Kasus flu burung H5N1 di Australia terus bertambah dengan penyebaran lokal pada burung liar. Otoritas menyatakan belum ada infeksi pada unggas maupun risiko tinggi bagi manusia.

Kasus Flu Burung H5N1 di Australia Melonjak, Otoritas Tingkatkan Kewaspadaan

by Desti Dwi Natasya
July 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Australia kembali mencatat peningkatan kasus flu burung H5N1 setelah otoritas mengonfirmasi penyebaran lokal virus di populasi burung...

Miris! Ayah Tewas Diamuk Massa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris

Miris! Ayah Tewas Diamuk Massa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris

by Hidayat Taufik
July 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga pria berinisial KD di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. KD meninggal...

Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

by Hidayat Taufik
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Babi saat ini tidak lagi dikonsumsi oleh masyarakat di Jazirah Arab. Namun, catatan sejarah menunjukkan hewan ini...

Anjloknya Harga Ayam Hidup Picu Keluhan Peternak, Ini Faktor Penyebabnya

Anjloknya Harga Ayam Hidup Picu Keluhan Peternak, Ini Faktor Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok ke kisaran Rp 18.000–Rp 18.500 per kilogram usai Idul Fitri...

Ayam

Industri Unggas Tertekan, Pendapatan Janu Putra Sejahtera (AYAM) Merosot

by Iwan Supriyatna
December 12, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) kembali menjadi sorotan setelah laporan keuangan per 30 September 2025 menunjukkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

July 30, 2026
Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

July 30, 2026
Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

Industri Busana Pengantin Mewah Angkat Nama Desainer India di Kancah Global

July 31, 2026
AS Terapkan Tarif 50% pada Barang Kanada, Berlaku dalam 30 Hari

Trump Pertimbangkan Menunda Nominasi Todd Blanche Sebagai Jaksa Agung AS

July 31, 2026
Yen Menguat Signifikan terhadap Dolar AS Diduga Dipicu Intervensi Jepang

Yen Menguat Signifikan terhadap Dolar AS Diduga Dipicu Intervensi Jepang

July 31, 2026
Usai Perry Warjiyo Mundur BI Tegaskan Fokus Jaga Rupiah Tetap Sama

Usai Perry Warjiyo Mundur BI Tegaskan Fokus Jaga Rupiah Tetap Sama

July 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved