• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Cermati Kondisi Perekonomian Terkini, Gubernur BI Sampaikan Tiga Hal

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
April 7, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Cermati Kondisi Perekonomian Terkini, Gubernur BI Sampaikan Tiga Hal

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Cobisnis/Dok. Humas BI)

Cobisnis.com – Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Selasa 7 April 2020 menyampaikan 3 (tiga) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh BI.

Pertama, nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat. Nilai tukar rupiah pada hari ini, Selasa 7 April 2020 menguat sebesar 225 rupiah atau 1,56% (ptp) menjadi Rp16.125 per dolar AS dan bergerak stabil serta diperkirakan cenderung menguat hingga akhir tahun pada level Rp15.000 per dolar AS.

“Penguatan nilai tukar Rupiah didukung oleh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar, komitmen kebijakan yang erat serta komunikasi yang intensif antara pemerintah, BI, OJK dan LPS. Selain itu, mekanisme pasar telah berjalan baik. Ke depan, Bank Indonesia akan terus berada di pasar dan melakukan langkah-langkah intervensi yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” papar dia di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Kedua, cadangan devisa Maret 2020 terjaga. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar US$121 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar.

Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah sekitar US$2 miliar dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah sekitar US$7 miliar di tengah kondisi “extraordinary” karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi Covid-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.

Cadangan devisa cukup untuk pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor, dan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan menguat serta mekanisme pasar yang berlangsung dengan baik, mengakibatkan kebutuhan intervensi dari Bank Indonesia menurun,” ucapnya.

Ketiga, Bank Indonesia telah mencapai kesepakatan kerja sama repurchase agreement line (repo line) dengan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) senilai US$60 miliar.

Kesepakatan ini dapat dimanfaatkan Bank Indonesia apabila membutuhkan likuiditas dolar AS. Kerjasama repo line, yang dikategorikan sebagai Foreign and International Monetary Authorities (FIMA), hanya diberikan kepada sejumlah bank sentral. “Hal ini mengindikasikan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesa dan kebijakan makroekonomi yang ditempuh,” ungkap Perry.

Selain itu, BI juga memiliki kerja sama repo line dengan beberapa lembaga, yaitu Bank for International Settlements (BIS) senilai US$2,5 miliar, Monetary Authority of Singapore (MAS) senilai US$3 miliar dan bank sentral lain di kawasan senilai 500 juta sampai dengan US$1 miliar.

Kesepakatan ini akan memperkuat second line of defense yang telah dimiliki Bank Indonesia selama ini, seperti kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan beberapa negara, yaitu dengan People’s Bank Of China (PBOC) senilai CNY200 miliar atau (setara 30 miliar dolar AS), Bank of Japan (BOJ) senilai US$22,76 miliar, Bank Of Korea (BOK) senilai KRW10,7 triliun (setara Rp115 triliun), dan Monetary Authority of Singapore (MAS) senilai US$10 miliar.

BI akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

“Fasilitas yang memungkinkan bank sentral atau otoritas moneter mendapatkan likuiditas dolar AS dengan menjual secara temporer surat berharga yang dimiliki seperti US treasury, dengan disertai perjanjian untuk membeli kembali,” pungkas Perry Warjiyo.

Tags: bank indonesiaBIcadangan devisaCobisniscobisnis & bisnisPerry WarjiyoRupiah

Related Posts

Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Surakman alias Sukarman, 60, salah satu kru kapal Arupadatu 1 yang hilang saat membawa lima wartawan, ditemukan...

Sadio Mané Bangun Industri Mangga Rp363,6 Miliar di Kampung Halaman

Sadio Mané Bangun Industri Mangga Rp363,6 Miliar di Kampung Halaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sadio Mané resmi memulai proyek agroindustri SM10 Agro di Bambali, Senegal, kampung tempat ia lahir dan tumbuh....

Ed Sheeran Kehilangan Ratusan Ribu Followers setelah Macklemore Dicoret

Ed Sheeran Kehilangan Ratusan Ribu Followers setelah Macklemore Dicoret

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ed Sheeran dilaporkan kehilangan lebih dari 439 ribu followers Instagram dalam 30 hari terakhir. Penurunan paling tajam...

Trump dan Xi Jinping Bertemu Pekan Ini, Ketegangan AS China Belum Reda

Trump dan Xi Jinping Bertemu Pekan Ini, Ketegangan AS China Belum Reda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada 23 sampai 25 September 2026. Dalam...

Gempa M 4,6 Terjadi di Banten, BMKG Catat Kedalaman 20 Kilometer

Gempa M 4,6 Terjadi di Banten, BMKG Catat Kedalaman 20 Kilometer

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sumur, Banten, Rabu (23/9/2026) pagi. Gempa terjadi pada pukul 05.27...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

September 22, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Waduh, Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Status Wapres Dipertanyakan

September 22, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

September 22, 2026
Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

September 22, 2026
Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

September 23, 2026
Menpar Tawarkan Investasi Industri Marina dan Wisata Bahari Indonesia ke Investor di Monako

Menpar Tawarkan Investasi Industri Marina dan Wisata Bahari Indonesia ke Investor di Monako

September 23, 2026
Liverpool Incar Talenta Muda Benfica

Ji Chang Wook Jadi Playboy di The Scandal

September 23, 2026
Teh Panas - pexels/freestocks.org

Es Teh atau Teh Panas, Mana yang Mengandung Lebih Banyak Antioskidan?

September 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved