• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 15, 2026
in Entertaiment
0
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketika grup K-pop terbesar di dunia ini mengumumkan hiatus pada akhir 2022, BTS sedang berada di puncak ketenaran. Mereka rutin menduduki puncak tangga lagu, meraih berbagai penghargaan bergengsi, dan secara luas dianggap telah mengubah K-pop menjadi fenomena budaya global.

Kini, BTS kembali dan siap menyambangi kota-kota di seluruh dunia. Tepat saat tengah malam pada Rabu di Seoul, BTS mengumumkan jadwal serta lokasi tur dunia yang sangat dinantikan. Album terbaru mereka dijadwalkan rilis pada Maret mendatang, menjadi album grup pertama setelah hampir empat tahun.

Dalam tur terbesar sepanjang karier mereka, BTS akan tampil di 34 wilayah. Tur dimulai pada April dengan sejumlah konser di Goyang, Korea Selatan, dan Tokyo, Jepang, sebelum berlanjut ke berbagai kota di Asia, Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, dan Australia. Tur ini dijadwalkan berakhir di Manila, Filipina, pada Maret 2027, meski situs resmi BTS menyebutkan akan ada penambahan jadwal di Jepang, Timur Tengah, “dan lainnya”.

Para penggemar BTS yang dikenal sebagai ARMY telah lama menanti kembalinya idola mereka sejak anggota terakhir menyelesaikan wajib militer tahun lalu. Kecepatan pengumuman comeback ini bahkan menjadi kejutan menyenangkan bagi sebagian penggemar.

“Rasanya seperti para dewa turun dari Gunung Olympus,” ujar Carla Nicholson, penggemar asal San Diego yang kini belajar di Seoul dan sempat mengunjungi instalasi promosi BTS pekan lalu. Ia bahkan berencana menyewa satu bioskop penuh untuk menonton video musik BTS bersama teman-temannya saat album dirilis.

Penggemar lain, Jing Lee dari Taiwan, mengaku begitu antusias hingga sulit tidur. “Saya tidak bisa tidur selama dua malam karena terlalu bersemangat, tapi juga takut tidak kebagian tiket,” katanya. Ia bahkan siap terbang ke Amerika Serikat jika BTS menggelar konser di sana.

Para penggemar juga ramai berspekulasi soal gambar misterius yang diunggah BTS berupa tiga lingkaran merah, dengan berbagai teori mulai dari makna “halo” hingga simbol pada bendera Korea Selatan.

Namun, BTS kembali ke industri yang sudah sangat berubah. K-pop kini bukan lagi hal baru. Gelombang Korea atau Hallyu telah membawa budaya Korea ke seluruh dunia. Dalam setahun terakhir, industri ini juga diguncang konflik hukum besar yang melibatkan perusahaan induk BTS, Hybe.

“Tantangannya sekarang bukan lagi soal eksposur, tapi bagaimana bisa tetap menonjol dan menjaga kepercayaan penggemar global,” kata Ray Seol, profesor asosiasi di Berklee College of Music, Boston. “Permainannya sudah sangat berbeda.”

Saat BTS debut pada 2013, K-pop memang populer di Asia, namun masih sulit menembus pasar Barat. Perubahan mulai terasa lewat lagu “Gangnam Style” milik Psy pada 2012. Setelah itu, BTS melesat menjadi ikon global, mencetak berbagai rekor sebagai grup K-pop pertama yang meraih Billboard Music Award, tampil di Saturday Night Live, hingga mendapat nominasi Grammy.

Kesuksesan mereka dipengaruhi banyak faktor: musik yang mudah diterima, koreografi detail, lirik yang menyentuh isu sosial, serta pemanfaatan media sosial yang kuat untuk membangun basis penggemar global.

Perjalanan itu sempat terhenti ketika para anggota—V, Jin, Jimin, RM, J-Hope, Suga, dan Jung Kook—harus menjalani wajib militer. Meski sempat mendapat penundaan hingga usia 30 tahun, seluruh anggota akhirnya menyelesaikan tugas militer mereka pada 2025 dan mulai kembali berkarya, disertai proyek solo selama masa jeda.

Kini, K-pop telah menjadi arus utama global. Grup lain bahkan telah memecahkan sebagian rekor BTS. Industri ini juga semakin multinasional, baik dari segi bahasa, anggota, maupun kolaborasi lintas genre.

Meski demikian, para pakar menilai BTS tetap memiliki keunggulan unik. “Tidak ada grup K-pop yang bisa menandingi mereka dalam penjualan konser,” kata Grace Kao, profesor sosiologi di Yale University. Ia menilai BTS tetap menjadi mesin utama industri K-pop, dengan pengaruh dan daya tarik yang melampaui generasi baru.

“BTS bukan sekadar grup K-pop biasa,” ujar Seol. “Mereka adalah penggerak utama industri itu sendiri.”

Tags: armyBTScobisnis.comKPopWorldTour

Related Posts

Timnas Indonesia Takluk Telak 0-3 dari Vietnam, Asa ke Semifinal Belum Padam

Timnas Indonesia Takluk Telak 0-3 dari Vietnam, Asa ke Semifinal Belum Padam

by Hidayat Taufik
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Vietnam pada pertandingan ketiga Grup A Piala AFF 2026...

XL Raih Predikat Jaringan Mobile Terbaik di Indonesia Versi Ookla 2026

Bank Jakarta Raih Penghargaan Aplikasi Digital Perbankan Daerah Terbaik 2026

by Rizki Meirino
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – JakOne Mobile mengantarkan Bank Jakarta meraih penghargaan Top Digital Application Regional Banking pada ajang JawaPos.com Digital Excellence...

XL Raih Predikat Jaringan Mobile Terbaik di Indonesia Versi Ookla 2026

Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

by Rizki Meirino
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sepanjang triwulan II 2026 meski...

Defisit BPJS Kesehatan Rp2 Triliun per Bulan, Dipicu 54 Juta Peserta Tak Aktif

Defisit BPJS Kesehatan Rp2 Triliun per Bulan, Dipicu 54 Juta Peserta Tak Aktif

by Hidayat Taufik
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BPJS Kesehatan mencatat sekitar 54 juta peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus tidak aktif karena belum...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Tarif Ekspor Tuna ke Jepang Jadi 0 Persen, KKP Perkuat Tata Kelola Perikanan

by Desti Dwi Natasya
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Indonesia mulai memanfaatkan tarif ekspor 0 persen untuk produk olahan tuna dan cakalang ke Jepang melalui...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Usai Dikritik Pramono, Pagar Mal Kota Kasablanka Resmi Dibongkar

Usai Dikritik Pramono, Pagar Mal Kota Kasablanka Resmi Dibongkar

August 3, 2026
Selebrasi XL Raih Predikat Jaringan Terbaik

Selebrasi XL Raih Predikat Jaringan Terbaik

August 3, 2026
makanan tradisional dan nutrisi atlet

Herbalife Ungkap Makanan Tradisional Sejalan dengan Pola Makan Atlet Elite

August 3, 2026
laba bersih Tugu Insurance semester I 2026

Laba Bersih Tugu Insurance Melonjak 76,87% Jadi Rp480,29 Miliar di Semester I 2026

August 3, 2026
Apa yang Terjadi dengan Tekanan Darah jika Minum Kopi?

Apa yang Terjadi dengan Tekanan Darah jika Minum Kopi?

August 3, 2026
Timnas Indonesia Takluk Telak 0-3 dari Vietnam, Asa ke Semifinal Belum Padam

Timnas Indonesia Takluk Telak 0-3 dari Vietnam, Asa ke Semifinal Belum Padam

August 3, 2026
XL Raih Predikat Jaringan Mobile Terbaik di Indonesia Versi Ookla 2026

Bank Jakarta Raih Penghargaan Aplikasi Digital Perbankan Daerah Terbaik 2026

August 3, 2026
XL Raih Predikat Jaringan Mobile Terbaik di Indonesia Versi Ookla 2026

Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

August 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved