• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 15, 2026
in Entertaiment
0
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketika grup K-pop terbesar di dunia ini mengumumkan hiatus pada akhir 2022, BTS sedang berada di puncak ketenaran. Mereka rutin menduduki puncak tangga lagu, meraih berbagai penghargaan bergengsi, dan secara luas dianggap telah mengubah K-pop menjadi fenomena budaya global.

Kini, BTS kembali dan siap menyambangi kota-kota di seluruh dunia. Tepat saat tengah malam pada Rabu di Seoul, BTS mengumumkan jadwal serta lokasi tur dunia yang sangat dinantikan. Album terbaru mereka dijadwalkan rilis pada Maret mendatang, menjadi album grup pertama setelah hampir empat tahun.

Dalam tur terbesar sepanjang karier mereka, BTS akan tampil di 34 wilayah. Tur dimulai pada April dengan sejumlah konser di Goyang, Korea Selatan, dan Tokyo, Jepang, sebelum berlanjut ke berbagai kota di Asia, Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, dan Australia. Tur ini dijadwalkan berakhir di Manila, Filipina, pada Maret 2027, meski situs resmi BTS menyebutkan akan ada penambahan jadwal di Jepang, Timur Tengah, “dan lainnya”.

Para penggemar BTS yang dikenal sebagai ARMY telah lama menanti kembalinya idola mereka sejak anggota terakhir menyelesaikan wajib militer tahun lalu. Kecepatan pengumuman comeback ini bahkan menjadi kejutan menyenangkan bagi sebagian penggemar.

“Rasanya seperti para dewa turun dari Gunung Olympus,” ujar Carla Nicholson, penggemar asal San Diego yang kini belajar di Seoul dan sempat mengunjungi instalasi promosi BTS pekan lalu. Ia bahkan berencana menyewa satu bioskop penuh untuk menonton video musik BTS bersama teman-temannya saat album dirilis.

Penggemar lain, Jing Lee dari Taiwan, mengaku begitu antusias hingga sulit tidur. “Saya tidak bisa tidur selama dua malam karena terlalu bersemangat, tapi juga takut tidak kebagian tiket,” katanya. Ia bahkan siap terbang ke Amerika Serikat jika BTS menggelar konser di sana.

Para penggemar juga ramai berspekulasi soal gambar misterius yang diunggah BTS berupa tiga lingkaran merah, dengan berbagai teori mulai dari makna “halo” hingga simbol pada bendera Korea Selatan.

Namun, BTS kembali ke industri yang sudah sangat berubah. K-pop kini bukan lagi hal baru. Gelombang Korea atau Hallyu telah membawa budaya Korea ke seluruh dunia. Dalam setahun terakhir, industri ini juga diguncang konflik hukum besar yang melibatkan perusahaan induk BTS, Hybe.

“Tantangannya sekarang bukan lagi soal eksposur, tapi bagaimana bisa tetap menonjol dan menjaga kepercayaan penggemar global,” kata Ray Seol, profesor asosiasi di Berklee College of Music, Boston. “Permainannya sudah sangat berbeda.”

Saat BTS debut pada 2013, K-pop memang populer di Asia, namun masih sulit menembus pasar Barat. Perubahan mulai terasa lewat lagu “Gangnam Style” milik Psy pada 2012. Setelah itu, BTS melesat menjadi ikon global, mencetak berbagai rekor sebagai grup K-pop pertama yang meraih Billboard Music Award, tampil di Saturday Night Live, hingga mendapat nominasi Grammy.

Kesuksesan mereka dipengaruhi banyak faktor: musik yang mudah diterima, koreografi detail, lirik yang menyentuh isu sosial, serta pemanfaatan media sosial yang kuat untuk membangun basis penggemar global.

Perjalanan itu sempat terhenti ketika para anggota—V, Jin, Jimin, RM, J-Hope, Suga, dan Jung Kook—harus menjalani wajib militer. Meski sempat mendapat penundaan hingga usia 30 tahun, seluruh anggota akhirnya menyelesaikan tugas militer mereka pada 2025 dan mulai kembali berkarya, disertai proyek solo selama masa jeda.

Kini, K-pop telah menjadi arus utama global. Grup lain bahkan telah memecahkan sebagian rekor BTS. Industri ini juga semakin multinasional, baik dari segi bahasa, anggota, maupun kolaborasi lintas genre.

Meski demikian, para pakar menilai BTS tetap memiliki keunggulan unik. “Tidak ada grup K-pop yang bisa menandingi mereka dalam penjualan konser,” kata Grace Kao, profesor sosiologi di Yale University. Ia menilai BTS tetap menjadi mesin utama industri K-pop, dengan pengaruh dan daya tarik yang melampaui generasi baru.

“BTS bukan sekadar grup K-pop biasa,” ujar Seol. “Mereka adalah penggerak utama industri itu sendiri.”

Tags: armyBTScobisnis.comKPopWorldTour

Related Posts

Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik yang Wajib Dijaga

Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik yang Wajib Dijaga

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pantai Tiga Warna di Kabupaten Malang menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan pesisir dengan kepedulian terhadap kelestarian...

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Rocky Gerung, menjelaskan bahwa lembaga tersebut tidak bertugas mengkritik kebijakan pemerintah....

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan pergeseran jabatan terhadap 88 personel Polri yang terdiri atas perwira tinggi...

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, menjadi salah satu tempat yang mempertemukan sejumlah tokoh yang kelak memiliki...

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada dua organisasi amal yang beroperasi di Prancis. Keduanya dituding terhubung...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

October 2, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri menghadirkan promo serba 28 berupa diskon, cashback hingga Rp2,8 juta, bonus Livin’poin, dan 280 hadiah kejutan.

Bank Mandiri Tebar Promo Serba 28

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

October 2, 2026
Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik yang Wajib Dijaga

Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik yang Wajib Dijaga

October 3, 2026
Sarapan Sehat - pexels/Meletus

3 Kebiasaan Pagi yang Dapat Mendukung Kesehatan Hati Lebih Baik

October 3, 2026
Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

October 3, 2026
Kondisi Masyarakat di Gaza

WHO: Pasokan Medis untuk Gaza dipersulit dan Harus Menunggu Izin dari Israel

October 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved