• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Cermati Kondisi Perekonomian Terkini, Gubernur BI Sampaikan Tiga Hal

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
April 7, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Cermati Kondisi Perekonomian Terkini, Gubernur BI Sampaikan Tiga Hal

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Cobisnis/Dok. Humas BI)

Cobisnis.com – Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Selasa 7 April 2020 menyampaikan 3 (tiga) hal terkait perkembangan terkini dan kebijakan yang ditempuh BI.

Pertama, nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat. Nilai tukar rupiah pada hari ini, Selasa 7 April 2020 menguat sebesar 225 rupiah atau 1,56% (ptp) menjadi Rp16.125 per dolar AS dan bergerak stabil serta diperkirakan cenderung menguat hingga akhir tahun pada level Rp15.000 per dolar AS.

“Penguatan nilai tukar Rupiah didukung oleh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar, komitmen kebijakan yang erat serta komunikasi yang intensif antara pemerintah, BI, OJK dan LPS. Selain itu, mekanisme pasar telah berjalan baik. Ke depan, Bank Indonesia akan terus berada di pasar dan melakukan langkah-langkah intervensi yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” papar dia di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Kedua, cadangan devisa Maret 2020 terjaga. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar US$121 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar.

Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah sekitar US$2 miliar dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah sekitar US$7 miliar di tengah kondisi “extraordinary” karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi Covid-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.

Cadangan devisa cukup untuk pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor, dan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Nilai tukar rupiah yang bergerak stabil dan menguat serta mekanisme pasar yang berlangsung dengan baik, mengakibatkan kebutuhan intervensi dari Bank Indonesia menurun,” ucapnya.

Ketiga, Bank Indonesia telah mencapai kesepakatan kerja sama repurchase agreement line (repo line) dengan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) senilai US$60 miliar.

Kesepakatan ini dapat dimanfaatkan Bank Indonesia apabila membutuhkan likuiditas dolar AS. Kerjasama repo line, yang dikategorikan sebagai Foreign and International Monetary Authorities (FIMA), hanya diberikan kepada sejumlah bank sentral. “Hal ini mengindikasikan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesa dan kebijakan makroekonomi yang ditempuh,” ungkap Perry.

Selain itu, BI juga memiliki kerja sama repo line dengan beberapa lembaga, yaitu Bank for International Settlements (BIS) senilai US$2,5 miliar, Monetary Authority of Singapore (MAS) senilai US$3 miliar dan bank sentral lain di kawasan senilai 500 juta sampai dengan US$1 miliar.

Kesepakatan ini akan memperkuat second line of defense yang telah dimiliki Bank Indonesia selama ini, seperti kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan beberapa negara, yaitu dengan People’s Bank Of China (PBOC) senilai CNY200 miliar atau (setara 30 miliar dolar AS), Bank of Japan (BOJ) senilai US$22,76 miliar, Bank Of Korea (BOK) senilai KRW10,7 triliun (setara Rp115 triliun), dan Monetary Authority of Singapore (MAS) senilai US$10 miliar.

BI akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

“Fasilitas yang memungkinkan bank sentral atau otoritas moneter mendapatkan likuiditas dolar AS dengan menjual secara temporer surat berharga yang dimiliki seperti US treasury, dengan disertai perjanjian untuk membeli kembali,” pungkas Perry Warjiyo.

Tags: bank indonesiaBIcadangan devisaCobisniscobisnis & bisnisPerry WarjiyoRupiah

Related Posts

BEM SI Ancam Gelar Reformasi Jilid II, Kapolri Imbau Aksi Berjalan Tertib

BEM SI Ancam Gelar Reformasi Jilid II, Kapolri Imbau Aksi Berjalan Tertib

by Hidayat Taufik
June 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau mahasiswa dan masyarakat menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk...

BI Ambil Langkah Darurat, Suku Bunga Acuan Naik ke 5,50 Persen

BI Ambil Langkah Darurat, Suku Bunga Acuan Naik ke 5,50 Persen

by Desti Dwi Natasya
June 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dalam keputusan yang diumumkan...

Perlindungan Kerja Lengkap, Ini 5 Jaminan Sosial yang Wajib Dipahami

Perlindungan Kerja Lengkap, Ini 5 Jaminan Sosial yang Wajib Dipahami

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap pekerja di Indonesia memiliki hak atas jaminan sosial untuk memberikan perlindungan selama masa kerja hingga pensiun....

Sangihe Diterpa Rentetan Gempa, Aktivitas Seismik Tinggi Terjadi di Sulawesi Utara

Sangihe Diterpa Rentetan Gempa, Aktivitas Seismik Tinggi Terjadi di Sulawesi Utara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, diguncang rentetan gempa bumi pada Senin malam, 8 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Sambungan Kabel Longgar Ternyata Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sambungan Kabel Longgar Ternyata Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak tidak selalu disebabkan oleh penggunaan alat elektronik yang berlebihan. Kondisi instalasi listrik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Diskon Listrik 50 Persen PLN Berlaku Lagi hingga 23 Juni 2026, Begini Cara Klaimnya

June 10, 2026
Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

June 11, 2026
Arab Saudi Resmikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates

Daftar Harga BBM di ASEAN Juni 2026, RI Tetap Paling Murah

June 10, 2026
Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

June 13, 2026
Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

June 13, 2026
Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

June 13, 2026
Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

June 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved