• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Covid-19, Alarm bagi Sistem Pangan dan Krusialnya Peran Petani di Masa Krisis

Nina Karlita by Nina Karlita
October 8, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Jokowi Minta Program Stimulus Ekonomi Menjangkau Para Petani

Cobisnis.com – Asian Farmers Association for Sustainable Rural Development (AFA) menyatakan pandemi Covid-19 merupakan alarm bagi sistem pangan sekaligus penegasan betapa pentingnya peran kelompok petani kecil dalam menangani pandemi serta membantu masyarakat dalam mengatasi isu kelaparan dan kemiskinan.

Hal ini terungkap dalam forum regional bertajuk “Mengupayakan Pertanian Keluarga yang Berkelanjutan Melalui Pendekatan Inklusif” yang berlangsung di Manila, Filipina, Selasa (6-8 Oktober 2020).

Forum juga membahas bagaimana kelompok keluarga petani harus diakui sebagai garda terdepan bagi pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi dari bawah ke atas dan inklusif, dengan berbagai pemangku kepentingan antara kelompok petani kecil, mitra swasta, dan pemerintah harus dapat memastikan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan dan tangguh.

Termasuk diantaranya mengamankan hak atas tanah bagi keluarga petani, mengamankan akses ke sumberdaya produktif, mengubah sistem pangan, dan melindungi hak petani perempuan.

“Forum ini bertujuan untuk menjaga momentum kemitraan dalam mencapai tata kelola pertanahan yang berpusat pada masyarakat dan pertanian yang berkelanjutan di seluruh Asia, (caranya) melalui pembangunan solidaritas di antara gerakan petani di Asia,” kata Esther Penunia, Perwakilan Asian Farmers Association for Sustainable Rural Development (AFA), dalam siaran pers yang diterima Cobisnis.com, Rabu (7 Oktober 2020).

Kolaborasi Multi-Aktor

Peran United Nations Decade of Family Farming (UNDFF) turut mendapat sorotan, khususnya dalam memajukan kesejahteraan petani kecil dan mengidentifikasi cara agar kelompok petani dapat terlibat di platform advokasi global seperti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Situasi pertanian kecil di Asia menjadi perhatian, terutama peran petani dalam merumuskan kebijakan, hak atas tanah, dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

Pandemi Covid-19 juga dibahas sebagai peringatan pada sistem pangan. Di Asia, meskipun petani kecil menghasilkan sebagian besar pangan dunia, mereka tetap tidak memiliki kendali atas keamanan lahan dan ketahanan pangan.

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan di masa Covid-19 cenderung parsial, gagal mempertimbangkan peran kunci yang dimainkan petani kecil untuk mempromosikan sistem pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan beragam.

“Mengamankan hak atas tanah dan sumber daya alam bagi masyarakat yang tidak memiliki tanah, baik bagi masyarakat adat, komunitas peternak pastoral, kelompok tani, perempuan, dan pemuda lebih relevan di saat sekarang dibanding tahun sebelumnya,” kata Anthony Marzan dari People’s Campaign for Agrarian Reform Network (AR Now!).

Saurlin Siagian, Koordinator Regional International Land Coalition Asia (ILC Asia), mengatakan forum ini ingin mempromosikan kolaborasi multi-aktor dalam memperkuat pertanian kecil melalui agenda dan kebijakan, terutama untuk memperkuat suara petani kecil, peternak  tradisional, masyarakat adat dan komunitas lokal agar suara mereka terdengar dalam agenda global seperti UNDFF dan Food Systems Summit (FSS).

“Kami juga akan membahas pelanggaran hak asasi petani kecil dan aktivis, serta meningkatnya kasus perampasan lahan di Asia selama pandemi Covid-19. Rekomendasi dan solusi yang dibahas di sini akan disampaikan kepada badan-badan pemerintah dan pembuat kebijakan di seluruh kawasan,” ujar Saurlin Siagian.

Forum regional ini akan berlanjut hingga Kamis, 8 Oktober 2020, yang akan fokus pada strategi, pelajaran utama, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan dan implementasi kebijakan pertanian berkelanjutan. Kemudian isu-isu yang bersinggungan dengan pertanian keluarga dan sistem pangan, seperti tentang aktivis hak atas tanah, pengetahuan masyarakat adat, dan jaminan hak atas tanah bagi perempuan.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
Tags: Bisnis indonesiaCobisnisPertanian

Related Posts

Kurs Rupiah Melemah, Kadin Tekankan Ekspor sebagai Solusi Utama

Kurs Rupiah Melemah, Kadin Tekankan Ekspor sebagai Solusi Utama

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rupiah yang melemah hingga menyentuh Rp 17.300 per dolar AS mendorong pelaku usaha untuk menggenjot ekspor sebagai...

Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia mendapatkan komitmen pasokan minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga...

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Transjakarta tengah mengkaji kemungkinan kenaikan tarif layanan yang sudah bertahan di angka Rp 3.500 selama 21 tahun...

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Mentan Soroti Dugaan Beras Premium Fiktif, Harga Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya praktik beras premium abal-abal yang dijual jauh di atas harga...

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chelsea resmi memecat Liam Rosenior dari jabatan manajer klub setelah rentetan hasil buruk di Premier League. Keputusan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

April 23, 2026
Program MBG Dinilai Jadi Fondasi Kualitas Generasi Masa Depan

Program MBG Dinilai Jadi Fondasi Kualitas Generasi Masa Depan

April 24, 2026
Kurs Rupiah Melemah, Kadin Tekankan Ekspor sebagai Solusi Utama

Kurs Rupiah Melemah, Kadin Tekankan Ekspor sebagai Solusi Utama

April 24, 2026
KPK Cegah Perjalanan Luar Negeri Dua Tersangka Kasus Kuota Haji

KPK Cegah Perjalanan Luar Negeri Dua Tersangka Kasus Kuota Haji

April 24, 2026
Persib vs Arema FC, Maung Bandung Bidik Kemenangan di GBLA

Persib vs Arema FC, Maung Bandung Bidik Kemenangan di GBLA

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved