JAKARTA, Cobisnis.com – Puncak arus balik Lebaran 1447 H diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, dengan potensi kemacetan tinggi di Tol Trans Jawa jika kendaraan menumpuk di waktu yang sama.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan bahwa manajemen waktu menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran perjalanan arus balik tahun ini. Lonjakan kendaraan dipastikan lebih padat karena waktu arus balik yang lebih singkat dibanding periode mudik.
Data menunjukkan hingga hari H Lebaran, baru sekitar 2 juta kendaraan yang keluar dari Jabotabek. Sementara total proyeksi mencapai 3,5 juta kendaraan, artinya masih ada sekitar 1,5 juta kendaraan yang akan kembali dalam waktu berdekatan.
Kondisi ini berpotensi memicu kemacetan ekstrem, terutama di jalur utama Tol Trans Jawa. Jika mayoritas pemudik memilih kembali pada tanggal yang sama, kepadatan tidak terhindarkan.
Koridor Timur menjadi titik paling rawan dalam arus balik kali ini. Jalur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama sebelumnya mencatat lonjakan hingga 130 persen di atas kondisi normal saat mudik.
Lonjakan tersebut diprediksi akan berbalik arah secara masif menuju Jakarta. Titik temu kendaraan dari Jawa Tengah dan Bandung di ruas Tol Jakarta-Cikampek menjadi area paling krusial yang perlu diantisipasi.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut Tol Trans Jawa masih menjadi tulang punggung mobilitas nasional. Dominasi trafik mencapai 57,5 persen dari total pergerakan kendaraan selama periode Lebaran.
Untuk mengurai kepadatan, Jasa Marga mendorong masyarakat menggeser waktu perjalanan. Strategi ini dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way.
Salah satu langkah yang ditawarkan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026. Skema ini memberi fleksibilitas bagi pekerja untuk menunda perjalanan pulang setelah puncak arus balik.
Selain itu, potongan tarif tol sebesar 30 persen juga akan diberlakukan pada 26–27 Maret 2026. Insentif ini diharapkan dapat mendorong distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di tanggal 24 Maret.
Jasa Marga juga mengingatkan pentingnya disiplin di rest area. Pengguna jalan diminta tidak berlama-lama agar sirkulasi kendaraan tetap lancar dan tidak memicu antrean panjang di jalur utama.
Selain itu, kesiapan teknis kendaraan dan kecukupan saldo uang elektronik menjadi faktor penting. Gangguan kecil di gerbang tol dapat berdampak besar pada antrean kendaraan di belakangnya.
Pergerakan kendaraan ke destinasi wisata setelah Lebaran juga diprediksi menjadi faktor tambahan kemacetan. Jalur wisata berpotensi menjadi titik awal kepadatan sebelum kendaraan masuk ke arus balik utama.
Masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi navigasi real-time untuk memantau kondisi lalu lintas. Informasi terkini dapat membantu pengendara menghindari titik macet dan memilih jalur alternatif.













