• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada: DFK Pada 2026 Berpotensi Jadi Alat Penganggu Negara

Rizki Meirino by Rizki Meirino
January 7, 2026
in Nasional
0
Waspada: DFK Pada 2026 Berpotensi  Jadi Alat Penganggu Negara

JAKARTA,Cobisnis.com – Evident Institute menilai Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian pada tahun 2026 berpotensi digunakan secara sistematis untuk menghambat eksekusi kebijakan dan program strategis negara terutama pada momen fiskal krusial.

“Dalam konteks ini, Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) tidak lagi dapat diperlakukan sebagai isu komunikasi semata, melainkan sebagai risiko struktural terhadap stabilitas ekspektasi publik dan kepercayaan ekonomi,” tutur Rijadh Djatu Winardi, Direktur Ekonomi Evident Institute pada Selasa (6/1).

Dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026: Pola Isu, Target, dan Medium Persebaran tersebut Evident Institute memperkirakan tahun 2026 menandai pergeseran dari fase konsolidasi menuju fase perang narasi yang lebih terstruktur dan instrumentalis setelah pada tahun 2025, DFK masih berfungsi sebagai kebisingan yang terfragmentasi.

Prediksi DFK 2026 didapat melalui telaah data terbuka DFK yang terdokumentasi sepanjang tahun 2025 disandingkan dengan data variabel ekonomi tertentu dan index ekonomi. Sementara proyeksi isu DFK tahun 2026 dihitung menggunakan pendekatan hibrida yang mengkombinasikan Regresi Linear dan metode Prophet.

Melalui proses tersebut Evident Institute menilai kebutuhan utama pada 2026 bukan sekadar respons terhadap DFK tetapi kapasitas mitigasi yang presisi. Pemantauan DFK harus diposisikan sebagai early warning system yang mampu mendeteksi friksi informasi sebelum berubah menjadi kepanikan kolektif.

“Akurasi dan ketepatan waktu menjadi kunci, terutama pada platform dengan daya jangkau terbesar yakni Facebook dan TikTok. Dalam pemantauan sepanjang tahun 2025, secara empiris kami mendapati keduanya paling berpengaruh dalam membentuk persepsi publik selama periode sensitif seperti Juli–Agustus,” tuturnya.

Seperti diketahui pada pekan ketiga Agustus hingga awal September 2025, unjuk rasa disertai kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yakni berupa tunjangan perumahan.

Gejolak di masyarakat itu juga didorong oleh adanya kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

Dia menunjukkan koeksistensi temporal antara lonjakan DFK dan perubahan indikator persepsi ekonomi mengindikasikan melemahnya tingkat kepercayaan publik pada periode tertentu. Sehingga dapat dikatakan DFK menciptakan kondisi kerentanan sistemik yang meningkatkan biaya koordinasi kebijakan dan memperlemah kepercayaan publik.
“Hal ini terjadi terutama pada periode fiskal dan politik yang sensitif. Jadi dalam hal ini DFK berfungsi sebagai pengejut (shock) non-ekonomi terhadap ekspektasi publik. Temuan kami mendapati lonjakan DFK pada periode fiskal kritis terindikasi memperlemah efektivitas komunikasi kebijakan dan adanya pola targeting sebagai strategi delegitimasi berlapis terhadap kapasitas negara,” tuturnya.

“Menariknya Evident Institute mendapati tren DFK terjadi sejak Juli 2025 terjadi kenaikan. Persebaran DFK tersebut masif digemakan melalui platform media sosial maupun aplikasi berbagi pesan seperti Whatsapp yang sifatnya tertutup,” tuturnya.

Direktur Hukum Evident Institute Abdul Luky Shofiul Azmi menegaskan kebutuhan pendekatan mitigasi yang dapat dipertahankan (defensible) di ruang publik harus berbasis fungsi kebijakan dan kesiapan institusional, bukan personalisasi aktor.

“Pemerintah perlu menggeser pola respons dari bantahan reaktif menuju counter-narrative berbasis data yang konsisten, cepat, dan mudah diakses. Tujuannya bukan memenangkan perdebatan wacana, melainkan menutup ruang friksi informasi sebelum narasi hoaks terlanjur dinormalisasi sebagai kebenaran sosial,” paparnya.

Pada sisi distribusi, lanjutnya, strategi mitigasi harus fokus pada platform terbuka yang dominan dalam data—Facebook, TikTok, dan X—dengan pendekatan berbeda untuk platform tertutup seperti WhatsApp.

Meski demikian, Luky mengingatkan penegakan instrumen hukum harus netral dan prosedural, diarahkan pada pelanggaran yang jelas dan terukur seperti penipuan, scam, impersonasi, pemalsuan identitas, dan distribusi konten manipulatif. “Pendekatan yang bias atau berbasis kecurigaan terhadap aktor sipil justru berisiko memperbesar friksi informasi itu sendiri.”

Eksekutif Direktur Evident Institute, Rinatania Anggraeni Fajriani menuturkan literasi ekspektasi ekonomi perlu diperlakukan sebagai bagian integral dari literasi kebijakan karena disinformasi ekonomi kerap memanfaatkan ketidakpastian dan istilah teknis yang tidak akrab bagi publik.

Dia mencontohkan disinformasi yang dimulai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), pajak daerah seperti PBB-P2, hingga subsidi dan bansos. “Tanpa upaya sistematis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman ini, ruang panik akan terus tersedia bagi narasi manipulatif.”

Dengan demikian, tegasnya, keberhasilan tata kelola 2026 tidak dapat diukur semata dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan kemampuan negara menjaga stabilitas ekspektasi publik, menekan friksi informasi, dan memperkuat kedaulatan ruang informasi digital.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: Alat negaraCobisnisDfkPebisnismuda

Related Posts

BNI Siap Ekspansi Bisnis Hingga ke Luar Negeri untuk Dukung UMKM Go International

BNI Umumkan Operasional Terbatas Percepatan Penyaluran Program Indonesia Pintar

by Rizki Meirino
January 7, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi salah satu Bank penyalur...

Trump Geram Dugaan Serangan ke Rumah Putin, Sebut Bukan Waktu Tepat

Trump Serius Ingin Beli Greenland, Sekutu NATO Langsung Tegur

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden AS Donald Trump kini dikabarkan lebih memilih membeli Greenland ketimbang menginvasinya. Informasi ini disampaikan Menteri Luar...

China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

China Pelajari Serangan AS ke Venezuela, Fokus pada Sistem Pertahanan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China langsung mempelajari taktik militer Amerika Serikat saat menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Serangan itu berujung pada...

Richard Lee Diperiksa Sebagai Tersangka Dugaan Pelanggaran Kesehatan

Richard Lee Diperiksa Sebagai Tersangka Dugaan Pelanggaran Kesehatan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Metro Jaya memanggil dr Richard Lee hari ini untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan pelanggaran di bidang...

Perjalanan Umrah Naik Motor Lintas Negara, Ini Rincian Biayanya

Perjalanan Umrah Naik Motor Lintas Negara, Ini Rincian Biayanya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perjalanan umrah dengan sepeda motor kembali menyita perhatian publik. Seorang biker asal Sulawesi Selatan, Anhar alias Om...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Corporation For Public Broadcasting Memutuskan Bubarkan Diri Usai Pemangkasan Dana

Corporation For Public Broadcasting Memutuskan Bubarkan Diri Usai Pemangkasan Dana

January 7, 2026
Samsung Perkenalkan Ponsel Baru Bergaya Fiksi Ilmiah Dengan Layar Tiga Lipatan

Samsung Perkenalkan Ponsel Baru Bergaya Fiksi Ilmiah Dengan Layar Tiga Lipatan

January 7, 2026
Richard Lee Resmi Jadi Tersangka Usai Dilaporkan Dokter Detektif

Profil Lengkap dan Perjalanan Karier dr Richard Lee, Dokter Estetika yang Kini Berstatus Tersangka

January 7, 2026
China Batasi Ekspor Barang Militer ke Jepang, Tegangan Kawasan Naik

China Batasi Ekspor Barang Militer ke Jepang, Tegangan Kawasan Naik

January 6, 2026
Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

January 7, 2026
Bank Raya dan Visa Ramaikan Sorak Sorai Festival Nataru 2025–2026 di TMII Lewat Peluncuran Kartu Debit Digital

Bank Raya dan Visa Ramaikan Sorak Sorai Festival Nataru 2025–2026 di TMII Lewat Peluncuran Kartu Debit Digital

January 7, 2026
Perkuat Profesi Akuntan, GIAR Soroti Peluang Besar bagi GenZ

Perkuat Profesi Akuntan, GIAR Soroti Peluang Besar bagi GenZ

January 7, 2026
Mandiri Inhealth Buka 2026 dengan Aksi Kemanusiaan di Sibolga dan Tapanuli Tengah

Mandiri Inhealth Buka 2026 dengan Aksi Kemanusiaan di Sibolga dan Tapanuli Tengah

January 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved