• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Janji Buat Amerika Terjangkau Lagi, Kini Sebut Krisis Affordability Sebagai Penipuan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 6, 2025
in News
0
Trump Janji Buat Amerika Terjangkau Lagi, Kini Sebut Krisis Affordability Sebagai Penipuan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Donald Trump berulang kali menyebut isu keterjangkauan sebagai sebuah “penipuan besar” yang menurutnya diciptakan oleh Partai Demokrat. “Ini pekerjaan penipuan. Menurut saya, keterjangkauan adalah penipuan terbesar,” kata Trump dari Oval Office pada Selasa.

Pernyataan tersebut dianggap aneh karena Trump akan melakukan perjalanan ke Pennsylvania untuk mempromosikan agenda ekonominya dan menegaskan fokusnya pada “mengakhiri krisis inflasi Joe Biden”, Lebih membingungkan lagi karena isu keterjangkauan merupakan faktor utama yang mendorong Trump kembali ke Gedung Putih.

Janji kampanye Trump soal keterjangkauan

Pada Pemilu 2024, Trump memanfaatkan kemarahan publik terhadap tingginya biaya hidup dan berjanji akan segera menurunkan harga meskipun janji itu dinilai tidak realistis. Trump kerap menggunakan bahasa yang kini justru ia sebut sebagai tipuan. Dalam sebuah kampanye di North Carolina, ia mengatakan “inflasi menghancurkan negara ini” sambil menunjukkan contoh shrinkflation.

Trump berjanji pada masa kampanye bahwa ia akan mengarahkan kabinetnya memberikan hasil “dalam 100 hari pertama”. Ia juga berulang kali menyatakan akan menurunkan harga seluruh barang sejak hari pertama menjabat. Bahkan, platform Partai Republik 2024 mencantumkan janji nomor tiga: “Mengakhiri inflasi, dan membuat Amerika terjangkau kembali.”

Realitas ekonomi dan sentimen publik

Namun, menyebut isu keterjangkauan sebagai penipuan sulit dibenarkan jika melihat statistik resmi, riset independen, hingga jajak pendapat publik.
Survei Gallup terbaru menunjukkan hanya 21% orang dewasa di AS yang menilai kondisi ekonomi saat ini baik, turun dari bulan sebelumnya. Indeks Kepercayaan Ekonomi Gallup juga melemah ke titik terendah dalam 17 bulan.

Data Bank of America menunjukkan sekitar 24% rumah tangga AS hidup dari gaji ke gaji. Fitch Ratings menemukan keterlambatan pembayaran pinjaman mobil di kalangan peminjam berisiko tinggi telah meningkat hingga rekor tertinggi.

Moody’s Analytics mencatat bahwa rumah tangga rata-rata kini harus mengeluarkan tambahan US$208 per bulan dibandingkan September 2024 hanya untuk membeli barang dan jasa yang sama. Jika dibandingkan awal 2021, biaya rumah tangga naik US$1.043 per bulan.

Masalah tarif impor ala Trump

Tarif impor menjadi dilema lain bagi Trump. Selama ini, tarif merupakan alat favoritnya, namun kebijakan itu tidak populer dan dianggap berkontribusi pada kenaikan harga. Data Harvard Business School Pricing Lab menemukan harga barang pada 1 November berada 6% lebih tinggi dibanding tren pra-tarif, dengan beberapa kategori naik lebih signifikan seperti pakaian, perabot rumah, serta kopi dan teh.

Survei CBS News menunjukkan 62% warga AS menolak tarif baru terhadap barang impor. Ini menjadi tantangan karena Trump menyebut dirinya sebagai “Tariff Man”.

Krisis keterjangkauan tidak muncul tiba-tiba

Krisis keterjangkauan sudah berlangsung bertahun-tahun, dan mencapai puncaknya pada era Joe Biden ketika inflasi melonjak ke level tertinggi 40 tahun. Tingginya harga kini membuat uang belanja warga AS jauh berkurang nilainya.

Meskipun inflasi sudah turun ke 3%, harga tetap berada pada level yang jauh lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Satu-satunya kabar baik adalah harga bensin yang sempat turun ke bawah US$3 per galon, pertama kali dalam empat setengah tahun.

Akhirnya, Trump kini berargumen bahwa krisis keterjangkauan tidak nyata bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri saat menjadi kandidat. Bahkan, Trump pernah menulis di Truth Social pada 5 November: “Keterjangkauan adalah tujuan kami.”

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comInflasiKeterjangkauanTrump

Related Posts

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Fajar/Fikri Sabet Gelar China Open 2026, BNI Bangga Dukung Bulu Tangkis Indonesia

by Rizki Meirino
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan wakil...

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelemahan mata...

Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Tujuh Personel Polisi

Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Tujuh Personel Polisi

by Hidayat Taufik
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengamankan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP...

Menpar Sebut JFC 2026 Jadi Salah Satu Event Terbaik di Indonesia

Menpar Sebut JFC 2026 Jadi Salah Satu Event Terbaik di Indonesia

by Rizki Meirino
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan JFC 2026 sebagai salah satu event unggulan nasional yang terus...

Perry Warjiyo Mundur dari BI, Bank Indonesia Pastikan Rupiah Tetap Stabil

Perry Warjiyo Mundur dari BI, Bank Indonesia Pastikan Rupiah Tetap Stabil

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian publik dan pelaku pasar pada Senin...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
BNI Tanam 258.000 Bibit Mangrove untuk Jaga Lingkungan dan Buka Peluang Usaha

BNI Tanam 258.000 Bibit Mangrove untuk Jaga Lingkungan dan Buka Peluang Usaha

July 26, 2026
Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

July 27, 2026
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP

Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP

July 26, 2026
BNI Apresiasi Fajar/Fikri Usai Sabet Gelar China Open 2026 dan Cetak Dua Juara Beruntun

BNI Apresiasi Fajar/Fikri Usai Sabet Gelar China Open 2026 dan Cetak Dua Juara Beruntun

July 27, 2026
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Fajar/Fikri Sabet Gelar China Open 2026, BNI Bangga Dukung Bulu Tangkis Indonesia

July 27, 2026
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

July 27, 2026
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Tujuh Personel Polisi

Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Tujuh Personel Polisi

July 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved