JAKARTA, Cobisnis.com – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping diprediksi tidak akan banyak membahas perang dagang. Fokus pembicaraan disebut lebih mengarah ke sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Laporan Reuters menyebut isu teknologi kini menjadi perhatian utama investor global. Persaingan AI dianggap lebih menentukan arah ekonomi dunia dibanding tensi tarif dagang beberapa tahun terakhir.
Salah satu topik yang diperkirakan muncul adalah kemungkinan pelonggaran pembatasan ekspor chip asal China. Selama ini, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Amerika Serikat menekan perkembangan teknologi Beijing.
Meski begitu, pasar mulai melihat hubungan AS dan China dalam fase yang lebih stabil. Investor menilai kedua negara kini lebih fokus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan teknologi masing-masing.
Pergerakan yuan yang terus menguat dalam setahun terakhir menjadi salah satu indikator perubahan sentimen pasar. Saham teknologi China juga kembali dilirik investor global seiring lonjakan investasi di sektor AI dan pusat data.
Analis menilai pelaku industri China mulai mengalihkan fokus dari isu perang dagang menuju penguatan swasembada teknologi. Strategi ini dianggap membuat China lebih tahan menghadapi tekanan eksternal.
Investor kini melihat persaingan AS dan China bukan lagi sekadar perang tarif. Kompetisi keduanya mulai bergeser ke penguasaan teknologi, infrastruktur AI, hingga pengaruh ekonomi global jangka panjang.













