JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan Iran menyatakan kesepakatan baru semakin dekat setelah kedua pihak menjalani negosiasi intensif selama beberapa pekan. Pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran.
Selain itu, Gedung Putih yakin para pemimpin Iran dan Israel dapat menerima hasil perundingan tersebut. Negosiasi berfokus pada sejumlah isu sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
Namun, beberapa pertanyaan penting masih belum terjawab. Trump pada Jumat mengkritik laporan media pemerintah Iran yang berbeda dengan penjelasan Amerika Serikat mengenai isi kesepakatan.
Karena itu, perbedaan informasi tersebut kembali memunculkan ketidakpastian terkait kondisi terbaru perundingan. Sementara itu, belum ada kepastian apakah pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui rancangan kesepakatan tersebut.
Meski begitu, Kementerian Luar Negeri Iran juga memberi sinyal bahwa kerangka perjanjian sudah berada dalam jangkauan. Jika kedua pihak menandatangani nota kesepahaman, proses berikutnya akan memasuki tahap negosiasi teknis selama 60 hari.
Setelah itu, tim dari kedua negara akan membahas implementasi kesepakatan dan menyelesaikan isu yang masih tersisa. Di sisi lain, sejumlah sumber menyebut upacara penandatanganan dapat berlangsung di Swiss dalam beberapa hari mendatang.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran mengindikasikan proses penandatanganan juga bisa dilakukan secara jarak jauh. Karena itu, dunia kini menantikan langkah final yang dapat menentukan arah hubungan Washington dan Teheran dalam beberapa tahun ke depan.













