• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Singapura Larang Warganya Kunyah Permen Karet, Ini Alasannya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 17, 2025
in Lifestyle
0
Singapura Larang Warganya Kunyah Permen Karet, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Singapura masih mempertahankan aturan unik yang sudah dikenal seluruh dunia: larangan permen karet. Aturan ini diberlakukan sejak 1992 dan tetap berlaku hingga sekarang sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga ketertiban kota.

Larangan ini muncul karena permen karet pernah menjadi sumber masalah kebersihan. Sampah lengket itu sering ditemukan di lift, kursi umum, hingga trotoar, membuat biaya perawatan dan pembersihan meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun memutuskan mengambil langkah tegas.

Masalah makin besar ketika permen karet ditempelkan ke sensor pintu MRT. Kerusakan kecil ini dapat menghambat operasional kereta dan menimbulkan gangguan besar pada pengguna transportasi publik. Risiko tersebut menjadi pemicu utama lahirnya aturan keras tersebut.

Sejak itu, penjualan dan distribusi permen karet dilarang seluruhnya. Namun, beberapa pengecualian diberlakukan, seperti permen karet medis bagi pasien terapi berhenti merokok. Produk itu hanya boleh diberikan lewat izin dokter dan tidak dijual bebas di toko.

Kebijakan ini sempat menuai kritik dari masyarakat internasional karena dianggap terlalu ekstrem. Namun bagi Singapura, kebersihan dan efisiensi kota menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Pemerintah menilai aturan tersebut terbukti menjaga kualitas ruang publik.

Dampaknya terlihat nyata. Jalanan, halte, dan fasilitas publik di Singapura minim coretan, sampah, dan noda permen karet. Kota tetap tampil rapi dan bersih, sehingga reputasinya sebagai negara modern yang sangat tertib tetap terjaga hingga kini.

Aturan ini juga mencerminkan budaya disiplin yang sudah lama melekat pada masyarakat Singapura. Pemerintah percaya bahwa peraturan tegas dengan sanksi jelas dapat menciptakan perilaku sosial yang lebih tertib dan bertanggung jawab.

Dalam konteks sosial, larangan ini ikut membentuk pola pikir masyarakat untuk menghargai ruang publik. Warga terbiasa menjaga kebersihan dan sadar bahwa pelanggaran kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan bersama.

Dari sisi ekonomi, kebersihan kota memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata. Kota yang rapi dan bebas sampah membuat turis merasa nyaman. Hal ini menjadi salah satu alasan Singapura tetap menjadi destinasi favorit di Asia.

Meski terdengar sepele, larangan permen karet adalah contoh bagaimana kebijakan kecil mampu membentuk identitas sebuah negara. Singapura semakin dikenal sebagai negara yang bersih, efisien, dan serius menjaga ketertiban ruang publik.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: asiaAturan UnikCobisnisPebisnismudaPermen KaretSingapura

Related Posts

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah penumpang KRL Commuter Line di Jabodetabek terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring perbaikan layanan dan...

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pebalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencetak kemenangan impresif di Race 2 Red Bull Rookies Cup 2026 di...

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberikan kelonggaran penggunaan kemasan lama untuk beras SPHP 2026 menyusul kelangkaan bahan baku plastik yang menghambat...

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga emas diproyeksikan kembali menguat pada pekan depan setelah sebelumnya mengalami pelemahan cukup dalam dalam beberapa waktu...

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat hasil positif dengan finis di posisi keenam pada Moto3 Spanyol...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta pada 2026

Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta pada 2026

April 26, 2026
Penembakan di Acara Gedung Putih, Diduga Sasar Pejabat Trump

Penembakan di Acara Gedung Putih, Diduga Sasar Pejabat Trump

April 26, 2026
Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

April 26, 2026
Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

Kibarkan Merah Putih, Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Rookies Cup 2026

April 26, 2026
Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

Kelangkaan Plastik Ganggu Produksi, Beras SPHP Diizinkan Pakai Kemasan Lama

April 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved