• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Singapura Larang Warganya Kunyah Permen Karet, Ini Alasannya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 17, 2025
in Lifestyle
0
Singapura Larang Warganya Kunyah Permen Karet, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Singapura masih mempertahankan aturan unik yang sudah dikenal seluruh dunia: larangan permen karet. Aturan ini diberlakukan sejak 1992 dan tetap berlaku hingga sekarang sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga ketertiban kota.

Larangan ini muncul karena permen karet pernah menjadi sumber masalah kebersihan. Sampah lengket itu sering ditemukan di lift, kursi umum, hingga trotoar, membuat biaya perawatan dan pembersihan meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun memutuskan mengambil langkah tegas.

Masalah makin besar ketika permen karet ditempelkan ke sensor pintu MRT. Kerusakan kecil ini dapat menghambat operasional kereta dan menimbulkan gangguan besar pada pengguna transportasi publik. Risiko tersebut menjadi pemicu utama lahirnya aturan keras tersebut.

Sejak itu, penjualan dan distribusi permen karet dilarang seluruhnya. Namun, beberapa pengecualian diberlakukan, seperti permen karet medis bagi pasien terapi berhenti merokok. Produk itu hanya boleh diberikan lewat izin dokter dan tidak dijual bebas di toko.

Kebijakan ini sempat menuai kritik dari masyarakat internasional karena dianggap terlalu ekstrem. Namun bagi Singapura, kebersihan dan efisiensi kota menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Pemerintah menilai aturan tersebut terbukti menjaga kualitas ruang publik.

Dampaknya terlihat nyata. Jalanan, halte, dan fasilitas publik di Singapura minim coretan, sampah, dan noda permen karet. Kota tetap tampil rapi dan bersih, sehingga reputasinya sebagai negara modern yang sangat tertib tetap terjaga hingga kini.

Aturan ini juga mencerminkan budaya disiplin yang sudah lama melekat pada masyarakat Singapura. Pemerintah percaya bahwa peraturan tegas dengan sanksi jelas dapat menciptakan perilaku sosial yang lebih tertib dan bertanggung jawab.

Dalam konteks sosial, larangan ini ikut membentuk pola pikir masyarakat untuk menghargai ruang publik. Warga terbiasa menjaga kebersihan dan sadar bahwa pelanggaran kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan bersama.

Dari sisi ekonomi, kebersihan kota memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata. Kota yang rapi dan bebas sampah membuat turis merasa nyaman. Hal ini menjadi salah satu alasan Singapura tetap menjadi destinasi favorit di Asia.

Meski terdengar sepele, larangan permen karet adalah contoh bagaimana kebijakan kecil mampu membentuk identitas sebuah negara. Singapura semakin dikenal sebagai negara yang bersih, efisien, dan serius menjaga ketertiban ruang publik.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: asiaAturan UnikCobisnisPebisnismudaPermen KaretSingapura

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura merespons kebijakan Indonesia yang memangkas ekspor gas dengan menyatakan dampaknya terhadap kebutuhan energi harian negara tersebut...

Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

by Desti Dwi Natasya
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved