• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 5, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi tekanan langsung ke industri ritel nasional. Sejumlah emiten peritel terpaksa menyesuaikan harga jual produk di gerai mereka.

Kenaikan harga terjadi karena biaya dari pemasok ikut meningkat. Tekanan utama berasal dari naiknya harga barang impor yang menjadi bagian dari rantai pasok ritel.

PT Supra Boga Lestari Tbk menyebut sebagian besar produk di gerai mereka sudah mengalami penyesuaian harga. Kenaikan tersebut mengikuti lonjakan biaya dari vendor dan pemasok utama.

Manajemen perusahaan menegaskan penyesuaian harga menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena pemasok lebih dulu menaikkan harga akibat tekanan biaya produksi global.

Meski begitu, perusahaan menilai dampaknya ke konsumen masih relatif terkendali. Segmen menengah ke atas dinilai masih mampu menyerap kenaikan harga tanpa penurunan konsumsi signifikan.

PT Midi Utama Indonesia Tbk juga menghadapi kondisi serupa di lapangan. Produk berbasis impor seperti susu dan bahan pangan menjadi yang paling terdampak pelemahan rupiah.

Perusahaan menyebut harga di gerai akan selalu mengikuti kebijakan principal atau pemasok utama. Jika harga dari pemasok naik, maka harga jual di toko ritel juga ikut menyesuaikan.

Meski tekanan biaya meningkat, industri ritel masih dipandang sebagai sektor yang relatif tahan terhadap gejolak ekonomi. Aktivitas konsumsi dinilai tetap berjalan meski terjadi penyesuaian harga.

Dari sisi kinerja, Supra Boga Lestari mencatat pendapatan Rp823,45 miliar pada kuartal I 2026. Sementara Midi Utama Indonesia membukukan pendapatan Rp5,88 triliun pada periode yang sama dengan pertumbuhan positif, menunjukkan permintaan masih terjaga di tengah tekanan nilai tukar.

Tags: Cobisnisharga barangKonsumsi ImporPebisnismudaPerdaganganRitel IndonesiaRupiah melemah

Related Posts

ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

by Rizki Meirino
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT ASABRI (Persero) melalui Kantor Cabang Malang berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang untuk meningkatkan pemahaman...

Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand. Berapa hadiah uang yang diterima Garuda?

Timnas Indonesia Raih Trofi dan Hadiah Juara

by Desti Dwi Natasya
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia bukan cuma membawa pulang trofi setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga berhak atas...

RS Kemang Medical Care resmi bertransformasi menjadi RSU dengan menghadirkan layanan Healthy Aging, Brain and Spine, serta Pain Management untuk kebutuhan kesehatan lintas

RS Kemang Medical Care Resmi Jadi RSU

by Rizki Meirino
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - RS Kemang Medical Care (KMC) resmi bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit...

Tottenham mendapat kabar positif terkait kondisi Micky van de Ven dan Jan Paul van Hecke jelang menghadapi Manchester United.

Tottenham Lega Jelang Hadapi Manchester United

by Desti Dwi Natasya
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tottenham Hotspur mendapat kabar positif mengenai kondisi Micky van de Ven dan Jan Paul van Hecke yang...

Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

IRGC Klaim Armada AS Mundur dari Hormuz

by Desti Dwi Natasya
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komandan senior Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Fadavi, mengklaim kapal perang Amerika Serikat telah mundur lebih...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
UNESCO

UNESCO Ungkap Dunia Kekurangan 50 Juta Guru

October 6, 2026
Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

October 6, 2026
Polda Metro Kerahkan Ribuan Polisi untuk Amankan Demo Buruh

Polda Metro Kerahkan Ribuan Polisi untuk Amankan Demo Buruh

October 6, 2026
Rutan Depok Digeledah Polisi Setelah Napi Viral Pesta Narkoba

Rutan Depok Digeledah Polisi Setelah Napi Viral Pesta Narkoba

October 6, 2026
MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

October 6, 2026
Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

October 6, 2026
Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

October 6, 2026
ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

October 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved