• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Setelah Produksi Dipangkas, Industri Tambang Terkena Beban BBM dan B50 Serta PHK

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
April 11, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Setelah Produksi Dipangkas, Industri Tambang Terkena Beban BBM dan B50 Serta PHK

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri pertambangan sedang menghadapi dilema di dalam negeri, ada kebijakan yang sangat mempengaruhi bisnis dalam menghadapi cost yakni penggunaan B50 dan harga BBM yang naik karena situasi global.

Ditambah lagi pengurangan produksi mineral dan batubara membuat perusahaan melakukan efesiensi sampai situasi kembali normal.

Sudirman Widhy Hartono, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), mengatakan kebijakan pengendalian produksi untuk dua komoditas tambang, yakni batu bara dan nikel untuk proses persetujuan RKAB 2026 menjadi bencana bagi industri pertambangan nasional.

Selain karena kebijakan pengendalian produksi, perubahan persetujuan RKAB dari tiga tahunan menjadi setiap tahun memicu kekhawatiran akan kendala produksi di awal tahun sebelum keluarnya persetujuan RKAB.

“Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang tidak dapat berfungsi di awal tahun karena keterlambatan proses persetujuan RKAB,” kata Widhy dalam Diskusi Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global, ditulis Sabtu (11/4/2026).

Menurut dia, Perhapi sebetulnya sudah menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana perubahan persetujuan RKAB dari tiga tahun kembali ke setiap tahun. Walaupun ada aplikasi yang bisa membantu proses persetujuaan RKAB, realitasnya persetujuan RKAB terlambat hingga di Maret 2026.

“Alhamdulillahnya, ada semacam relaksasi untuk menggunakan 25% dari kegiatan yang masih berlaku,” katanya.

Sementara itu, terhadap rencana untuk pengendalian produksi, Widhy mengungkap fakta bahwa sudah banyak perusahaan di sektor pertambangan batubara yang melakukan slow learning. Bahkan, ada menyesuaikan operasional tambang, karena khawatir adanya rencana pembatasan produksi.

“Saat ini sudah terjadi di beberapa tempat, bahkan yang di ibu kota adalah memPHK, menterminasi karyawannya di daerah pusat kehidupan,” ungkap Widhy.

Disisi lain, kata Widhy juga menyoroti tantangan penggunaan B50 untuk bahan bakar untuk pertambangan yang membuat cost produksi meningkat. Bahwa pengalaman B20 hingga B40 sudah terbukti menurunkan performa alat dan meningkatkan biaya perawatan, apalagi di remote area dengan umur simpan bahan bakar yang lebih singkat.

Meski pemerintah mengklaim B50 mampu menghemat subsidi solar hingga Rp 48 triliun, para ahli mendesak agar kebijakan tidak terburu-buru mengingat risiko operasional dan dampak sosial yang masif bagi pekerja tambang.

Ade Candra, Direktur Business Development Pamapersada, mengakui gejolak geopolitik yang terjadi saat ini mau tidak mau berdampak bagi perusahaan kontraktor jasa tambang. Kondisi geopolitik saat ini berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas, termasuk batu bara.

Disatu sisi, kata Ade, ini tentu menguntungkan bagi penambang. Namun disisi lain, ada sumber-sumber bahan produksi yang mengalami kendala pasokan.

“Kita membutuhkan bahan bakar untuk-untuk dapat menjalankan alat-alat tambang. Kita juga membutuhkan komponen-komponen yang masih banyak tergantung dari luar,” kata dia.

Menurut Ade, rencana penyesuaian produksi yang tertuang dalam RKAB perusahaan-perusahaan tambang otomatis akan berdampak bagi perusahaan kontraktor jasa tambang seperti Pamapersada.

“Kita mau enggak mau sudah mulai untuk menyesuaikan jumlah manpower. Sejak Februari kita enggak ada pilihan dan mencoba menyesuaikan jumlah manpower,” kata Ade.

Ade mengatakan, jika melihat klien Pamapersada, khusus klien tambang batubara, dari sisi harga batubara memang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harganya bisa mencapai hingga 25%. Namun, disisi lain harga fuel global juga naik, bahkan lebih signifikan.

Pada Januari-Maret, kenaikannya bahkan bisa mencapai 155%.

“Kondisi ini kemudian ditambah dengan adanya penyesuaian produksi. Ini tentu akan berdampak secara signifikan kepada-kepada customer pada akhirnya,” kata dia.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: B50Bbmcobisnis.comIndustri tambang

Related Posts

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Timnas Indonesia mengawali kiprah di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Pertandingan...

Film Saw 11 resmi dilanjutkan dengan Mike P. Nelson sebagai sutradara. James Wan juga kembali sebagai produser bersama Leigh Whannell dan Jason Blum.

Saw 11 Resmi Lanjut, Mike P. Nelson Jadi Sutradara

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Franchise horor Saw akhirnya kembali mendapatkan kepastian setelah Lionsgate dan Blumhouse mengumumkan film ke-11 akan segera digarap....

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah menyatakan ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Namun, harga beras di pasaran masih...

Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman tidak dikenali publik demi menjaga kehidupan pribadi dan keluarganya setelah meraih banyak trofi bergengsi.

Fabian Ruiz Nyaman Hidup Tanpa Terkenal

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman jika tidak banyak dikenal orang meski telah meraih...

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)

Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Sekitar GBK

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

September 24, 2026
Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

Xiaomi Watch S5 Transparent Hanya 5.000 Unit

September 25, 2026
ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

September 25, 2026
Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato

September 25, 2026
Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

September 25, 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan AS menentukan kapan perang berakhir dan menegaskan Teheran terbuka untuk kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Presiden Iran Ungkap Syarat Perang Berakhir

September 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved