• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, November 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Hindari 7 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Orang yang Mengalami Depresi

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
August 16, 2026
in Lifestyle
0
Hindari 7 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Orang yang Mengalami Depresi

JAKARTA, Cobisnis.com – Memberikan dukungan kepada seseorang yang mengalami depresi berat membutuhkan empati dan perhatian. Niat baik tidak selalu menghasilkan respons yang tepat jika ucapan yang disampaikan justru membuat mereka merasa tidak dipahami.

Beberapa kalimat yang terdengar seperti penyemangat bahkan dapat menambah beban emosional. Karena itu, penting mengetahui ucapan yang sebaiknya dihindari ketika berkomunikasi dengan seseorang yang sedang menghadapi depresi berat.

1. “Kamu harus kuat, ya”

Kalimat ini mungkin dimaksudkan untuk memberikan semangat. Namun, ucapan tersebut dapat membuat seseorang merasa harus menyembunyikan kelemahannya.

Menurut CNBC Make It, orang yang mengalami depresi berat membutuhkan validasi terhadap perasaannya, bukan tuntutan untuk selalu terlihat kuat.

Sebagai gantinya, Anda dapat mengatakan, “Wajar kamu merasa seperti itu” atau “Aku tahu ini pasti berat buat kamu.”

2. “Sudah, jangan nangis”

Menangis bukan berarti seseorang lemah. Bagi sebagian orang, menangis menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan dan melepaskan tekanan emosional.

Ketika seseorang menangis, berikan ruang yang aman dan respons yang menenangkan. Misalnya, dengan mengatakan, “Tidak apa-apa, kalau memang ingin menangis.”

3. “Kalau butuh apa-apa, bilang aja”

Ucapan tersebut terdengar baik, tetapi terlalu umum. Seseorang yang mengalami depresi berat mungkin tidak memiliki energi untuk menjelaskan bantuan yang dibutuhkan.

Karena itu, tawarkan bantuan secara lebih spesifik. Contohnya, “Mau aku temani ke dokter?” atau “Mau aku bantu mengurus sesuatu hari ini?”

4. “Aku pernah ngalamin yang lebih parah”

Setiap orang memiliki pengalaman dan kemampuan menghadapi masalah yang berbeda. Membandingkan masalah dapat membuat penderitaan seseorang terasa diremehkan.

Psikiater Leela R. Magavi mengatakan depresi merupakan pengalaman yang sangat personal dan tidak membutuhkan pembenaran melalui perbandingan dengan pengalaman orang lain, seperti dilansir Business Insider.

Lebih baik dengarkan ceritanya dengan empati tanpa menghakimi atau membandingkan masalah yang sedang dihadapi.

5. “Bersyukurlah, orang lain lebih susah”

Mengajak seseorang bersyukur tidak selalu menjadi solusi ketika mereka sedang mengalami depresi berat. Kalimat tersebut justru dapat menimbulkan rasa bersalah karena mereka sedang merasakan kesedihan.

Perasaan seseorang tetap valid meskipun ada orang lain yang menghadapi masalah lebih berat. Dukungan dan pemahaman lebih dibutuhkan daripada perbandingan.

6. “Kamu enggak kelihatan sedih, kok”

Gangguan mental tidak selalu terlihat dari penampilan seseorang. Ada orang yang tetap dapat beraktivitas dan tersenyum meskipun sedang mengalami tekanan berat.

Menurut Verywell Mind, ucapan tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak dipahami dan akhirnya enggan menceritakan kondisi yang sebenarnya.

7. “Kamu pasti bisa, kamu cuma lagi capek aja”

Depresi berat bukan sekadar rasa lelah setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Hal yang terlihat sederhana bagi orang lain bisa terasa sangat berat bagi seseorang yang sedang mengalami depresi.

Mengecilkan masalah tersebut dapat membuat mereka merasa tidak dianggap serius. Sebaiknya dengarkan keluhannya dan tunjukkan bahwa Anda bersedia mendampingi.

Jangan Menghindar

Selain menghindari ucapan yang dapat menyakiti, jangan pula menjauhi seseorang hanya karena tidak tahu harus berkata apa.

Orang yang mengalami depresi berat dapat merasa semakin kesepian ketika lingkungan sekitarnya menghindar. Pesan sederhana seperti, “Aku kepikiran kamu, bagaimana kabarmu hari ini?” dapat menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian.

Dukungan tidak selalu harus berupa nasihat. Terkadang, kesediaan untuk mendengarkan dan hadir menjadi hal yang paling berarti.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: cobisnis.comdepresi beratdukungan emosionalgangguan mentalKesehatankesehatan mentalpsikologi

Related Posts

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

Margono Djojohadikusumo Masuk Usulan Pahlawan Nasional, Gus Ipul Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membenarkan bahwa nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo...

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Markas...

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset nantinya akan memuat ketentuan...

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan perjalanan pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat...

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemboikotan siaran Liga Spanyol oleh China masih berlangsung menyusul kontroversi candaan Kylian Mbappe yang menyinggung tokoh nasional...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

November 5, 2026
DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

November 5, 2026
IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

Rp198,8 Triliun Dana Asing Terancam Keluar, IHSG Dibayangi Guncangan

November 5, 2026
Peris.ai meraih Best Award – 1st Place di Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026, mengungguli 23 startup dan membawa pulang hadiah USD 20.000.

Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea

November 5, 2026
PKT

Perkuat Budaya Inovasi, PKT Borong Predikat Tertinggi APQO 2026

November 6, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved