• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Sarjana Makin Banyak Jadi Ojol, Fenomenanya Kok Bisa Terjadi?

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 24, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Sarjana Makin Banyak Jadi Ojol, Fenomenanya Kok Bisa Terjadi?

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena lulusan S1 yang bekerja sebagai pengemudi ojek online makin sering ditemui di kota besar. Banyak dari mereka berasal dari berbagai kampus ternama dan menjadikan pekerjaan ini sebagai jalan cepat mendapatkan penghasilan.

Kondisi ini muncul seiring kompetisi lapangan kerja formal yang semakin ketat. Banyak sarjana belum langsung terserap industri, sehingga memilih pekerjaan yang lebih fleksibel sembari menunggu kesempatan di bidangnya.

Guru Besar FEB UMY, Imamudin Yuliadi, menjelaskan bahwa pilihan menjadi ojol tidak bisa langsung dianggap sebagai kegagalan pendidikan tinggi. Menurutnya, banyak lulusan menjadikan pekerjaan ini sebagai batu loncatan.

Model kerja platform seperti ojol dianggap paling mudah diakses. Dengan kendaraan pribadi dan ponsel, seseorang bisa langsung bekerja tanpa menunggu proses seleksi panjang atau pengalaman kerja tertentu.

Di sisi lain, sektor digital tumbuh jauh lebih cepat dibanding beberapa sektor konvensional. Saat industri tertentu stagnan atau menyusut, pekerjaan berbasis aplikasi justru makin terbuka dan menyerap banyak tenaga kerja.

Fenomena ini juga menjadi katup pengaman di tengah angka pengangguran yang masih cukup tinggi. Banyak pekerja yang terdampak PHK akhirnya ikut masuk ke sektor ojol karena dinilai lebih aman dan cepat menghasilkan.

Imamudin menilai perubahan struktur ketenagakerjaan memang terjadi secara nyata. Pertumbuhan ekonomi digital memaksa tenaga kerja beradaptasi dengan jenis pekerjaan baru yang menuntut fleksibilitas dan kecepatan respons.

Namun kondisi ini sekaligus menjadi alarm bagi perguruan tinggi. Kurikulum yang kurang responsif terhadap perubahan industri membuat sebagian lulusan belum siap bersaing di pasar kerja formal.

Link and match kampus–industri menjadi faktor penting agar lulusan punya pengalaman nyata sebelum masuk dunia kerja. Program magang jangka panjang dinilai dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan pasar lebih awal.

Meski jumlah sarjana yang masuk ojol meningkat, pakar menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih punya ruang pertumbuhan. Tantangannya adalah menciptakan lebih banyak pekerjaan formal lewat investasi, tata kelola yang baik, serta penguatan UMKM daerah.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: CobisnisLulusan S1ojek onlinePebisnismudaSarjana

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

April 7, 2026
Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved