• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, May 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

RCEP Bakal Mengontrol 30 Persen Ekonomi Dunia dan 2,2 Miliar Konsumen

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
November 15, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
RCEP Bakal Mengontrol 30 Persen Ekonomi Dunia dan 2,2 Miliar Konsumen

Cobisnis.com – China dan 14 negara lain sepakat membentuk blok perdagangan bebas terbesar di dunia, yang mencakup hampir sepertiga dari semua aktivitas ekonomi global. Banyak orang di Asia mengharapkan kesepakatan ini segera berdampak dan membantu percepatan pemulihan ekonomi dari pandemi virus Corona.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ditandatangani secara virtual pada Minggu (15 November 2020) di sela-sela KTT tahunan 10 negara Asia Tenggara (ASEAN).

Para pemimpin negara RCEP yang hadir bersama menteri perdagangan negara masing-masing menandatangani salinan perjanjian yang kemudian ditunjukkan dengan penuh antusias ke arah kamera dan awak media.

“RCEP akan diratifikasi oleh negara-negara yang ikut menandatangani dan segera berlaku. RCEP berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid,” kata PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, yang menjadi tuan rumah upacara tersebut sekaligus sebagai ketua ASEAN.

RCEP akan menerapkan tarif rendah pada perdagangan antar negara anggota dan akan semakin rendah dari waktu ke waktu. Mekanisme ini akan menyumbang 30 persen dari ekonomi global, 30 persen dari populasi global dan mencapai 2,2 miliar konsumen.

“RCEP akan membantu mengurangi atau menghapus tarif pada produk industri dan pertanian dan menetapkan aturan untuk transmisi data,” kata Luong Hoang Thai, kepala Departemen Kebijakan Perdagangan Multilateral di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam.

Selain 10 negara ASEAN, perjanjian RCEP mencakup China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru, tetapi tidak termasuk raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS). Kosongnya posisi AS membuka pintu bagi India untuk bisa bergabung RCEP. India sebelumnya keluar karena pertimbangan oposisi domestik terhadap persyaratan pembukaan maupun peluang pasarnya.

“Setelah delapan tahun bernegosiasi dengan darah, keringat dan air mata, kami akhirnya sampai pada titik di mana kami bersama-sama menyegel Perjanjian RCEP,” kata Menteri Perdagangan Malaysia Mohamed Azmin Ali.

Kesepakatan itu mengirimkan sinyal bahwa negara-negara RCEP telah memilih “untuk membuka pasarnya ketimbang menggunakan tindakan proteksionis selama masa sulit pandemi”.

Bagi China, RCEP ibarat peluang baru karena Beijing merupakan pasar terbesar di kawasan RCEP dengan lebih dari 1,3 miliar penduduk.

Gareth Leather, ekonom senior Asia untuk Capital Economics, mengatakan RCEP memungkinkan Beijing untuk menjadikan dirinya sebagai “juara globalisasi dan kerja sama multilateral” sekaligus memberinya pengaruh yang lebih besar atas aturan yang mengatur perdagangan regional.

AS absen dari RCEP dan kesepakatan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) 11 negara yang ditarik oleh Presiden AS Donald Trump. Banyak para analis skeptis Biden akan berusaha keras untuk bergabung kembali dengan pakta TTP atau menarik sanksi perdagangan AS yang dijatuhkan pada China oleh pemerintahan Trump.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, menyampaikan dukungan tegas untuk “memperluas zona ekonomi yang bebas dan adil, termasuk kemungkinan kembalinya India ke kesepakatan RCEP di masa depan serta berharap mendapatkan dukungan dari negara-negara lain”.

Perjanjian RCEP cukup longgar untuk disesuaikan dengan kebutuhan negara anggota yang berbeda-beda seperti Myanmar, Singapura, Vietnam dan Australia. Tidak seperti Uni Eropa yang tidak menetapkan standar terpadu tentang ketenagakerjaan dan lingkungan atau berkomitmen pada negara-negara untuk membuka layanan dan area rentan ekonomi lainnya.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: Cobisnisekonomi duniaRCEP

Related Posts

MPR Buka Suara Soal Kontroversi Lomba Cerdas Cermat, Juri Tak Perlu Klarifikasi Pribadi

MPR Buka Suara Soal Kontroversi Lomba Cerdas Cermat, Juri Tak Perlu Klarifikasi Pribadi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – MPR RI menegaskan bahwa dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat tidak perlu...

Permintaan Emas di China Naik Gila-Gilaan, Produksi Turun dan Harga Tertekan

Permintaan Emas di China Naik Gila-Gilaan, Produksi Turun dan Harga Tertekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Produksi emas China menurun pada kuartal pertama 2026 di tengah lonjakan permintaan masyarakat terhadap logam mulia. Data...

Impor Energi dari AS Senilai Rp 253 Triliun Tetap Lanjut Meski Tarif Dicoret

Perang Timur Tengah Bikin Harga Energi Global Meledak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Konflik di Timur Tengah mulai menekan pasar energi global. Harga minyak, LPG, hingga LNG naik di banyak...

OJK Soroti Tambahan Rp 200 T di Perbankan hingga September

OJK Siapkan Pengumuman Bos Baru BEI, Nama Dirut Baru Muncul 22 Juni

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengumumkan paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih pada 22 Juni...

Mau Bisa Pull-Up? Ini Cara Latihan Bertahap agar Tubuh Lebih Kuat dan Stabil

Mau Bisa Pull-Up? Ini Cara Latihan Bertahap agar Tubuh Lebih Kuat dan Stabil

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pull-up dikenal sebagai salah satu latihan paling sulit di gym. Meski begitu, gerakan ini dinilai efektif melatih...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Pramono: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota hingga Ada Keppres

Pramono: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota hingga Ada Keppres

May 13, 2026
Trump dan Xi Bertemu di Beijing, Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama 2026

Trump dan Xi Bertemu di Beijing, Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama 2026

May 13, 2026
Google Luncurkan Googlebook dengan Integrasi Gemini dan Android

Google Luncurkan Googlebook dengan Integrasi Gemini dan Android

May 13, 2026
Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

May 14, 2026
Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

May 13, 2026
Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

May 13, 2026
Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

May 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved