• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Perak Melonjak Hampir 6 Persen Sepekan, Ekspektasi Suku Bunga The Fed Jadi Pendorong

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 4, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Perak Melonjak Hampir 6 Persen Sepekan, Ekspektasi Suku Bunga The Fed Jadi Pendorong

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga perak dunia melesat ke level tertinggi dalam hampir dua pekan setelah pasar merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut memperkuat harapan investor bahwa The Fed akan menahan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Data Trading Economics menunjukkan harga perak menyentuh 62 dollar AS per ons pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 23 Juni 2026.

Secara mingguan, harga perak menguat hampir 6 persen. Per 3 Juli 2026, logam mulia itu diperdagangkan di level 62,40 dollar AS per ons atau naik 2,41 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Secara tahunan, kenaikannya bahkan telah mencapai 68,92 persen.

Sentimen positif datang dari data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang hanya mencatat penambahan 57.000 lapangan kerja sepanjang Juni 2026. Realisasi itu jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 110.000 pekerjaan.

Data tersebut mendorong pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 50 persen dari sebelumnya 66 persen.

Harapan suku bunga yang lebih rendah membuat aset safe haven seperti perak dan emas kembali menjadi pilihan investor. Di sisi lain, dolar Amerika Serikat juga berada di jalur pelemahan mingguan terbesar sejak April sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga logam mulia.

Di tengah sentimen tersebut, JPMorgan tetap mempertahankan prospek positif terhadap harga perak dengan target rata rata 60 dollar AS hingga 65 dollar AS per ons. Sementara itu, proyeksi harga emas untuk 2026 dipangkas, meski bank investasi tersebut masih optimistis prospek jangka panjang logam mulia tetap ditopang pembelian bank sentral dan permintaan fisik yang kuat.

Tags: CobisnisEkonomi globalharga perakHeadlineinvestasiLogam MuliaPebisnismudaThe Fed

Related Posts

spyware pengguna iPhone

Jutaan Pengguna iPhone di 110 Negara Jadi Sasaran Spyware Canggih

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple mengirimkan peringatan keamanan kepada pengguna di 110 negara setelah menemukan indikasi serangan spyware canggih atau mercenary...

Mourinho Zubimendi Real Madrid

Mourinho Bantah Minta Real Madrid Datangkan Martin Zubimendi

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Manajer Real Madrid Jose Mourinho dilaporkan membantah kabar yang menyebut dirinya meminta klub mendatangkan gelandang Arsenal Martin...

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Dokter Keliling untuk Korban Gempa NTT

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Dokter Keliling untuk Korban Gempa NTT

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta Kementerian Kesehatan memperkuat layanan kesehatan...

3 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di NTT Segera Jalani Persidangan

3 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di NTT Segera Jalani Persidangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Nusa Tenggara Timur melimpahkan tiga tersangka kasus penyalahgunaan pengangkutan BBM bersubsidi ke Kejaksaan. Pelimpahan dilakukan bersama...

Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Berdasarkan data...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

August 8, 2026
6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

August 7, 2026
Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

August 17, 2026
Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

August 17, 2026
spyware pengguna iPhone

Jutaan Pengguna iPhone di 110 Negara Jadi Sasaran Spyware Canggih

August 18, 2026
Ben-Gvir Kembali Kontroversial, Serukan 30-40 Orang Gaza Dibunuh Tiap Malam

Ben-Gvir Kembali Kontroversial, Serukan 30-40 Orang Gaza Dibunuh Tiap Malam

August 18, 2026
Mourinho Zubimendi Real Madrid

Mourinho Bantah Minta Real Madrid Datangkan Martin Zubimendi

August 18, 2026
Bank Mandiri Taspen budidaya unggas dan magot

Gandeng ITB, Bank Mandiri Taspen Kembangkan Budidaya Unggas Berbasis Magot di Bandung Barat

August 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved