JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga plastik di dalam negeri berpotensi menekan harga bahan pangan, termasuk minyak goreng kemasan sederhana Minyakita.
Pengamat Pertanian dari AEPI, Khudori, menyebut lonjakan harga plastik dapat meningkatkan biaya produksi, terutama dari sisi kemasan yang menjadi komponen penting dalam distribusi.
Meski demikian, ia menegaskan besaran dampaknya terhadap harga Minyakita belum bisa dipastikan. Struktur biaya produksi perlu dihitung secara menyeluruh.
Menurutnya, porsi kemasan terhadap total ongkos produksi menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana kenaikan harga akan terjadi di pasar.
Ia menambahkan, kondisi pasar juga akan sangat menentukan arah harga. Jika harga plastik kembali turun, tekanan terhadap harga Minyakita bisa ikut mereda.
Selain plastik, faktor eksternal lain seperti harga minyak dunia juga berperan besar dalam pembentukan harga akhir produk.
Nilai tukar rupiah turut menjadi variabel penting. Pelemahan rupiah berpotensi memperbesar biaya impor bahan baku produksi.
Kombinasi antara harga minyak global dan kurs mata uang membuat struktur biaya produksi menjadi lebih sensitif terhadap gejolak ekonomi.
Khudori menilai pemerintah perlu menyiapkan skenario harga yang lebih adaptif di tengah volatilitas global yang semakin tinggi.
Menurutnya, skenario harga dengan batas atas dan bawah dapat menjadi acuan agar pasar memiliki kepastian dalam jangka tertentu.
Ia juga menyoroti bahwa harga eceran tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.900 per liter sudah tidak lagi mencerminkan kondisi biaya produksi saat ini.
Tekanan biaya yang terus meningkat membuat margin produsen semakin tergerus dan berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan di pasar.













