JAKARTA, Cobisnis.com – Plogging menjadi salah satu tren olahraga yang semakin populer karena menggabungkan aktivitas fisik dengan aksi menjaga lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan atau berlari sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus kebersihan lingkungan.
Istilah plogging berasal dari gabungan kata bahasa Swedia “plocka upp” yang berarti memungut dan “jogging”. Aktivitas ini pertama kali diperkenalkan di Swedia pada 2016 sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain membantu mengurangi sampah, plogging juga memberikan manfaat kebugaran yang berbeda dibanding jogging biasa. Gerakan berhenti, membungkuk, dan kembali berlari membuat lebih banyak kelompok otot bekerja selama aktivitas berlangsung.
Pelatih lari Jason Fitzgerald menjelaskan bahwa jeda saat memungut sampah membuat intensitas latihan cenderung berada pada zona aerobik. Kondisi tersebut membantu tubuh membakar lemak secara lebih efisien sekaligus mempermudah proses pemulihan setelah berolahraga.
Gerakan membungkuk yang dilakukan berulang kali juga memberikan efek latihan kekuatan pada otot kaki dan pinggul. Karena itu, plogging dinilai mampu melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas apabila dilakukan secara rutin.
Tidak hanya bermanfaat bagi fisik, plogging juga berdampak positif terhadap kesehatan mental. Aktivitas sosial yang dilakukan bersama komunitas dapat mengurangi rasa kesepian, meningkatkan suasana hati, serta memberikan kepuasan karena ikut berkontribusi menjaga lingkungan.
Untuk memulai plogging, peserta cukup mengenakan pakaian olahraga yang nyaman, membawa kantong sampah, serta menggunakan sarung tangan agar lebih aman saat memungut sampah. Setelah selesai, sampah yang terkumpul sebaiknya dipilah sesuai jenisnya agar dapat didaur ulang dengan benar.
Seiring meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan, plogging diperkirakan akan semakin diminati masyarakat. Aktivitas sederhana ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan dan melestarikan lingkungan dapat dilakukan secara bersamaan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.













