JAKARTA, Cobisnis.com – Daging merah menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah dalam berbagai kuliner Nusantara, mulai dari rendang, sate, gulai, hingga soto. Meski kaya protein dan zat besi, konsumsi daging merah setiap hari perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi, terutama daging olahan, berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi. Kandungan natrium dan bahan pengawet menjadi salah satu faktor yang diduga berperan.
Daging merah olahan seperti sosis, bacon, salami, dan daging asap umumnya mengandung kadar garam yang tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Selain hipertensi, konsumsi daging merah olahan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Risiko tersebut cenderung lebih tinggi pada orang yang mengonsumsinya secara rutin dalam jumlah berlebihan.
Beberapa penelitian juga menghubungkan konsumsi daging merah olahan dengan peningkatan risiko kanker, termasuk kanker kolorektal dan kanker payudara. Meski begitu, risiko dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
Bukan berarti daging merah harus dihindari sepenuhnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, daging merah tetap menjadi sumber protein, zat besi, vitamin B12, dan berbagai nutrisi penting bagi tubuh.
Institut Penelitian Kanker Amerika merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi setiap minggu. Sementara itu, konsumsi daging merah olahan disarankan seminimal mungkin.
Sebagian orang juga mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit setelah mengonsumsi daging merah. Kondisi ini dapat dikurangi dengan menambahkan makanan tinggi serat dalam menu sehari hari.
Buah seperti nanas dan kiwi mengandung enzim alami yang membantu memecah protein. Sementara jahe dapat membantu merangsang kerja sistem pencernaan sehingga mengurangi rasa begah setelah makan.
Sayuran hijau, brokoli, asparagus, serta makanan fermentasi seperti kimchi juga dapat mendukung kesehatan usus. Kombinasi makanan tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobioma sekaligus memperlancar proses pencernaan.













