JAKARTA, Cobisnis.com – PT Astra Agro Lestari Tbk atau Astra Agro (Kode saham: AALI) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2025 berkat optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya di seluruh lini. Alhasil, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2 persen year-on-year (yoy).
Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan kinerja Perseroan tahun ini juga berkat support dan sinergi para pemangku kepentingan yang telah bekerjasama dengan Astra Agro. Menurutnya kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja Perseroan yang solid.
“Pencapaian Perseroan dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan dari seluruh pihak yang ikut menopang performa Astra Agro. Mari terus bersinergi untuk pertumbuhan yang lebih baik kedepan,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).
Sebagai informasi, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp28,7 triliun, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,8 triliun. Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Perseroan, yang didorong oleh naiknya produksi CPO.
Penguatan performa Perseroan juga disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas. Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 114 yoy dari Rp12.883 per kilogram menjadi Rp14.316 per kilogram pada 2025.
Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan Perseroan senantiasa berupaya mengendalikan biaya dan beban pengeluaran secara disiplin. Dengan begitu, Perseroan mampu mengoptimalkan kinerja di tengah volatilitas harga komoditas.
“Perseroan selalu berupaya mengakselerasi kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi berbasis bibit unggul dan pengendalian biaya dan belanja perusahaan serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini kami tujukan untuk menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” ungkapnya.
Pada 2025, Perseroan pun telah menghasilkan inovasi guna mendukung kinerja operasional berkelanjutan di masa depan dengan merilis tiga bibit baru yang resisten terhadap penyakit Ganoderma. Setelah pada 2024, Astra Agro mengeluarkan pupuk hayati yakni Astra Efficient Microbe (ASTEMIC).
Direktur Astra Agro Bandung Sahari mengatakan kedua inovasi tersebut akan menopang program peremajaan tanaman (replanting) jangka panjang Perseroan. Perseroan, lanjutnya, akan menerapkan prinsip 5T (Tepat jenis, Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara) dalam meningkatkan efektivitas pemupukan dan produktivitas tanaman.
“Kami percaya bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang, tentu saja didukung juga dengan riset dan inovasi yang terus dikembangkan,” ungkap Bandung Sahari.
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra pada Rabu (15/4/2026) telah menyetujui Laporan Tahunan serta penetapan penggunaan laba bersih serta pembagian dividen. RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 881,5 Miliar atau Rp458 per lembar saham.
Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025 Perseroan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp236,7 miliar atau Rp123 per lembar saham. Sisanya sebesar Rp644,8 miliar atau Rp335 per lembar saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham.
Para Pemegang Saham juga menyetujui agenda perubahan susunan Anggota Direksi Perseroan. Yaitu, Muhammad Guruh menggantikan Eko Prasetyo selaku Direktur Perseroan yang memasuki masa pensiun.
Berikut ini jajaran Komisaris dan Direksi Astra Agro Lestari Tahun 2026:
Presiden Komisaris : Santosa
Komisaris : Johannes Loman
Komisaris : Aridono Sukmanto
Komisaris : Ratna Wardhani
Presiden Direktur : Djap Tet Fa
Direktur : Tingning Sukowignjo
Direktur : Widayanto
Direktur : Bandung Sahari
Direktur : Arief Catur Irawan
Direktur : Veronica Lusi Herdiyanti
Direktur : Muhammad Guruh













