• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

FMPSB-Sulteng Siap Kawal Implementasi Sawit Berkelanjutan di Sulawesi Tengah

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
July 22, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
FMPSB-Sulteng Siap Kawal Implementasi Sawit Berkelanjutan di Sulawesi Tengah

Forum Multi Pihak Sawit Berkelanjutan Sulawesi Tengah (FMPSB-Sulteng) resmi dideklarasikan pada Selasa (21/7/2026).

JAKARTA, Cobisnis.com – Forum Multi Pihak Sawit Berkelanjutan Sulawesi Tengah (FMPSB-Sulteng) resmi dideklarasikan pada Selasa (21/7/2026). Forum ini merupakan wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Forum ini terbentuk sebagai hasil dari pergerakan Civil Society Organization (CSO) dan Non-Governmental Organization (NGO) lokal yang mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, pekebun, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dalam mempercepat perbaikan tata kelola perkebunan sawit di Sulawesi Tengah.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulteng, Ir H. Musliman, MM mengatakan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengusung sebuah konsep pemikiran, lebih daripada itu harus menjadi terobosan nyata untuk kemajuan Sulawesi Tengah.

“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan terobosan-terbosan yang baik untuk Sawit di Sulawesi Tengah. Kolaborasi antar semua pihak menjadi kuncinya, mari kita bersama-sama memajukan Sawit di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Kelapa sawit adalah salah satu komoditas penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, menyumbang sekitar $20 hingga $27,75 miliar per tahun dan menyumbang sekitar 12% dari total ekspor non-migas. Industri ini menyumbang sekitar 1,6% dari PDB nasional, memberikan pemasukan pajak hingga puluhan triliun rupiah, serta menyerap lebih dari 4,5 juta tenaga kerja langsung.

Selaras dengan Musliman, Kepala Bagian Hukum Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Jen Kurnia Gembu, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Forum Multi Pihak Sawit Berkelanjutan Sulawesi Tengah. Menurutnya, kehadiran forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendampingan terhadap berbagai persoalan di sektor perkebunan kelapa sawit agar pengelolaannya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai masih banyak persoalan di sektor sawit yang memerlukan pendampingan, baik dari aspek regulasi, tata kelola, maupun penyelesaian berbagai isu di lapangan. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan melalui forum dinilai menjadi kebutuhan untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

“Pada prinsipnya kami dari Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung terbentuknya Forum Multi Pihak Sawit Berkelanjutan. Masih banyak permasalahan di sektor sawit yang membutuhkan pendampingan agar pengelolaannya dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Jen Kurnia Gembu.

Ia menambahkan, peran pemerintah menjadi salah satu kunci dalam memastikan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan efektif, sekaligus menghadirkan kepastian hukum dan kebijakan yang mendukung terwujudnya tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan.

“Peran pemerintah menjadi kunci untuk mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui kolaborasi dan mendukung terwujudnya sawit berkelanjutan di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, Prof. Mohamad Ahlis Djirimu, S.E., DEA., Ph.D. menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan.

“Yang perlu kita upayakan adalah saling bersinergi antara korporasi, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Tanpa sinergi, kita tidak bisa meraih manfaat maksimal dari industri persawitan ini,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan hilirisasi industri sawit di Sulawesi Tengah juga masih menghadapi tantangan karena sebagian besar industri pengolahan berada di luar Provinsi Sulawesi Tengah. Akibatnya, distribusi tandan buah segar (TBS) dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah menjadi kurang efisien karena membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang.

Menjelang evaluasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, ia berharap pembangunan industri sawit di Sulawesi Tengah tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memperhatikan perlindungan terhadap pekerja dan lingkungan.

“Hak-hak pekerja harus diperhatikan, hak untuk berserikat harus dijamin, dan kita juga harus mendorong inklusivitas, khususnya perlindungan hak-hak pekerja perempuan. Tekanan global ke depan akan terus mengarah pada isu keberlanjutan,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Ekonesia, Azmi Sirajudin mengatakan pembentukan forum menjadi langkah penting untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu menyatukan berbagai kepentingan dalam pengembangan sektor kelapa sawit berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

“Forum ini diharapkan menjadi wadah bersama untuk membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar tata kelola perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Tengah semakin baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Azmi.

Azmi menjelaskan forum tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mewujudkan pembangunan yang sejahtera, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan melalui program Sembilan BERANI, khususnya misi “BERANI Makmur”.

“Forum akan menjalankan sejumlah fungsi strategis, mulai dari menjadi fasilitator yang memperkuat kapasitas pekebun rakyat dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan, hingga menjadi mediator dalam memfasilitasi dialog dan penyelesaian sengketa antar-pemangku kepentingan,” tambah Azmi.

Selain itu, forum ini juga akan berperan sebagai dinamisator yang mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam pengelolaan perkebunan sawit, serta sebagai akselerator untuk mempercepat pencapaian berbagai target strategis nasional, seperti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), pengembangan hilirisasi, hingga transisi menuju komoditas sawit yang bebas deforestasi, ramah lingkungan, dan menghormati hak asasi manusia.

“Melalui forum ini kami ingin memastikan setiap pihak memiliki ruang untuk berdialog, mencari solusi bersama, dan mengawal implementasi sawit berkelanjutan di Sulawesi Tengah. Kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan tata kelola sawit yang inklusif dan berdaya saing,” kata Azmi.

Forum Multi Pihak Sawit Berkelanjutan Sulawesi Tengah diharapkan menjadi wadah kolaboratif yang mampu memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di provinsi tersebut.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download karbonn firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comFMPSBForum Multi Pihak Sawit BerkelanjutanSawitSulteng

Related Posts

Masa Jabatan Kades Diusulkan Tanpa Batas, Ini 12 Syaratnya

Masa Jabatan Kades Diusulkan Tanpa Batas, Ini 12 Syaratnya

by Hidayat Taufik
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Masa jabatan kepala desa kembali menjadi sorotan setelah kelompok Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (Kades AMJ) menyampaikan...

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

by Rizki Meirino
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat pertumbuhan positif pada semester pertama 2026 dengan total pendapatan premi...

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

by Iwan Supriyatna
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali memperoleh pengakuan atas penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) melalui ajang...

no na bersiap merilis album debut island girl pada 18 September 2026 dengan film pendek speaker freaker the long song.

no na Rilis Film Jelang Debut Album

by Desti Dwi Natasya
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Girl grup pop global asal Indonesia, no na, bersiap merilis album debut bertajuk island girl pada 18...

Mahfud Nilai Judol Layak Masuk RUU Perampasan Aset

Mahfud Nilai Judol Layak Masuk RUU Perampasan Aset

by Hidayat Taufik
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Mahfud MD mendorong agar tindak pidana judi online (judol) turut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

September 11, 2026
Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan layar 7,6 inci, chip A20 Pro, kamera 48MP, dan baterai hingga 44 jam.

iPhone Duo Resmi, Ini Spesifikasi Lengkapnya

September 11, 2026
Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

September 11, 2026
ASABRI dan Kementerian Keuangan mengintegrasikan layanan pembayaran pensiun pertama untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi data, dan memperkuat akuntabilitas.

ASABRI Integrasikan Pembayaran Pensiun Pertama

September 11, 2026
BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis Pembiayaan Ekosistem Perumahan

BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis Pembiayaan Ekosistem Perumahan

September 11, 2026
Masa Jabatan Kades Diusulkan Tanpa Batas, Ini 12 Syaratnya

Masa Jabatan Kades Diusulkan Tanpa Batas, Ini 12 Syaratnya

September 11, 2026
Teh Chamomile - pexels/Melike B

4 Jenis Teh yang Membantu Tidur Malam Menjadi Lebih Nyenyak

September 11, 2026
Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

September 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved