JAKARTA, Cobisnis.com – Kim Jong Un memuji prajurit yang memilih bunuh diri daripada ditangkap saat bertempur di Ukraina. Selain itu, pernyataan ini menandai pengakuan terbuka atas doktrin militer yang lama diduga.
Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan monumen besar untuk tentara Korea Utara dan Rusia. Sementara itu, media negara KCNA merilis transkrip pidato tersebut.
Kim menyebut prajurit yang melakukan “ledakan diri” menunjukkan loyalitas tertinggi. Misalnya, beberapa tentara meledakkan granat atau bahan peledak agar tidak ditangkap musuh.
Di sisi lain, kompleks memorial baru itu berada di pinggiran ibu kota Pyongyang. Kompleks ini menggabungkan pemakaman dan museum dalam satu area besar.
Selain itu, dinding marmer hitam menampilkan ribuan nama tentara yang gugur. Analisis menyebut sekitar 2.288 nama tercatat, bersama ratusan makam dan ruang abu kremasi.
Namun, area kosong yang masih tersedia menunjukkan kemungkinan korban akan terus bertambah. Hal ini sekaligus memperkuat dugaan keterlibatan besar Korea Utara dalam perang Rusia.
Menurut pejabat Korea Selatan dan Barat, lebih dari 10.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan. Sebagian besar ditempatkan di wilayah Kursk, dengan ribuan korban tewas atau terluka.













