JAKARTA, Cobisnis.com – Membawa camilan saat beraktivitas menjadi kebiasaan banyak orang. Sebagian melakukannya untuk mengganjal lapar, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk antisipasi agar tetap berenergi.
Pakar kesehatan menyebut kebiasaan membawa camilan tidak selalu berkaitan dengan rasa lapar. Faktor psikologis, rutinitas, hingga kebutuhan energi harian juga dapat memengaruhi perilaku tersebut.
Orang yang memiliki jadwal padat sering memilih membawa camilan agar tidak melewatkan waktu makan. Langkah ini membantu menjaga kadar energi tetap stabil selama beraktivitas.
Selain itu, camilan juga dapat menjadi cara mengatasi rasa bosan atau stres. Kondisi emosional tertentu membuat sebagian orang lebih sering ingin mengunyah sesuatu meski belum benar benar lapar.
Tubuh juga membutuhkan asupan tambahan ketika jeda antara waktu makan terlalu panjang. Dalam kondisi seperti itu, camilan dapat membantu mencegah rasa lapar berlebihan yang berujung makan secara berlebihan.
Meski demikian, jenis camilan yang dipilih tetap perlu diperhatikan. Camilan tinggi gula, garam, dan lemak jika dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Sebaliknya, camilan seperti buah, kacang kacangan, yogurt, atau biskuit gandum bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Jenis makanan ini mengandung serat, protein, dan nutrisi yang membantu tubuh kenyang lebih lama.
Ahli kesehatan juga mengingatkan agar kebiasaan ngemil tidak menggantikan waktu makan utama. Pola makan yang seimbang tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Membawa camilan bukanlah kebiasaan yang salah selama porsinya sesuai kebutuhan dan jenis makanannya tepat. Dengan pilihan yang sehat, camilan justru dapat membantu menjaga produktivitas sepanjang hari.













