• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

India Jadi Negara Pemulung Terbanyak karena Populasi Besar dan Sampah Tinggi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 17, 2025
in Nasional
0
India Jadi Negara Pemulung Terbanyak karena Populasi Besar dan Sampah Tinggi

JAKARTA, Cobisnis.com – India tercatat sebagai negara dengan jumlah pemulung terbanyak di dunia. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta orang menggantungkan hidup dari mengumpulkan dan mendaur ulang sampah, khususnya di kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Kolkata. Aktivitas mereka menjadi bagian penting dari ekonomi informal sekaligus membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Kehidupan pemulung sering diwarnai tantangan berat. Banyak yang tinggal di lingkungan padat dan miskin, namun pekerjaan mereka sangat vital untuk menjaga kebersihan kota dan mendukung rantai daur ulang plastik, kertas, dan logam.

Pemulung di India sebagian besar bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil. Mereka mengumpulkan sampah dari rumah tangga, pasar, dan fasilitas publik, kemudian menjual material yang masih bisa dipakai ke pengepul. Aktivitas ini jadi sumber pendapatan utama bagi jutaan keluarga miskin.

Meski peran mereka besar, pemulung sering tidak tercatat secara resmi dalam data pemerintah. Hal ini membuat mereka sulit mendapatkan akses program sosial dan perlindungan kerja formal.

Beberapa organisasi masyarakat dan lembaga swadaya kini mulai memberikan perhatian. Program pelatihan, fasilitas kesehatan, dan inklusi sosial digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan pemulung serta membantu mereka beradaptasi dengan sistem pengelolaan sampah modern.

Ekonomi sirkular di India sangat bergantung pada pemulung. Barang-barang bekas yang mereka kumpulkan sering kembali ke industri sebagai bahan baku, mengurangi ketergantungan pada sumber daya baru dan menekan limbah di TPA.

Kota besar seperti Mumbai dan Delhi memproduksi sampah hingga ribuan ton per hari. Tanpa pemulung, jumlah sampah yang menumpuk bisa meningkat drastis, menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan.

Selain itu, aktivitas pemulung juga berdampak sosial. Anak-anak dan keluarga yang terlibat belajar keterampilan hidup dan mendapatkan pendapatan tambahan. Namun, pekerjaan ini juga berisiko, termasuk cedera dan paparan bahan berbahaya.

Pemerintah lokal kini mendorong pengembangan fasilitas pengelolaan sampah formal, tapi transisi ini membutuhkan waktu. Pemulung tetap jadi ujung tombak daur ulang, sekaligus simbol ketahanan ekonomi masyarakat miskin.

Dengan dukungan yang tepat, sektor pemulung bisa berkembang lebih profesional, meningkatkan kesejahteraan, dan tetap menjaga kontribusi terhadap keberlanjutan kota. Aktivitas mereka bukan sekadar bertahan hidup, tapi bentuk nyata kontribusi terhadap lingkungan dan ekonomi sirkular.

Tags: Cobisnisdaur ulangEkonomi InformallingkunganPebisnismudaPemulung India

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

April 7, 2026
Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved