JAKARTA, Cobisnis.com — Pencarian hidup abadi sudah ada sejak lama. Namun kini, pendekatannya berubah dengan teknologi modern.
Dari kisah Epic of Gilgamesh hingga mitos kuno, manusia terus mengejar keabadian. Saat ini, para miliarder teknologi mencoba pendekatan baru.
Mereka menggunakan AI, suplemen, dan terapi medis canggih. Namun, hasilnya belum tentu sesuai harapan.
Serial Kara Swisher Wants to Live Forever mengulas fenomena ini. Acara tersebut membahas batas dan realita upaya memperpanjang hidup.
Menurut Kara Swisher, banyak investasi di bidang ini justru meleset dari inti masalah. Ia menilai gaya hidup tetap menjadi faktor utama.
Selain itu, fokus seharusnya bukan hanya usia panjang. Kualitas hidup juga harus diperhatikan.
Konsep “health span” menjadi penting dalam diskusi ini. Artinya, berapa lama seseorang hidup dalam kondisi sehat.
Di sisi lain, kisah Eos dan Tithonus memberi pelajaran. Hidup lama tanpa kesehatan bukanlah tujuan ideal.
Peneliti kesehatan Xuan-Mai Nguyen menekankan pentingnya hidup dengan tujuan. Ia menyarankan orang fokus pada makna hidup saat ini.













