JAKARTA, Cobisnis.com – Steam Deck OLED akhirnya kembali tersedia setelah sempat kosong sejak Februari 2026. Namun, ketersediaan kembali ini dibarengi dengan kabar kurang menyenangkan bagi calon pembeli.
Valve mengumumkan adanya kenaikan harga cukup signifikan untuk seluruh varian Steam Deck OLED. Versi 512GB yang sebelumnya USD 549 atau sekitar Rp 9,8 juta kini naik menjadi USD 789 atau sekitar Rp 14 juta.
Kenaikan juga terjadi pada varian 1TB. Harganya naik dari USD 649 atau sekitar Rp 11,6 juta menjadi USD 949 atau sekitar Rp 16,9 juta.
Valve menjelaskan kenaikan ini dipicu oleh perubahan harga komponen dan tantangan logistik global yang memengaruhi industri. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip dari IGN pada 29 Mei 2026.
Versi rekondisi Steam Deck OLED juga ikut mengalami kenaikan harga. Varian 512GB kini dijual USD 629, sementara 1TB rekondisi naik menjadi USD 759.
Satu-satunya yang tidak mengalami perubahan adalah Steam Deck LCD versi rekondisi. Varian ini masih dibanderol mulai USD 279 untuk kapasitas 64GB.
Kenaikan ini terasa kontras karena Steam Deck OLED sudah berusia sekitar tiga tahun. Biasanya, harga perangkat elektronik justru menurun seiring waktu, bukan sebaliknya.
Valve bukan satu-satunya yang menaikkan harga perangkat gaming. Xbox, PlayStation, hingga Nintendo juga melakukan penyesuaian harga, meski kenaikan Steam Deck disebut paling besar di antara para kompetitor.
Kondisi ini membuat banyak gamer menantikan rilis Steam Machine yang dijadwalkan tahun ini. Namun, ada kekhawatiran perangkat baru tersebut akan hadir dengan harga yang lebih tinggi lagi.
Krisis komponen global menjadi faktor utama di balik tren kenaikan ini. Bagi konsumen, situasi ini menunjukkan bahwa penurunan harga perangkat gaming kini semakin sulit diharapkan.













