• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Pangan Tak Stabil, BPKN Minta Pemerintah Fokus Lindungi Konsumen Hingga Evaluasi Regulasi Impor

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
January 22, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Pangan Tak Stabil, BPKN Minta Pemerintah Fokus Lindungi Konsumen Hingga Evaluasi Regulasi Impor

Cobisnis.com – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E. Halim menyatakan kenaikan harga pangan seperti kedelai yang sempat terjadi kelangkaan turut dipengaruhi pandemi Covid-19 yang akhirnya juga mempengaruhi supply & demand di pasaran.

Terlebih, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) telah memberi peringatan bahwa pandemi Covid-19 bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia.

Sebagai contoh, Rizal menyebut pasokan kedelai dari importir tidak dapat segera ditambah sementara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) – sebelumnya PSBB – berdampak kepada distribusi pasokan bahan baku, sehingga terjadi kenaikan harga kedelai di Indonesia.

Rizal menyebut pengendalian keamanan pangan diatur oleh Pemerintah melalui UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Pasal 71 ayat 1 menyatakan setiap orang yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi, maupun dari perseorangan sehingga keamanan pangan terjamin.

Selain itu, peraturan Menteri Perdagangan No. 07 Tahun 2020 juga mengatur tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

“Untuk komoditi kedelai lokal Harga Acuan Pembelian di tingkat petani
Rp8.500/kg dan kedelai lokal Harga Acuan Penjualan ke pengguna pengrajin tahu/tempe Rp9.200/kg. Sedangkan kondisi negara penghasil kedelai di luar negeri/impor harga acuan pembelian di tingkat petani Rp6.550/kg, dan harga acuan kedelai ex impor penjualan di dalam negeri ke pengguna pengrajin tahu/tempe Rp6.800/kg,” kata Rizal dalam keterangannya, Jumat (22 Januari 2021).

Rizal menanggapi kelangkaan tahu tempe di pasaran bukan terjadi di tahun ini saja. Paling tidak hal serupa pernah terjadi sebelumnya pada bulan Januari 2008, Juli 2012, dan September 2013.

Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Firman T. Endipraja, mengatakan masa pandemi adalah masa penuh tantangan di mana banyak masyarakat yang pendapatannya berkurang bahkan tidak ada sama sekali akibat PHK, dirumahkan/cuti tanpa gaji, kerja di rumah (work from home).

“Keberadaan tahu tempe untuk makan keluarga sangat dibutuhkan. Untuk itu
sudah saatnya mengembalikan swasembada kedelai seperti 1992 dengan cara mengevaluasi kembali regulasi impor yang dikeluarkan pada 1998,” kata Firman.

BPKN berharap pemerintah mengambil kebijakan perbaikan perlindungan konsumen di masa pandemi ini, sementara berbagai pihak bisa saling berkoordinasi menggunakan data yang valid demi kelancaran proses produksi, distribusi, dan kepastian ketersediaan pasokan serta harga kedelai yang terjangkau konsumen.

“Ini sebenarnya tidak hanya fokus pada kedelai saja, namun produk bahan pangan lainnya. Tujuannya adalah agar Indonesia terhindar dari bayang-bayang krisis pangan atau penurunan kualitas dan keamanan pangan,” ujarnya.

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Johan Efendi, meminta pengawasan dari Pemerintah juga harus diperketat.

“Jangan sampai para importir memberlakukan harga yang jauh di atas rata- rata. Hal ini akan memicu para perajin tahu dan tempe berhenti produksi. Harus ada juga rencana
strategis yang mendukung produksi kedelai lokal seperti dengan perluasan area lahan tanam kedelai lewat Food Estate untuk menciptakan ketahan pangan,” kata Johan Efendi.

“Dan untuk itu diperlukan perhatian dan keterlibatan banyak sektor di kementerian/lembaga pemerintah serta masyarakat pemangku kepentingan di bidang pertanian,” ujarnya.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: bpknDaging sapiharga panganKedelaiKonsumen

Related Posts

Harga Cabai Rawit Merah Naik 2,8%, Nyaris Sentuh Rp100 Ribu

Harga Cabai Rawit Merah Naik 2,8%, Nyaris Sentuh Rp100 Ribu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga cabai rawit merah kembali naik dan semakin mendekati Rp100 ribu per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi...

Yogurt dengan Topping Biji Chia, Bluberry, Kacang-kacangan - pexels/Adela Cristea

4 Makanan ini Memiliki Kandungan Omega-3 Lebih Tinggi dari Ikan

by Chodijah Febriani
September 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ikan dikenal karena kandungan omega-3-nya yang tinggi. Selain itu, ikan juga sumber protein hewani berkualitas tinggi yang...

Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga cabai rawit merah di pasaran terus mengalami kenaikan. Pada Minggu, 20 September 2026, harganya tercatat mencapai...

Harga Masker di E Commerce Mulai Normal, Ini Perkembangannya

Harga Masker di E Commerce Mulai Normal, Ini Perkembangannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga masker di sejumlah platform e commerce mulai menunjukkan penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Kondisi tersebut terjadi...

Zulhas Buka Strategi Pemerintah Tekan Harga Beras hingga Tepung

Zulhas Buka Strategi Pemerintah Tekan Harga Beras hingga Tepung

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan selama periode paceklik. Langkah tersebut dilakukan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

October 21, 2026
Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

October 21, 2026
Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

October 21, 2026
Persija Hajar Arema FC 5-1, Macan Kemayoran Rebut Puncak Klasemen

Persija Hajar Arema FC 5-1, Macan Kemayoran Rebut Puncak Klasemen

October 21, 2026
Minum Air Putih - pexels/Lisa Fotios

Kesalahan Umum Saat Minum Air Putih, Terlalu Banyak juga Tidak Baik

October 22, 2026
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas, Kepentingan Dalam Negeri Jadi Taruhan

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas, Kepentingan Dalam Negeri Jadi Taruhan

October 22, 2026
Ringgit Malaysia Naik 3,05% ke Rp4.421, Rupiah Masih Tertekan

Ringgit Malaysia Naik 3,05% ke Rp4.421, Rupiah Masih Tertekan

October 22, 2026
Militer Yaman menuduh kelompok Houthi menyerang Bandara Internasional Aden dan Bandara Al-Rayyan di Mukalla menggunakan rudal balistik.

Dua Bandara di Yaman Diserang, Houthi Jadi Tertuduh

October 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved