• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ferry: Jangan Cuma Kerja Lebih Keras, Tapi Juga Kerja Lebih Cerdas

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 4, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ferry: Jangan Cuma Kerja Lebih Keras, Tapi Juga Kerja Lebih Cerdas

JAKARTA, Cobisnis.com – Memasuki 2026, evaluasi menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk melihat apakah bisnis yang dijalankan masih berada di jalur yang tepat. Ferry membagikan metode evaluasi yang selama ini digunakannya untuk menilai kinerja bisnis dan menentukan langkah berikutnya.

“Jadi mau enggak mau lu harus selalu prepare, coba lagi evaluasi begitu seterusnya,” kata Ferry, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, prinsip evaluasi tidak hanya berlaku untuk bisnis, tetapi juga dapat digunakan dalam proyek maupun berbagai hal yang sedang diupayakan dalam kehidupan.

Dalam mengevaluasi bisnis, Ferry menggunakan sejumlah indikator keuangan yang membantu melihat seberapa efektif modal dan sumber daya digunakan. Salah satunya adalah return on equity atau ROE, yang membandingkan laba bersih dengan ekuitas perusahaan.

Ferry memberikan contoh perusahaan dengan laba bersih Rp15 juta dan ekuitas Rp75 juta. Dengan perhitungan tersebut, ROE mencapai 20%, lebih tinggi dibanding perusahaan yang menghasilkan laba Rp5 juta dari ekuitas Rp500 juta dengan ROE hanya 1%.

Menurut Ferry, ROE membantu pelaku usaha melihat kemampuan bisnis dalam memaksimalkan modal yang tersedia. Semakin efektif modal menghasilkan keuntungan, semakin baik performa bisnis dari sisi indikator tersebut.

Indikator berikutnya adalah operating margin, yang menunjukkan seberapa besar laba operasi tersisa setelah biaya operasional diperhitungkan. Ferry menilai margin yang lebih tinggi memberikan ruang gerak lebih besar bagi bisnis untuk melakukan ekspansi dan mencoba strategi baru.

Ia kemudian menyoroti free cash flow atau FCF, yaitu kas yang tersisa setelah arus kas operasional dikurangi belanja modal. Menurut Ferry, bisnis dengan FCF positif dan konsisten memiliki kondisi likuiditas yang lebih baik serta tidak terlalu bergantung pada pendanaan eksternal.

Selain aspek keuangan, Ferry menilai kondisi tim juga perlu dievaluasi secara rutin. Produktivitas, pengembangan kemampuan, alur kerja, tingkat kepuasan, hingga ruang bagi karyawan untuk berinovasi menjadi bagian yang perlu diperhatikan pelaku usaha.

“Artinya kalau mau produktivitas lu naik terus, kapasitas timnya juga harus ditambah juga. Bukan cuma dengan nambah orang, tapi memastikan pertumbuhan orang yang ada berjalan dengan baik dan mereka mencapai puncak potensinya,” ujar Ferry.

Ferry juga menekankan pentingnya mengevaluasi product market fit. Produk yang terlihat bagus dan memiliki fitur lengkap belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, keberhasilan produk tidak cukup diukur dari ramainya promosi atau tingginya jumlah orang yang membeli. Pelaku usaha perlu melihat apakah konsumen melakukan pembelian kembali, bersedia membeli tanpa diskon, dan tetap menganggap produk tersebut bernilai.

Indikator lain yang menurut Ferry penting adalah exit strategy. Strategi ini diperlukan untuk menentukan langkah ketika bisnis atau investasi tidak berjalan sesuai rencana, termasuk menentukan kapan harus bertahan, mengubah strategi, atau keluar dengan kerugian seminimal mungkin.

“There’s always plan B,” kata Ferry. Menurutnya, rencana cadangan perlu dipikirkan sejak awal agar keputusan sehari hari tetap memiliki arah ketika kondisi bisnis berubah.

Ferry menilai evaluasi juga harus dilakukan berdasarkan data yang memadai. Ia menyebut penggunaan sistem ERP dapat membantu pelaku usaha melihat kondisi penjualan, keuangan, persediaan, hingga sumber daya manusia dalam satu sistem sehingga proses evaluasi tidak sepenuhnya dilakukan secara manual.

Pada akhirnya, Ferry mengingatkan pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar kerja keras sepanjang 2026. “Jadi, marilah kita di tahun 2026 ini jangan cuma kerja lebih keras, tapi juga kerja lebih cerdas,” ujarnya.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: bisnis 2026Evaluasi BisnisFerryPelaku Usahastrategi bisnis

Related Posts

Bukan Cuma Modal dan Lokasi, Ini Kunci Bertahan di Bisnis F&B

Bukan Cuma Modal dan Lokasi, Ini Kunci Bertahan di Bisnis F&B

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bisnis makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) kerap terlihat menjanjikan. Namun, di balik ramainya pelanggan,...

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membuka kembali evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan...

Jamkrindo Perkuat Literasi Pelaku Usaha Lewat Jejak

Jamkrindo Perkuat Literasi Pelaku Usaha Lewat Jejak

by Rizki Meirino
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Jejak Jamkrindo atau Jamkrindo Edukasi Penjaminan dan Keuangan digelar untuk memperkuat literasi pelaku usaha mengenai penjaminan,...

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejarah ilmu ekonomi menunjukkan bahwa teori ekonomi terus berkembang mengikuti perubahan masyarakat dan berbagai krisis yang terjadi....

Ekonomi 2025 Tertekan, Ivan Tanjaya Ungkap Strategi Bisnis Hadapi 2026

Ekonomi 2025 Tertekan, Ivan Tanjaya Ungkap Strategi Bisnis Hadapi 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kondisi ekonomi 2025 disebut memberi tekanan cukup besar terhadap bisnis yang menyasar segmen masyarakat menengah ke atas....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Meta Rilis Muse Spark Open, AI untuk Mac Apple

October 17, 2026
Memasak - pexels/Gary Barnes

Jangan Asal Pilih, Peralatan Masak Bisa Merusak Nutrisi Makanan

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Bahlil Minta Polri Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

October 17, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

October 18, 2026
Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

October 18, 2026
10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved