JAKARTA, Cobisnis.com – Dokter Tirta mengingatkan influencer agar tidak terburu buru menerima tawaran kerja sama bisnis dari pemilik modal. Menurutnya, popularitas di media sosial bisa menjadi aset sekaligus risiko ketika digunakan dalam sebuah usaha.
“Kalau enggak, tolak. Jangan kamu mempertaruhkan nama baikmu hanya demi uncertainty lagi,” kata Dokter Tirta, dikutip dari kanal Youtube MALAKA, Minggu (23/8/2026).
Ia menilai influencer perlu memahami dasar bisnis dan kondisi keuangan perusahaan sebelum memutuskan menggunakan nama serta reputasinya dalam sebuah usaha.
Ia menjelaskan, influencer memiliki daya tarik bagi pengusaha karena dapat memberikan awareness kepada pasar. Dengan jumlah pengikut yang besar, influencer juga dapat membantu bisnis memperkenalkan produk tanpa harus mengandalkan metode pemasaran konvensional.
Namun, pendapatan influencer sendiri dinilai tidak selalu pasti. Dokter Tirta menyebut kondisi tersebut membuat influencer perlu mempertimbangkan kembali tawaran bisnis yang memberikan saham sebagai pengganti bayaran endorsement.
Menurutnya, pemberian saham tidak otomatis membuat influencer mendapatkan kepastian pendapatan. Bisnis tetap memiliki risiko, sehingga influencer perlu memahami bagaimana perusahaan memperoleh pendapatan dan menghasilkan keuntungan.
Dokter Tirta juga menyoroti penggunaan nama influencer untuk menjual lisensi atau franchise. Popularitas influencer dapat membuat calon konsumen maupun mitra lebih mudah percaya terhadap bisnis yang menggunakan identitas mereka.
Karena itu, influencer perlu memahami laporan keuangan sebelum masuk ke sebuah bisnis. Ia menyarankan influencer mengenali aset, liabilitas, pengeluaran, dan profit agar tidak mudah menerima tawaran yang terlihat menguntungkan.
Selain memahami kondisi bisnis, pengecekan terhadap calon partner juga menjadi hal penting. Dokter Tirta menyarankan influencer memeriksa latar belakang dan rekam jejak partner sebelum membuat keputusan.
Ia menilai masalah bisnis dapat berdampak langsung terhadap reputasi influencer. Ketika konsumen mengalami masalah dengan produk atau layanan, figur yang namanya digunakan dalam bisnis berpotensi ikut menjadi sasaran keluhan.
Dokter Tirta juga mendorong influencer untuk lebih melek finansial dan tidak menggunakan bisnis sebagai simbol status. Menurutnya, pendapatan dari endorsement sebaiknya dikelola untuk membangun kondisi keuangan yang lebih kuat.
Ia menilai influencer juga harus menyadari bahwa popularitas tidak bersifat permanen. Perubahan tren dan munculnya figur baru dapat membuat nilai seorang influencer berubah, sehingga kemampuan mengelola keuangan dan memahami bisnis menjadi semakin penting.













