• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
China Punya Solusi Lain Atasi Krisis Populasi: Revolusi Robot dan Otomatisasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China menghadapi tantangan demografis serius setelah angka kelahiran nasional kembali mencetak rekor terendah. Penurunan populasi usia kerja dan melonjaknya jumlah lansia memicu kekhawatiran akan guncangan ekonomi besar dalam beberapa dekade mendatang.

Berbagai kebijakan untuk mendorong angka kelahiran mulai dari insentif tunai, keringanan pajak, hingga pelonggaran aturan pernikahan sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan. Di tengah situasi tersebut, Beijing semakin mengandalkan solusi lain: robot dan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China telah lama mendorong modernisasi sektor manufaktur sebagai bagian dari ambisi menjadi negara teknologi tinggi yang mandiri. Agenda itu diperkuat melalui cetak biru industri Made in China 2025 yang diluncurkan pada 2015.

Kini, dorongan industrialisasi berbasis teknologi tersebut semakin relevan untuk mengimbangi penyusutan tenaga kerja. Jika tidak ditangani, ketidakseimbangan antara sistem ekonomi dan struktur populasi berisiko membebani sistem pensiun, meningkatkan biaya kesehatan keluarga, serta menekan produktivitas nasional.

Menurut para pakar, peningkatan produktivitas melalui robotika dan digitalisasi dapat membantu menjaga output industri meski jumlah pekerja menyusut. China saat ini sudah menjadi pasar robot industri terbesar di dunia. Data dari International Federation of Robotics menunjukkan lebih dari separuh instalasi robot industri global pada 2024 berada di China.

Di berbagai pabrik, lengan robot bekerja untuk mengelas, mengecat, hingga merakit produk dalam lini produksi otomatis. Bahkan muncul konsep “pabrik gelap” fasilitas produksi tanpa pencahayaan karena tidak membutuhkan pekerja manusia secara langsung. Otomatisasi inilah yang memungkinkan China memproduksi kendaraan listrik dan panel surya dalam skala besar dengan biaya rendah.

Selain robot industri, Beijing juga bertaruh pada robot humanoid. Lebih dari 140 perusahaan China tengah mengembangkan teknologi ini, didukung subsidi pemerintah. Meski sebagian masih menjadi ajang demonstrasi teknologi, beberapa telah diuji di jalur perakitan, pusat logistik, hingga laboratorium penelitian.

Robot juga diproyeksikan berperan dalam perawatan lansia. Saat ini, sekitar 23% populasi China berusia di atas 60 tahun, dan angka itu diperkirakan bisa melampaui 50% pada akhir abad ini menurut proyeksi United Nations. Warisan kebijakan satu anak membuat generasi muda kini harus menanggung beban merawat orang tua tanpa saudara kandung.

Pemerintah China telah mengeluarkan pedoman untuk mengembangkan robot humanoid, antarmuka otak-komputer, serta exoskeleton guna membantu warga lansia. Teknologi ini diharapkan bisa mengurangi tekanan pada sistem sosial dan pensiun negara.

Namun, revolusi robot juga membawa tantangan besar. Otomatisasi berpotensi menggantikan jutaan pekerja dalam jangka pendek, khususnya di sektor manufaktur. Beberapa analis memperkirakan sekitar 70% sektor manufaktur China bisa terdampak oleh AI dan robotika.

Artinya, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kebijakan pendukung seperti pelatihan ulang tenaga kerja, reformasi sistem pensiun, serta penguatan jaring pengaman sosial. Tanpa itu, peningkatan produktivitas justru bisa memperdalam ketimpangan dan tekanan sosial.

Para ahli menilai bahwa penurunan populasi tidak akan terjadi secara instan, sehingga masih ada waktu bagi China untuk beradaptasi. Namun perlombaan antara penurunan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas akan menentukan stabilitas ekonomi negara tersebut hingga pertengahan abad ini.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: Chinacobisnis.comRobotika

Related Posts

Kemenhaj Tetapkan Tiga Larangan bagi Jemaah Sebelum Puncak Haji

Kemenhaj Tetapkan Tiga Larangan bagi Jemaah Sebelum Puncak Haji

by Hidayat Taufik
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mengimbau jemaah haji Indonesia menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah Armuzna 2026. Kementerian Agama Republik Indonesia...

Sinopsis Captain Phillips, Aksi Tom Hanks Hadapi Pembajak Somalia

Pastor Katolik Sebut Alien Identik dengan Aktivitas Setan

by Desti Dwi Natasya
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Misteri tentang alien dan UFO atau Unidentified Flying Object hingga kini masih menjadi perdebatan. Fenomena tersebut memunculkan...

MK Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia pada 2026

MK Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia pada 2026

by Hidayat Taufik
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mahkamah Konstitusi memastikan Jakarta masih menjadi ibu kota Indonesia hingga saat ini. MK menyampaikan keputusan itu dalam...

Sinopsis Captain Phillips, Aksi Tom Hanks Hadapi Pembajak Somalia

Fenomena Kartu Pokemon Kembali Viral, Hobi atau Instrumen Investasi?

by Desti Dwi Natasya
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Permainan trading card atau kartu Pokemon kembali menjadi tren di berbagai kalangan. Popularitasnya bahkan membuat banyak artis...

Honda Catat Kerugian Tahunan Pertama sejak Go Public pada 1957

Honda Catat Kerugian Tahunan Pertama sejak Go Public pada 1957

by Desti Dwi Natasya
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Honda Motor Co melaporkan kerugian besar pada tahun fiskal 2025. Produsen otomotif asal Jepang itu mencatat rugi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

May 14, 2026
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Menjelang Idul Adha 2026

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Menjelang Idul Adha 2026

May 14, 2026
Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

Mengapa Babi Hilang dari Jazirah Arab? Ini Penjelasan Sejarah dan Ekologi

May 14, 2026
Tren Makanan Kukus Makin Populer 2026, Aman atau Tidak Dikonsumsi Setiap Hari?

Tren Makanan Kukus Makin Populer 2026, Aman atau Tidak Dikonsumsi Setiap Hari?

May 14, 2026
Kemenhaj Tetapkan Tiga Larangan bagi Jemaah Sebelum Puncak Haji

Kemenhaj Tetapkan Tiga Larangan bagi Jemaah Sebelum Puncak Haji

May 14, 2026
Sinopsis Captain Phillips, Aksi Tom Hanks Hadapi Pembajak Somalia

Pastor Katolik Sebut Alien Identik dengan Aktivitas Setan

May 14, 2026
MK Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia pada 2026

MK Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia pada 2026

May 14, 2026
Sinopsis Captain Phillips, Aksi Tom Hanks Hadapi Pembajak Somalia

Fenomena Kartu Pokemon Kembali Viral, Hobi atau Instrumen Investasi?

May 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved